Arah Pergerakan Pembentukan Karakter Mahasiswa


Mahasiswa adalah calon – calon generasi penerus bangsa. Itu yang saya tau. Lalu, sebenarnya apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa? Tentunya kita tahu apa yang mesti dilakukan, apalagi kalau kita sebagai mahasiswa. Dewasa ini mahasiswa sudah mulai kreatif, banyak diantara mereka yang terus melahirkan karya – karya, baik secara akademik maupun non akademik. Karya akademik bisa dilihat dari apa yang mereka hasilkan lewat keilmuan yang mereka pelajari, seperti juara lomba tingkat Internasional yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, apalagi ditempat saya sekarang mengumpulkan ilmu, Institut Teknologi Bandung. Karya non akademik bisa dilihat dari apa yang mereka hasilkan, terutama lewat organisasi – organisasi yang mereka ikuti, seperti pengabdian masyarakat yang menurut saya juga sedang marak dikampus saya ini. Selain itu mahasiswa juga berkarya dibidang lain, mencoba menawarkan manfaat yang terasa bagi semuanya.

Apakah hal – hal seperti itu yang mesti dilakukan oleh mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa? Itulah pertanyaan yang saya cari – cari jawabannya. Mungkin disini saya mencoba mengeluarkan apa yang menjadi pandangan saya. Terkadang saya berfikir mahasiswa sekarang, terutama di ITB, lebih suka berkarya daripada pembentukan karakter. Hal ini jelas terlihat jelas dari visi misi yang diusung Presiden KM terpilih 2011/2012, yaitu ASIK (Antusias, Satu, Inisiatif, Karya), atau khususnya bisa dilihat dari visi misi himpunan saya HMF ‘Ars Praeparandi’ ITB yang salah satu katanya bertuliskan ‘semangat berkarnya’. Mungkin itu hanyalah contoh yang saya amati secara langsung. Saya belum pernah menemukan visi misi organisasi dikampus yang mengangkat tema ‘pembentukan karakter’. Mungkin ini visi misi tentang pembentukan karakter tetap menjadi tujuan dari tiap visi misi yang dibuat, tapi yang saya soroti adalah pembentukan karakter tidak dijadikan sebagai tujuan utama. Bisa dibilang mari berkarya sambil membentuk karakter, bukan mari membentuk karakter sambil berkarya.

Kadang saya berfikir mahasiswa itu kan calon – calon pemimpin bangsa, jadi saya berfikir akan lebih baik jika kita lebih mengasah karakter kita sambil mencoba berkarya, tapi tetep ini sebagai ajang percobaan. Karakter – karakter manusia akan lebih mudah terbentuk dimasa kampus, dimana kita mendapatkan beberapa berbagai disiplin keilmuan. Mungkin pembentukan karakter ini bisa kita mulai dengan visi misi yang dibawa setiap himpunan ataupun organisasi sehingga pembentukan karakter benar – benar menjadi prioritas bukan karya yang menjadi titik akhir. Dengan demikian kita akan lebih bisa menikmati setiap langkah dalam berkarya karena hasil nyata bukanlah prioritas. Ini memang akan menjadi sulit karena kadang kebanyakan orang akan menilai dari sesuatu yang nyata, sedangkan karakter adalah sesutu yang tak tampak. Namun itu akan menjadi sesuatu yang nampak ketika itu sudah menjadi kebiasaan, dimana kita bisa melihat hasil itu dari perubahan bangsa yang terjadi.

Sebenarnya tindaka nyata dari pembentukan karakter bisa dimulai dari hal – hal kecil, bahkan itu bersangkutan dengan kuliah yang kita jalani. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketika kuliah sedang berlangsung, banyak juga mahasiswa yang beraktivitas lain, entah itu maen game, tidur, bercanda, atau bahkan mengerjakan tugas kuliah lain. Hal ini juga terjadi ketika mereka berorganisasi, terutama ketika rapat, banyak juga ada yang ngenet, ngerjain tugas kuliah, ngobrol, atau lainnya. Inilah karakter – karakter yang terus dibawa sampai kita menjadi pemimpin – pemimpin bangsa. Kita tahu bersama apa yang dilakukan para wakil kita digedung DPR sana ketika rapat, ada yang tidur, ngobrol, ngenet, bahkan ada yang sempet nonton bokep. Ini hanya contoh kecil, tapi menurut saya ini adalah contoh nyata.

Mungkin kita juga berang dengan tindakan – tindakan para petinggi negara yang melakukan korupsi ataupun penyuapan, tapi apakah kita pernah berfikir bahwa apa yang mereka lakukan mungkin juga pengalaman mereka ketika mahasiswa atau mereka terinspirasi dengan kegiatan mahasiswa. Kadang saya berfikir itu bisa saja terlihat mahasiswa yang suka telat (mungkinjuga termasuk saya), jelas mereka korupsi waktu, belom lagi kalau mereka mengunakan waktu kuliah untuk tidur, bercanda, ngerjain tugas lain, ngenet dikelas. Ini juga terlihat diaktivitas mereka diorganisasi, banyak yang menurut saya mereka terlalu mengagung – agungkan ‘asas kekeluargaan’ dalam organisasi. Tentu itu baik buat kebersamaan kita, tapi perlu diingat, bagi saya itu bisa menumbuhkan jiwa – jiwa nepotisme dalam diri seseorang.

Mungkin saya juga hanyalah seorang yang jarkoni (iso ngajar tapi ra iso nglakoni) atau bisa dibilang teori doang, tapi terkadang sesuatu itu emang berasal dari sebuah teori ataupun hal – hal galau. Mungkin kita bisa lihat bagaimana hukum newton ditemukkan, hahaha. Terlepas dari kata – kata saya yang aneh, sebenarnya simpel yang mau saya katakan. Mari kita bangung karakter para penerus bangsa dimulai dari kampus kita.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: