Perfectionist


Perfectionist  gelar yang mungkin akan terus melekat dalam diri saya yang muncul dari sebagian besar orang – orang disekeliling saya, terutama untuk masalah non-akademik. Saya tak keberatan dibilang seperti itu karena setelah saya pikir – pikir ternyata memang begitulah adanya, walaupun saya merasa apa yang saya lakukan hanyalah ingin menyesuaikan dengan apa yang yang mengaturnya, tak lebih. Saya cuma mencoba menjalankan hidup sesuai aturan yang ada, karena emang aturan itu dibuat untuk memudahkan segala sesuatu, bukan untuk dilanggar ataupun dipatuhi sekalipun. Kalo emang dibilang saya orang  yang perfectionist, mungkin saya berfikir hidup hanyalah satu kali, jadi  wajarlah jika aku menetapkan target-target tertentu dalam hidupku, karena hidup yang bahagia menurutku adalah hidup dengan kesempurnaan, tapi tidak keterlaluan. Tapi kalau memang apa yang saya lakukan itu merugikan, mudah-mudahan saja nantinya Tuhan mengetuk hati saya untuk bisa mengubah cara berfikir saya, tapi saya rasa tak ada salahnya jika aku mempunyai cita-cita tersendiri di dalam menjalani hidupku.

Saya memang menyadari ada jiwa perfectionist dalam diri saya, dan mungkin juga itu sudah ada sejak dahulu kala. Namun saya tak merasakan ada yang langsung ngomong didepan saya dan baru sekarang mungkin. Saya juga menyadari betapa repotnya menjadi orang perfect. Bayangkan saja, kita selalu berambisi untuk membuat segalanya sesempurna mungkin, dan itu bukan hal yang mudah. Dan kita tentu tau sendiri bahwa tidak ada di dunia ini yang sempurna, maka orang perfect sering berbuah kekecewaan. Capek pikiran, juga capek fisik akibat dari itu semua. Namun demikian, orang perfect menganggap itu bukan hal yang salah, walau mungkin tampaknya seperti menyiksa diri, karena menuntut sesuatu secara berlebihan. Dan orang perfect selalu saja berbuat demikian, dalam setiap hal dan setiap waktu.

Walaupun begitu saya bukanlah orang yang berpikiran statis. Karena saya merasa ada yang kurang beres dalam jiwa perfect saya, maka lama-lama saya berusaha untuk mengubah hal-hal yang berakibat negatif. Hal-hal yang dapat merugikan jiwa dan fisik lalu berusaha saya kurangi, jadi saya mampu lebih nyaman menjalani aktivitas yang saya lakukan. Namun bukan berarti jiwa perfect itu saya hilangkan, karena bagaimanapun itu ada gunanya juga. Ada kalanya sesuatu hal membutuhkan pemikiran ke arah kesempurnaan, walaupun hasilnya tidak seperti itu. Dan pikiran perfect mampu menjadi pemacu untuk berbuat yang terbaik semampu kita. Kalau diibaratkan angka, bila kita ingin memberi target angka 10, maka bisa jadi kita mampu meraih angka 9. Namun bila kita hanya memberi target angka 7 maka kita hanya mampu meraih angka di bawah 7.

Mungkin terkadang sikap saya ini bisa dibilang keterlaluan karena masalha kecil pun terkadang saya permasalahkan ketika itu tak sesuai aturan. Kadang saya berfikir inilah salah satu sikap yang mendasar yang ada pada bangsa ini, mereka terkadang terlau ramah dengan terus menjunjung tinggi asas kekeluargaan. Ini emnag sangat baik, tapi terkdang kita juga harus cermat kapan kita harus berpatokan. Sesuatu yang besar itu diawlai dari seuatu yang kecil. Tak kan ada kata jika tak ada huruf dan tak kan ada kalimat tanpa kata.

Dibalik apapun yang saya tuliskan, saya selalu bilang saya siap menerima segala resiko dari apa yang saya lakukan, termasuk dibenci orang karena sikap saya. Saya rasa itu bukanlah masalah yang besar ketika itu nyaman bagi dia yang membenci saya dan saya merasa tak membuat maslah hanya karena saya dibenci satu orang. Saya juga berfikiran lebih baik saya dibenci dengan apa yang saya lakukan daripada saya dibanggakan tentang apa yang tak saya lakukan. Karena terkadang saya merasa saya tak melakukan sesuatu dengan baik dan itu biasa saja tapi orang – orang terkadang terlihat terlalu mengapresiasi saya. Walaupun saya sendiri juga orang yang mengharapkan sebuah apresiasi, tapi saya ingin apresiasi yang diberikan setara dengan apoa yang saya lakukan.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: