INSTANT


Kita mungkin sudah sering mendengar kata – kata ‘instan’. Kata – kata ini biasanya berhubungan dengan hal yang mudah, simpel, cepat, dan hal – hal menggiurkan lainnya. Tapi apakah sesuatu yang instan itu baik?tentu saja jawabannya adalah tidak. Hal ini dikarenakan apabila suatu barang dibuat instan pasti akan ada efek negatifnya, yang biasanya tidak timbul dalam waktu dekat, tapi malah timbul dalam jangka panjang. Itulah yang harus kita pikirkan bila akan yang memilih sesuatu yang instan.

Selain itu, kita juga harus pintar – pintar dalam menilai sesuatu apakah itu instant atau tidak. Hal ini karena banyak orang yang sulit membedakannya, terutama orang – orang yang terlalu ‘intelek’. Itu terjadi karena mereka terlalu mengagungkan ‘ipteq’.Perlu kita ingat bahwa untuk sukses kita harus menyeimbangkan antara ‘ipteq’ dan ‘instuisi’. Kita tak boleh terlalu menonjolkan salah satunya saja. Hal ini sudah banyak berkembang di negara – negara maju. Adapun di Indonesia, mereka lebih menonjolkan instuisi kita daripada ipteq, mereka lebih senang mendengarkan cerita – cerita mistis daripada mendengarkan orasi ilmiah. Itulah salah satu penyebab terpuruknya bangsa kita, bangsa Indonesia. OK. Kembali ke masalah.

Pemilihan sesuatu itu tersebut mutlak kita perlukan, apalagi yang menyangkut hidup kita. Kita tak boleh asal dalam memilihnya. Kita sering lihat di negeri ini mulai sangat berkembang pesat sesuatu yang instan tersebut. Sasarannya adalah tempat dimana orang – orang inteleq berada. Hal ini karena sesuatu tersebut berkembang berdasarkan prinsip ipteq, sehingga akan sangat mudah terserap dan menyebar. Memang kita harus menjunjung ipteq untuk mrncapai hal yang lebih tinggi, tetapi tidak semua harus sesuai dengan iptek. Hal ini di karenakan memang harus adanya keseimbangan antara ipteq dengan hal – hal yang magis / instuisi.

Kalau dipikir – pikir kita harus belajar belajar memilih dan tidak terbawa oleh arus, tapi kita harus menciptakan arus. Kita harus belajar dari orang yang memang benar – benar ahli didalam bidangnya. dalam belaja kita harus menghormati sumbernya agar kita nyaman dalam prosenya. Semua ini hanyalah pandangan saya berdasarkan pengalaman dan ilmu yang datang dari tuhan. Semoga kita bisa memilih yang terbaik buat kita.


About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: