“Ambisimu Melebihi Bakatmu”


Apa kalian pernah mendengar kata diatas? Mungkin hanya penggila – penggila motor GP yang benar – benar pernah mendengarnya karena itulah salah satu kalimat yang disampaika Cassey Stoner kepada Valentino Rossi. Kata itu muncul dari Stoner kepada Rossi setelah terjadi insiden tabrakan diantara keduanya. Namun bukan itu yang bakal saya bahas disini. Ini mungkin adalah sebuah idealisme, yang saya sendiri merasa ini terjadi pada diri saya sendiri.

Kadang saya merasa banyak ambisi pribadi yang saya capai tanpa memikirkan bakat apa yang saya punya. Saya bukanlah orang yang penuh akan bakat, bahkan bisa dibilang sampai saat ini belum ada satupun bakat yang menonjol dari diri saya. Ini bisa dilihat baik dari segi akademis, non akademis, maupun keterampilan. Mungkin saya lebih tertarik dengan hal – hal non akademis, termasuk berorganisasi maupun berkepanitiaan. Ketertarikan saya juga bukan karena saya punya bakat disitu, tapi lebih karena harapan memeperoleh pengalaman lebih dan bisa memberikan manfaat yang terasa bagi orang – orang disekitar saya.

Petualangan non akademis yang paling terasa bagi saya adalah berhimpunan dan yang paling berkesan adalah dalam partisipasi saya dalam panitia Farmasi Pedesaan (Fardes) XIII Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB. Mungkin disini saya hanyalah sebagai staf divisi Acara, tapi karena suatu hal saya akhirnya jadi ‘tumbal’ mengurusi acara tersebut, bahkan hanya dengan segelintir orang yang ‘berambisi’. Namun disinilah saya merasa dihargai sebagai anggota himpunan setelah acara berakhir, walaupun saya sendiri merasa semua yang saya lakukan bukanlah dari saya sendiri, tapi dari teman – teman disekitar saya. Saya hanya merasa punya ambisi yang besar tanpa bakat yang besar, tapi karena kejelian saya membaca situasi, seolah – olah saya mempunyai bakat besar dalam kepanitiaan karena jika dilihat dari kacamata luar saya hanyalah seorang anggota himpunan biasa tanpa pengalaman berkepanitiaan. Mungkin mereka hanya ‘melihat’ apa yang mereka lihat tanpa ‘melihat’ bagaimana yang terlihat itu bisa terlihat. Namun demikian, ini tetap menjadikan saya punya ambisi yang besar untuk memberikan manfaat yang terasa, manfaat yang sebesar – besarnya kepada lingkungan saya, terutama himpunan saya. Untuk menyalurkan keinginan saya, mungki memang benar saya punya ambisi yang besar untuk pagang salah satu posisi penting dalam kepengurusan himpunan.

Sekarang keinginan saya sudah tersalurkan, dengan jabatan saya sebagai Wakil Ketua Umum dihimpunan. Namun demikian, setelah dipikir – pikir, judul tulisan ini seolah – olah terus membayangi pikiran saya. Entah mengapa hal ini bisa terjadi, tapi inilah kenyataan yang harus saya hadapi sekarang ini. Saya merasa tak cukup punya bakat utnuk mengendalikan posisi saya sehingga saya tetap bisa menyalurkan ambisi saya untuk memberikan manfaat yang terasa bagi lingkungan saya. Sampai saat ini saya merasa gagal menempatkan diri saya. Mungkin hal ini sudah terasa bagi orang – orang disekitar saya, tapi entahlah mungkin juga ini hanya perasaan saya saja walaupun saya tak yakin.

Terkadang saya terlalu berambisi juga untuk mendapatkan keinginan pribadi dengan posisi saya, tapi sekarang saya yakin ini akan sangat sulit terwujud, atau bahkan mustahil terwujud, apalagi dengan karakter massa himpunan itu sendiri yang tak mendukung.  Mungkin disini saya bisa dibilang mencoba memanfaatkan peluang yang ada yang seharusnya tak saya lakukan. Namun, tetap saja ambisi pribadi saya ini tetap terfasilitasi dengan tak mengesampingkan hal – hal penting terkait posisi saya.

Terkait hal – hal diatas, saya tetep memegang prinsip saya :

SAYA SIAP MENANGGUNG SEGALA RESIKO DARI APA YANG SAYA PERBUAT DAN SAYA PUTUSKAN, BAIK ITU LEWAT TINDAKAN MAUPUN UCAPAN!

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: