Definisi dan Jenis Keluarbiasaan


A. Definisi Keluarbiasaan

Keluarbiasaan merupakan kata benda yang berasal dari sifat luar biasa. Secara harfiah keluarbiasaan berarti menggambarkan sesuatu yang luar bisa.

Anak Luar Biasa (ALB) adalah anak yang mempunyai sesuatu yang luar biasa yang secara signifikan membedakannya dengan anak – anak yang seusia dengannya.

Dalam bahasa Inggris, istilah ALB sangat banyak seperti handicapped children, impaired children, disabled children, dan retarted chlidren.

B. Jenis – Jenis Keluarbiasaan

Keluarbiasaan berdasarkan jenis penyimpangan, menurut Mulyono Abdurrachman (2000) dibuat untuk pembelajaran adalah :

  1. Kelompok yang mengalami dalam bidang intelektual yang terdiri dari anak yang luar biasa cerdas (intellectually superior) dan anak yang tingkat kecerdasannya rendah / tunagrahita.
  2. Kelompok yang mengalami penyimpangan / keluarbiasaan yang terjadi karena sensoris / indra,terdiri dari anak tunanetra dan tunarungu.
  3. Kelompok anak yang mendapat kesulitan belajar dan gangguan komunikasi.
  4. Kelompok anak yang mengalami penyimpangan perilaku yang terdiri dari anak tunalaras dan penyandang gangguan emosi.
  5. Kelompaok anak yang mempunyai keluarbiasaan / penyimpangan ganda atau berat / tunaganda.

Dilihat dari arah penyimpangan, jenis keluarbiasaan dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

  1. Keluarbiasaan yang berada di atas normal yang merupakan kondisi seseorang yang yang melebihi batas normal dalam bidang kemampuan.
  2. Keluarbiasaan yang di bawah batas normal.

Anak / orang yang mempunyai kelebihan / anak berbakat dalam bahasa asing disebut juga sebagai gifted and talented person.

Jenis – jenis keluarbiasaan di bawah normal adalah tunanetra, tunarungu, gangguan komunikasi, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, dan tunaganda.

1. Tunanetra

Berarti kurang penglihatan. Keluarbiasaan ini menuntut adanya pelayanan khusus sehingga potensi yang dimiliki oleh para tunanetra dapat berkembang secara optimal.

2. Tunarungu

Mengalami gangguan pendengaran. Gangguan ini dapat terjadi sejak lahir (bawaan), dapat juga terjadi setelah kelahiran. Istilah lain yaitu anak tuli atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai hearing impaired / hearing disorder.

3. Gangguan komunikasi

Dalam bahasa inggris disebut communication disorder. Gangguan ini dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu gangguan bicara (karena kerusakan organ bicara) dan gangguan bahasa (speech disorder dan language disorders).

Gangguan bicara disebut tunawicara dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran yang terjadi sejak lahir . kerusakan organ bicara.

Tunarungu merupakan gangguan pendengaranyang terjadi sejak lahir cenderung menjurus kapada gangguan bicara karena yang bersangkutan tidak pernah mendengar suara sehingga tidak mengenal suara.

Anak yang gagap dalam bicara merupakan gangguan serius dalam berbicara sehingga dikelompokkan sebagai anak yang menderita gangguan komunikasi.

Gangguan komunikasi yang disebabkan karena kendala bahasa ditandai oleh munculnya kesulitan bagi anak dalam memahami dan menggunakan bahasa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.

Gangguan bahasa dapat dikelompokkan dalam 3 jenis, yaitu :

  • Gangguan bahasa yang terjadi karena perkembangam yang terlambat.
  • Gangguan yang dihubungkan dengan kesulitan belajar / learning disabilities.
  • Gangguan yang terjadi sebagai akibat gangguan syaraf.

4. Tunagrahita

Sering dikenal dengan cacat mental yaitu kemampuan mental yang berada di bawah normal. Tolak ukurnya adalah tingkat kecerdasan atau IQ. Tunagrahita dapat dikelompokkan menjadi tunagrahita ringan, sedang, dan berat.

5. Tunadaksa

Secara harfiah berarti cacat fisik. Kelompok tunadaksa antara lain adalah anak – anak yng menderita penyakit epilepsy (ayan), cerebral palsy, kelainan tulang belakang, gangguan pada tulang dan otot,serta yang mengalami amputasi.

6.Tunalaras

Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah beharvior disorder. Tunalaras dikelompokkan dengan anak yang mengalami gangguan emosi (emotionally disorbance).

Gangguan yang muncul pada anak – anak yang berupa gangguan perilaku seperti suka menyakiti diri sendiri, suka menyerang teman, atau bentuk penyimpangan perilaku lain. Termasuk juga anak – anak penderita autitik yaitu anak – anak yang menunjukkan perilaku menyimpang yang membahayakan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

7.Anak kesulitan belajar

Anak kesulitan belajar merupakan anak – anak yang mengalami kesulitan dalam proses belajar bukan karena kelainan yang  dideritanya.

8. Tunaganda

Kelompok penyandang jenis ini adalah mereka yang menyandang lebih dari satu jenis keluarbiasaan, misalnya penyandang tunanetra dengan tunarungu sekaligus, penyandang tunadaksa disertai dengan tunagrahita atau bahkan tunadaksa , tunarung, dan tunagrahita sekaligus.

About Asyhar


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: