Perilaku, Tindakan, dan Interaksi Sosial


PERILAKU SOSIAL

  1. Perilaku Sosial

Perilaku erat kaitannya dengan kepribadian yang terbentuk melalui proses sosialisasi. Sosialisasi adalah proses belajar yang dilakukan seseorang sejak masa kanak – kanak hingga masa tuanya, mengenai pola – pola tindakan dalam berinteraksi dengan segala ragam individu yang ada disekelilingnya.

Sosialisasi dan kepribadian akan membentuk suatu sistem perilaku yang akan menentukan dan membentuk sikap seseorang. Dalam setiap kehidupan sosial terdapat kaidah kaodah untuk mengatur hubungan antara seseorang dengan masyarakatnya sehingga kehidupan bermasyarakat berlangsung suasana yang teratur karena setiap orang dituntut untuk mengikuti kaidah tersebut.

Penyimpangan terhadap kaidah dan nilai – nilai dalam masyarakat disebut deviation, sedangkan orang yang berperililaku menyimpang disebut deviant.

  1. Tindakan Sosial

Tindakan sosial adalah tindakan individu sepanjang tindakannya mempunyai arti atau arti subjektif bagi dirinya yang diarahkan pada tindakan orang lain.

Secara tersirat tindakan sosial terdapay tiga konsep didalamnya, yakni tindakan sosial, tujuan, dan pemahaman. Tindakan sosial merupakan tindakan seseorang yang diarahkan kepada orang lain. Tujuan adalah untu mendapatkan reaksi dari seseorang yang sesuai dengan harapannya. Adapun pemahaman adalah suatu parafsiran seseorang terhadap tindakan tersebut sehingga dapat memberikan reaksi.

Lima ciri pokok tindakan sosial :

  1. Tindakan yang memiliki makna subjektif.
  2. Tindakan nyata yang bersifat membatin sepenuhnya dan bersifat subjektif.
  3. Tindakan yang berpengaruh positif.
  4. Tindakan sosial selalu diarahkan pada orang lain untuk mendapat respon.
  5. Tindakan merupakan respon terhadap perilaku orang lain.

Dilihat dari tingkat kemudahan untuk memahaminya, tindakan sosial dapat dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu :

  1. Rasionalitas Instrumental (zwerk rational)
  2. Rasionalitas yang berorientasi nilai ( waktration action)
  3. Tindakan afektif (affective action)
  4. Tindakan tradisional (traditional action)
  1. Interaksi Sosial

Interaksi sosial dapat terjadi apabila terdapat tindakan atau perilaku yang ditunjukkan pada orang lain sehingga muncul reaksi. Syarat terjadinya interaksi sosial yaitu, kontak sosial dan komunikasi.

Interaksi sosial dapat berlangsung antara,

  1. Individu dengan individu
  2. Individu dengan kelompok, atau sebaliknya
  3. Kelompok dengan kelompok

Interaksi sosial memiliki ciri – ciri :

  1. Pelaku lebih dari satu orang atau satu kelompok
  2. Adanya komunikasi di antara pelaku
  3. Adanya tujuan, mungkin sama atau tidak sama antarpelaku

Faktor – faktor yang dapat melangsungkan interaksi sosial :

  1. Imitasi
  2. Sugesti
  3. Indentifikasi
  4. Simpati
  1. Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk interaksi sosial ada yang bersifat asosiatif dan disasosiatif. Bentuk yang bersifat asosiatif yaitu kerja sama dan akomodasi, sedangkan yang bersifat disosiatif adalah persaingan, kontroversi, dan pertentangan atau pertikaian.

Sehubungan dengan pelaksanaannya, kerja sama dapay diklarifikasikan kedalam 5 bentuk, yaitu :

  1. Kerukunan yang mencangkup gotong royong dan tolong menolong
  2. Bangaining
  3. Kooptasi
  4. Koalisi
  5. Joint – venture

Proses kerja sama dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

  1. Kerja sama spontan
  2. Kerja sama langsung
  3. Kerja sama kontrak
  4. Kerja sama tradisional

Ada 2 tipe persaingan yaitu yang bersifat pribadi dan tidak pribadi. Persaingan bersifat pribadi atau rivalry, yaitu orang – perorangan atau individu secara langsung  bersaing, misalnya untul memperoleh kedudukan tertentu dalam suatu organisasi, sedangkan yang tidak bersifat pribadi yang langsung bersaing adalah kelompok, misalnya persaingan antar dua perusahaan untuk mendapatkan monopoli di suatu wilayah.

Dari kedua tipe persaingan tersebut dapat menghasilakn beberapa bentuk persaingan – persaingan sebagai berikut.

  1. Persaingan ekonomi
  2. Persaingan kebudayaan
  3. Persaingan kedudukan
  4. Persaingan ras

Persaingan dalam batas – batas tertentu dapat mempunyai beberapa fungsi, yaitu :

  1. Kompetensi yang positif mendorong kemajuan
  2. Alat seleksi
  3. Memupuk rasa solidaritas
  4. Mendorong kreativitas
  5. Mendapat hasil yang lebih baik
  6. Mendorong penemuan baru

Kontroversi yaitu sikap mental yang tersembunyi terhadap orang lain atau kelompok lain. Terdapat lima bentuk kontroversi, yaitu :

  1. Kontroversi bersifat umum
  2. Kontroversi sederhana
  3. Kontroversi intensif
  4. Kontroversi rahasia
  5. Kontroversi taktis
About these ads

About Asyhar


2 responses to “Perilaku, Tindakan, dan Interaksi Sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: