Alternatif = Solusi?


Alternatif merupakan suatu kata yang sering kita dengar, apalagi kalo lagi masa lebaran (mudik), pasti banyak yang membicarakannya. Alternatif merupakan pilihan ketika tak dapat menempuh sesuatu yang normal, tapi apakah dengan memilih alternatif akan menyelesaikan masalah dan menjadi sebuah solusi? Mungkin ini bukan lagi maslah jalur alternatif dalam mudik, ini lebih bersifat umum tentang sebuah kata alternatif. Ketika ada sebuah maslah tentunya kita akan menyampaikan masalah itu terhadap orang – orang terkait ataupun lembaga terkait. Namun terkadang kita tak mendapatakan respon yang bermakna dari orang atau lembaga tersebut. Oleh karena itu kita berusaha mencari jalan lain untuk tetap menyampaikan masalah tersebut dengan harapan akan tersampaikan kepada pihak yang kita tuju sebelumnya. Cara lain inilah yang saya sebut sebagai alternatif. Alternati disini bisa lebih spesifik ataupun lebih umum daripada jalur utama, tapi saya lebih tertarik membahas yang lebih bersifat lebih umum.

Ketika pengalaman membuktikan apa yang kita sampaikan tak mendapat tanggapan ketikan ditujukan secara khusus untuk ditujukan lagi secara umum, tentunya kita mencoba menyampaikan ke umumnya dulu dengan harapan tujuan khususnya akan tercapai karena khususnya tersebut masuk dalam umum. Tapi terkadang ini akan menimbulkan masalah karena sudah ditanggapi secara umum sebelum dikaji secara khusus. Tentunya hal ini yang biasa menjadi alternatif bukanlah sebuah solusi yang tepat walaupun menjadi jalan satu – satunya. Mungkin solusinya bukan memilih jalur alternati ini, tapi tetap menembus jalur utama dan tentunya dengan sedikit sentuhan untuk memodifikasinya. Dengan demikian tujuan akan tercapai dan kebiasaan pengalaman akan berkata lain. Ini merupakan sebuah pengalamn tersendiri bagi saya pribadi. Banyak maslah yang kita hadapai. Banyaknya masalah tersebut akan membuat kita lebih kreatif dan cerdas dalam berfikir mencari solusi, bukan mencari alternatif. Karena bagi saya alternatif bukanlah sebuah solusi walaupun alternatif bisa menjadi sebuah solusi.

Mungkin banyak orang yang bingung memahami apa yang saya tulis, tapi inilah gaya saya dalam menulis. Bahkan gaya ini mungkin saja terlihat dari aktivitas saya dalam berbicara, terlihat tak jelas tak terstruktur, walaupun saya termasuk orang yang teratur yang terstruktur (kata teman2 saya dan saya juga tentunya). Ini hanyalah media saya dan tak semua media cocok secara universal. Setiap orang punya standar tersendiri, tak terkecuali saya.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: