SALING KETERGANTUNGAN ANTAR MANUSIA DAN LINGKUNGAN


  1. Manusia dan Lingkungan Hidup

Beberapa ahli ilmu pengetahuan alam menyatakan bahwa teknik – teknik baru yang digunakan oleh manusia akan mampu mengontrol alam serta meningkatkan kesejahteraan umat manusia di masa mendatang. Sebaliknya, ahli lain berpendapat bahwa kita masih sangat terikat dari campur tangan manusia yang tidak arif dalam mengelola lingkungan yang mengakibatkan erosi tanah, penipisan lapisan tanah, kelangkaan mineral, polusi udara, air, dan tanah yang tidak terkontrol. Hal ini akan menimbulkan kemerosotan lingkungan di masa mendatang.

Secara hakikat pemikiran kondisi geografis menolak gagasan yang mengatakan lingkungan hidup mengontrol tindakan – tindakan manusia. Menurut pemikiran geografi malah terjadi sebaliknya, yakni bahwa manusia secara aktif merupakan agen dominan yang mampu memanipulasi dan memodifikasi habitatnya (lingkungan sekitarnya).

  1. Masyarakat dan Kebudayaan

Suatu masyarakat adalah suatu organisasi kelompok manusia secara individu yang memiliki suatu kebudayaan tersendiri.

Suatu kebudayaan adalah suatu keseluruhan pandangan hidup suatu penduduk atau seseorang menginginkan penekanan standar yang idealis, didesain oleh penduduk untuk kepentingannya.

Carl Ritter adalah seorang seorang tokoh yang sangat memperhatikan tentang sejarah perkembangan kebudayaan umat manusia yang beraneka ragam di berbagai belahan dunia. Menurut pandapatnya, masyarakat manusia akan mengalami perkembangan dari bangsa barbarisme yang sangat kejam sampai menjadi bangsa yang beragama dan beradab.

Semua kebudayaan berbeda tetapi perbedaan – perbedaan pokok tersebut berasal dari variansi, tema, yang bersifat universal, misalnya bahasa, religi, ekonomi, hukum, dan teknologi.

  1. Konsep Kebudayaan dalam geografi

Salah satu pendiri geografi modern, Alexander Van Flumboldt (1760 – 1899) melalui pengetahuan dari studinya tentang bentang lahan, iklim, dan vegetasi di Amerika Latin mencoba membahas adanya perbedaan kebudayaan.

Hipoerates, Aristoteles, dan Jean Bodin menggambarkan adanya pengaruh setiap habitat terhadap penduduknya. Sebagai contoh, karena iklim di Eropa terdiri dari dari beberapa musim sehingga fisik – fisik orang eropa lebih besar daripada orang – orang Asia. Demikian juga dalam hal perjuangan, organisasi maupun politik.

  1. Environmetalism

Dalam geografi ada suatu pendekatan yang dikenal dengan enviromentalisme, yang berperan penting dalam difusi dan aktifitas kebudayaan. Paham ini meletakkan pondasi yang penting bahwa aktifitas manusia dipengaruhi oleh lingkungan hidup.

Frederik Ratzel (1644 – 1904), seorang ahli geografi dan etnologi adalah orang yang pertama kali  meyakinkan terhadap kaum environments dan menegaskan posisi yang paling penting adalah faktor kebudayaan.

About these ads

About Asyhar


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: