Idul Adha Kedua di Perhimak


Ini adalah momen idul adha saya yang kedua di Bandung. Sebelumnya, juga merayakan di Perhimak setelah sebelumnya berkelana ke STAN. Sama seperti tahun senelumnya, acara bikin sate dari daging hewan kurban. Bedanya, kalo tahun sebelumnya dapat daging dari salah satu alumni yang berkurban, kalo sejarang cuma mengandalkan pemberian dari masjud setempat yang ternyata cukup banyak, belum lagi ditambah dari salah satu anggota Perhimak yang sedang ulang tahun, tuh orangnya ada di foto, yang pailng beda penampilannya. hahahaha….
Sebenarnya anak – anak sudah persiapan dari pagi buat segala kebutuhan bikin sate, tapi ternyata daging yang diharapkan tak kunjung datang. Bahkan daging yang pertama datang tak seberapa. akan tetapi salah satu oknum perhimak (@Solihatun Vesta), yang kebetulan bapak kostnya lagi berkurban, datang ke Perhimak dengan membawa segepok daging, tak tau tu daging apa, yang saya tau ya daging kurban, hahahah….
Selain itu, ternyata ternyata pas sore2 datang lagi tu daging dari masjeid sebelah, banyak juga ternyata, ada 5 kantong daging sapi klo gak salah. Lumayan nih, jadinya dibikin sate lagi. Dan kemudian sang ketua Perhimak mengutus salah satu anggotanya untuk pergi ke pasar dan beli bumbu2nya. Kayaknya sih dia lebih mengharapkan saya untuk pergi, katanya saya belum kerja, tapi saya males, hahahah. Bodo amat dengan tanggepan dia apa lagi ada salah satu anggota yang nyolot juga, (tag @ Fu), kayaknya dia mau ngomel2, tp karna tak terlalu dekat ataupu kenal dengan saya, sepertinya agak ditahan, itu yang saya rasakan, tak tau bener atau salah. Tapi saya tetep pada idealisme saya, BODO AMAT!!! hahahaha…..
Kembali ke jalur. salah satu maslah juga adalah sambel yang dibikin oleh oknum yang barusan kita omongin pedes banget, Gila, gak tau kenapa pedes banget, kebanyakan cabe kali ya. Sampe2 anak – anak yang ikut menikmati sate pada nangis (lebay), hahaha. Tapi emang bener, mukanya pada aneh, termasuk yang bikin sambelnya, hhahaha….
Setelah makan beres, yang harus dilakukan ya, bersih2, ya gak? Saya juga ikut bersih2 kok, tapi bersih2 sate2 yang masih tersisa aja sih. Pas mau cuci piring ternyata sedang ada yang lagi cuci2, jadinya ya nitip aja. Selagi masih bisa nitip, ngapain gak dilakuin. Sebenarnya bukan maksud hati untuk tak bantu, tapi kadang situasi, kondisi, toleransi, pantauan, dan jangkauan tak mendukung. Apa boleh buat???

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: