Konsep dan Rasional “Social Studies” Secara Umum


Edgar Bruce Wesley (1937) menyatakan bahwa social studies adalah ilmu – ilmu sosial yang disederhanakan untuk tujuan pendidikan. The United States of Education’s Standard Terminoogy for Curriculum and Instruction menyatakan bahwa social studies berisi aspek – aspek ilmu sejarah, ilmu ekonomi, ilmu politik, sosioogi, antropologi, psikolofi, ilmu geografi, dan filsafat yang dipilih untuk tujuan pembelajaran sekolah dan perguruan tinggi. Secara umum, pengertian social studies menyiratkan hal – hal berikut :

  1. Social studeis merupakan disiplin dari ilmu – ilmu sosial.
  2. Disiplin dikembangkan untuk memenuhi tujuan pendidikan / pembelajaran baik pada tingkat sekolahan maupun perguruan tinggi.
  3. Aspek masing – masing disiplin ilmu perlu diseleksi sesuai dengan tujuan.

Pada tahun 1940 – 1970-an, perkembangan bidang social studies merasakan keadaan ketidakmenentuan, ketakberkeputusan, ketakbersatuan, dan ketakmajuan. Social studies menjalani periode yang sulit seperti digambarkan oleh Barr Barth dan Shermis (1977 : 33 – 46). Antara tahun 1940 – 1950-an, social studies mendapat serangan dari segala penjuru. Pada tahun 1960-an, dipandang sebagai suatu resolusi dalam social studies yang dipelopori oleh para sejarawa dan ahli –ahli ilmu sosial. Sampai tahun 1970-an, gerakan akademis atau yang disebut the news social studies belum menjadi kenyataan. Pada tahun 1940 – 1960, ditegaskan oleh Barr dan kawan – kawan (1997 : 36) adalah terjadinya tarik – menarik antara dua visi social studies. Di satu pihak, adanya gerakan untuk mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu sosial untuk tujuan citizenship education yang terus bergulir sampai mencapai tahap yang lebih canggih. Di lain pihak, terus bergulir gerakan pemisahan berbagai disiplin ilmu sosial yang cenderug memperlemah konsepsi social studies education.

Dilihat dari visi, misi, dan strateginya, Barr dan kawan – kawan (1987 : 17 – 19), social studies dapat dikembangkan dalam tiga tradisi, yakni :

  • Social studies taught as citizenship transmission
  • Social studies taught as social science
  • Social studies taught as reflective enguing

Empat hal yang tersirat dan tersurat dalam definisi social studies menurut Barr adalah,

  1. Social studies merupakan suatu sistem pengetahuan terpadu.
  2. Misi utama social studies adlah pendidikan kewarganegaraan dalam suatu masyarakat yang demokratis.
  3. Sumber utama konten social studies adalah social sciense dan humanities.
  4. Dalam upaya penyiapan warga negara yang demokratis, terbuka kemungkinan dalam orientasi, visi, tujuan, dan metode pembelajaran.

Dilihat dari definisi dan tujuannya, social studies menyiratkan dan menyuratkan hal – hal sebagai berikut :

  1. Social studies merupakan mata pelajaran diseluruh jenjang pendidikan persekolahan.
  2. Tujuan utama pelajaran ini adalah mengembangkan siswa untuk menjadi warga negara yang memiliki pengetahuan, nilai, sikap, dan keterampilan yang memadai untuk berperan serta dalam kehidupan demokrasi.
  3. Konten pelajarannya digali dan diseleksi dari sejarah dari ilmu – ilmu sosial serta dalam banyak hal dari humoniora dan sains.
  4. Pembelajarannya menggunakan cara – cara yang mencerminkan kesadaran pribadi kemasyarakatan, pengalaman budaya, dan perkembangan pribadi siswa.
About these ads

About Asyhar


2 responses to “Konsep dan Rasional “Social Studies” Secara Umum

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: