Pendam atau Buang!


Hidup adalah anugrah terindah dari Tuhan. Hidup ini penuh dengan warna dan itulah yang membuat hidup menjadi lebih indah. Warna tersebut tak terkecuali adanya masalah dalam hidup yang terus memberikan coretan dalam setiap diri seseorang. Banyak cara yang dilkukan oleh setiap orang untuk menyelesaikan segala masalah yang dihadapi, tak terkecuali saya sendiri. Bagi saya cuma ada dua cara untuk menyelesaikan masalah, yaitu pendam atau buang.

Pendam
Salah satu cara menyelesaikan masalah ada;ah dengan memendamnya secara mendalam pada diri kita sendiri. Dengan memendamnya tak kan ada orang yang tau tentang masalah yang kita hadapi. Kita tak akan merugikan orang lain dan kita tak akan menambah masalah orang lain. Mungki ini memang menyakitkan, apalagi bagi kita sendiri. Kita menanggung masalah itu sendirian. Tapi terkadang masalah itu akan hilang dengan seiring berjalannya waktu. Masalah itu akan sirna karena tak ada orang yang mempermasalahkannya. Tapi tetep ini menyakitkan, tergantung apakah kita siap menanggung rasa sakit sendirian dan tak mengusik orang lain.

Buang
Buang. Mungkin kata ini sederhana. Tapi yang saya maksdu adalah kita berbagi masalah dengan orang lain atau bisa disebut curhat dengan orang lain. Mungkin hal ini adalah hal yang paling lumrah dilakukan setiap orang. Kalau kiat pilih cara ini, mungkin masalah akan terlihat lebih enteng bagi kiat. Namun, secara tak sadar kita membebani orang lain dengan masalah. tapi mungkin inilah salah satu alasan yang digunakan sebagian orang karena kita perlu berbagi dalam hidup.

Mungkin sulit untuk memilih cara yang mana bagi saya untuk menyelesaikan masalah. Namun, dari berbagai alasan saya lebih cenderung memilih cara pertama untuk menyelesaikan masalah. Banyak alasan mengapa saya lebih lebih memilih memendam masalah daripada membunag masalah. Dengan memendam mungkin kita bisa mengoleksi masalah, hahahhaa. Itu hanya alasan konyol. Mungkin selama ini saya blom pernah menemukan orang yang benar pas untuk diajak berbagi. Ini bukan masalah teman dekat ataupun pacar (mungkin), tapi ini masalah karakter. Apakah orang yang akan kita ajak berbagi masalah punya karakter yang cocok dengan kita?. Apakah dia membantu (versi kita) dalam penyelesaian masalah? Apakah dia hanya sebagai pendenganr setia? Apakah dia juga akan bertindak sebagai komentator? Apakah dia juga bisa menjadi evaluator?

About Asyhar


2 responses to “Pendam atau Buang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: