Renungan Yang Selalu Mengganjal


Menjadi bagian dari sebuah organisasi besar memang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, tapi kadang ada saja hal – hal yang selalu mengganjal. Dengan posisi yang cukup tinggi tanggung jawab tentu akan tinggi juga, itulah teorinya. Namun terkadang saya hanya merasa itu hanya sebagai sebuah teori yang tak pernah nyata dalam kenyataan. Dalam keberjalanan yang sudah setengah jalan ada hal – hal yang semakin menggebu untuk diungkapkan. Saya rasa ini sudah ada sejak dulu tapi tertutup oleh dominannya ambisi pribadi yang tertulis dalam ‘Ambisimu Melebihi Bakatmu’. Berikut adalah beberapa hal yang terus menjadi renungan saya selam hampir 6 bulan walaupun baru terasa selama 2 bulan terakhir.
Saya Tak Punya Pengalaman Berorganisasi.
Ini sudahlah jelas. Sejak SD, SMP, SMA< ataupun awal2 kuliah saya tak pernah punya pengalaman yang namanya berorganisasi. Apakah tak ada kesempatan? Entahlah, tapi saya rasa kesempatan itu selalu ada. Mungkin memang saya tak pernah berani untuk mencoba. Mungkin juga karena karakter saya yang tak mau ‘memulai’ kalau tak terpaksa. Bahkan sampai SMA bisa dibilang tak punya pengalaman sama sekali bahkan untuk menjadi staf sebuah divisi atau apapun itulah. Barulah ditingkat kuliah baru mengenal yang namanya kepanitiaan ataupun keorganisasian dan hanyalah sebatas menjadi staf. Samapai sekarang jabatan selain staf ya cuma satu ketua divisi, divisi kaderisasi di Perhimak Bandung, yang saya rasa masih merupakan organisasi yang prematur. Jadi bisa dibilang utnuk jabatan kadiv saya gak ada pengalaman sama sekali.
Saya Bukanlah Kalangan Orang Yang Akan Terlihat Aktif Untuk Berorganisasi.
Dari awal kuliah saya tak pernah punya niatan untuk aktif dalam sebuah organisasi. Karena orientasi saya sudah beda. Dulu, alasan masuk himpunan dan ikut kaderisasi adalah bisa terfasilitasi untuk urusan magang dan ngikut arus, hanya itu tak ada niatan lain.Bisa dilihatlah niali kaderisasi saya, semua BC, mulai dari antusias, semangat, dan lainnya. Bahkan, dalam menjalaninya saya tak paham apa yang saya dapet, bisa dibilang saya gak dapet esensi dari kadeisasi. Saya rasa itu hanyalah formalitas belaka.
Saya Bukanlah Orang Yang Berbasis.
Saya bukanlan orang yang suka bergerombol, tapi saya rasa ini bukan karena saya gak pengin tapi saya gak inisiatif. Jadi kalo gak ada yang ngajakin saya bergerombol, saya lebih milih ‘hidup sendiri’. Bahkan, kalo pun ada yang ngajak saya belum tentu mau. Mencalonkan diri sebagai seorang pemimpin, saya rasa basis merupakan hal yang sangat penting. Basis itu bisa berupa kelompok teman tertentu, fans / penggemar, ataupun apaun itulah. Hal ini gak pernah saya punyai. Basis ini lebih berhubungan dengan popularitas, kalau kita punya basis tentu kita akan lebih mudah dikenal orang. Ini terbukti lah, bahkan dulu ketika saya nyalon mungkin gak ada yang kenal saya walaupun itu hanya sebatas nama, apalagi muka dan karakter. Pasti lebih parah.
Saya Tak punya Sikap Yang Terlalu Mendukung (bukan tipe orang penuh wibawa)
Sikap merupakan salah satu elemen penting dalan seorang pemimpin. Saya rasa dari pendap[at teman2, saya buakanlan tipe orang yang berwibawa, saya lebih suka berbaur dengan semua orang tanpa peduli jabatan. Saya rasa ini menjadi kendala, apalagi untuk irang – orang yang bekum terlalu kita kenal. Ii apa sih? Pemimpin kok sikapnya gitu amat. Yah, tp berubah itu emang sulit, walaupun berubah itu wajar.
Saya menulis tulisan ini juga salah satu sikap pecundang dan pengecut saya atau mungkin orang lain akan bilang, dengan saya menulis ini berarti saya lebih buruk dari seorang pengecut san pecundang. Saya rasa saya sudah berfikir apa yang bakan terjadi ketika tulisan ini direspon oleh orang – irang tertentu. Tapi kemungkinan itu akan sangat kecil, ini sudah jelas terlihat dengan apa yang sudah terjadi 6 bulan ke belakang.
Saya Tak punya Perawakan Pemimpin
Kalau anda melihat saya dan menanyakan jabatan saya diorganisasi saya rasa Anda akan bertanya lagi kepada saya untuk memastikan apakah jawaban yang saya berikan adalah benar. Kalau nggak berani nanya langsung karena takut menghina, saya rasa Anda akan bertanya – tanya dalam hati, “Benar nggak sih Dia Wakil?” Saya rasa itu waja, dari segi tampang saya gak ada gambaran untuk punya jabatan yang lumayan penting. Hal ini bisa terlihat dari fakta – fakta yang saya alami sendiri :
– Dulu pas saya ikut forsil, dalam perjalanan ada anak himpunan lain yang sampai menanyakan 3 kali (ato mungkin lebih) apakah saya benar2 salah satu calon ketua.
– Pas masa – masa pendaftaran ada seorang pejabat himpunan yang nanya, “Kamu benar2 yakin mau nyalon Ketua? Bukan gara2 kumpul kemarin dan dipaksa kan?”
– Pas hearing ada yang bilang muka saya muka pelayan, walaupun pemimpin itu harus bisa sebagai ‘pelayan’
– Sekarang, pas udah jadi wakil, gak jarang orang yang bilang muka saya ‘melasi’, padahal kan kyang harus ‘dimelasi’ itu rakyatnya, dimelasi oleh pemimpinnya
Saya punya Karakter / pengalaman tak bisa bersatu dengan tipe orang yang sama
Kalau poin ini lebih bersifat pengalaman dan mungkin gak ada hubungannya dengan keorganisasian secara langsung. Ini lebih bersifat ke cara bergau dan bermasyarakat dalam kehidupan. Dulu saya punya teman yang karakternya mirip dengan saya, sama2 keras kepala dan gak mau ngalah, yang membedakan hanyalah saya lebih bisa melunak karena saya sadar saya ini siapa. Saya termasuk orang yang sangat peka (mudah mengalah) dengan keadaan,. Ketika saya pengin A tapi orang lain lebih terlihat ambisius untuk mendapatka A, saya akan minggir. Dulu di SMA saya punya teman yang seperti ini dan sekarang saya punya ‘teman’ yang seperti itu lagi. Pas SMA bisa dibilang pertemanannya berakhir tragis, entah apa yang akan terjadi dengan ‘pertemanan’ yang sekarang.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: