Sistem Ke-eksternal-an


Eksternal, sebuah kata yang sering kita dengar. Tak terkecuali dalam sebuah organisasi. Bagian eksternal tentunya adalah bagian yang mengurusi urusan luar atopun berhubungan dengan organisasi diluar organisasi itu sendiri. Terkadang tak banyak yang tertarik dengan dunia perpolitikan eksternal ini. Banyak orang yang hanya suka dengan kegiatannya, tapi mereka tak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam hal lebih mendasarnya.

Disini saya mencoba menganalisis keadaan disekitar saya dan tentunya sesuai pemikiran saya. Tentunya tak semua orang bakal setuju karena dunia ini tak akan pernah satu. Ini menyangkut organisasi yang saya ikuti tentunya sehingga saya lebih mengenal karakter mereka. Berbicara tentang organisasi yang saya ikuti ada mulai dari Perhimpunan Mahasiswa Kabubaten Kebumen di Bandung (Perhimak Bandung), HMF ‘Ars Praeparandi’ ITB, sampai  Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (Ismafarsi). Sudah barang tentu semua organisasi itu mempunyai urusan eksternal walaupun tak selamanya dinyatakan secara eksplisit. Namun dari organisasi – organisasi itu saya belajar, salah satunya adalah melalui tulisan ini.

Pertama, saya berbicara tentang Perhimak Bnadung. Disini urusan eksternal lebih berhun=bungan dengan alumni dan ikatan makasiswa dari kebumen di dareha lain, mulai yang dari UI (Perhimak UI), STAN (Pamakja), Jogja (Ikasma), dan lain sebagainya. Kalau disini saya melihat bahwa hubungan eksternal ini  langsung dipegang divisi – divisi yang terkait. Sebagai contoh Perhimak Bandung mengadakan program try out bagi anak – anak kebumen, panitianya lah yang langusng bertindak sebagai eksternalnya utnuk berkoordinasi secara langsung denagn anak – anak dari Jogja, Jakarta, Solo, dan lain sebagainya. Tentunya bukan hanya panitianya yang bergerak duluan, tapi diawali dari divisi terkait dan orang – orang terkait termasuk ketua. Jadi disini walaupun gak jelas tertulis secara legal tapi berjalan efektif. Mungkin karena ini juga organisasi kecil sehingga tak membutuhkan pengelompokkan yang lebih detail. Akan tetapi terkadang ini bisa menjadi inspirasi organisasi – organisasi yang lebih besar untuk lebih cekatan mengurusi eksternal agar lebih efisien sehingga manfaatnya benar – benar terasa.

Kedua, saya akan berbicara tentang Ismafarsi, mulai dari tingakt institusi sampai tingkat nasional, tentunya hanya berbekal apa yang saya tahu dan mungkin orang lain lebih tahu dari saya. Ismafarsi meripakan organisasi yang dihimpun dari institusi yang mempunyai prgram studi atau jurusan farmasi di seluruh Indonesia. Tentunya posisi / kedudukannya berbeda – beda disetiap institusi. Sebagai contoh di ITB, Ismafarsi berdiri sebagai divisi, dengan kata lain kalau BP bertanggung jawab langsung / penuh. Adapun di Unpad, Ismafarsi berdiri sebagai badan semi otonom, mereka bisa dikatakan lepas dari BEM, berdiri secara mandiri dengan kegiatan masing – masing. Adapun dibeberapa institusi  lain ada yang berdiri sebagai organisasi tertinggi, shingga mempuanyai kewenangan penuh terhadap pergerakannya.

Tentunya sistem – sitem diatas mempunyai kelebihan tersendiri sehingga dipilih untuk diterapkan dimasing – masing institusi. Saya rasa saya tak cukup tahu kelebihan – kelebihan tersebut, tetapi saya berusaha menuangkan apa yang saya ketahui walaupun tak utuh. Dengan sistem di ITB semua anggota HMF terjamin keanggotaannya secara utuh walaupun loyalitas kurang karena adanya persepsi hanya menjadi tugas divisi yang anggotanya dibatasi. Kalau sistem Unpad akan memberikan efek loyalitas yang tinggi karena orang – orangnya memilih atas nama hati dan memiliki kewenangan tersendiri untuk membuat kebijakan terkait kemajuan ismafarsi mereka. Adapun di institusi lain, mereka memiliki peluang lebih untuk eksis secara organisasi karena merekalah pioner di institusi mereka. Apaun loyalitasnya bisa lebih bagus ataupun lebih jelek, tergantung proses kaderisasinya.

 Kalau bicara urusan eksternal di Ismafarsi, mungkin juga akan berbeda mulai dari tingkat institusi, wilayah,  sampai nasional. Kalau tingakt institusi tentunya saya akan lebih berbicara mengenai kondisi di ITB, disini kan sebagai divisi yang biasanya bermain dalam pendelegasian dan per-humas-an dalam pertukaran informasi. Akan tetapi frame tentang ismafarsi sebagai divisi terkadang menurut saya sangat menganggu sistem untuk berjalan menuju ideal. Semua orang akan berkata,  “Itu kan tugas divisi mereka!”. Kata – kata ini dulu sangat terasa tapi mulai surut. Hal ini terlihat dari pendelegasian acara terdekat yaitu PIMFI (Juli 2011). Jumlah delegasi menyentuh angka 20 lebih, ini dalah sebuah kejadian luar biasa. Apresiasi tinggi patut saya berikan untuk bidang eksternal BP sekarang (Bidang Hubungan Nasioanal dan Internasional), untuk direktur dan general manager ismafarsinya, dan tentunya untuk massa HMF yang terus mendukung. Saya berharap ini hanya akan menjadi permulaan buakan sebuah puncak. Sistem seperti yang di ITB tentunya kalau berjalan dengan baik akan menjadi sebuah sistem yang sempurna. Tapi terkadang saya berfikir untuk mengubahnya tapi nanti saya bahas diparagraf selanjutnya untuk lebih jelasnya. Hal yang terus – menerus susah untuk diperbaiki adalah kalau ada jobdes dari wilayah, disini akan jelas terlihat bagaimana sisi negatifnya sistem ini (paling tidak ini yang saya rasakan sampai saat ini). Terkadang inilah yang akan menjadi sebauh keluhan, apalagi kalau dibilang semua anggota HMF adalah anggota ismafarsi, tapi nyatanya yang bekerja adalah anggota divisi bukan lagi anggota ismafarsi. Mungkin ini sudah menjadi suatu hak yang biasa karena acara – acara divisi lain juga hanya dikerjakan oleh anggota divisi mereka. Inilah yang sebenarnya saya pengin ubah, bukan hanya di Ismafarsi tapi secara keseluruhan sehingga organisasi ini dapat terintregasikan secara utuh dan memberikan manfaat yang terasa bagi anggotanya.

Berbicara urusan eksternal Ismafarsi wilayah, saya juga akan berbicara mengenai wilayah Bandung Raya, karena disitulah saya berdomisili. Disini urusan eksternal juga dijalankan secara tidak langsung karena diperankan masing – masing divisi. Mungkin bisa diambil contoh, kemarin dalam rangka peringatan Word No Tobaco Day, dimana kita bekerja bersama dengan organisasi lain seperti JMKI, ISMKI, CIMSA, dan lainnya. Disitu terlihat jelas bagaimana sistem ke-eksternal-an Ismafarsi wilayah berjalan. Akan tetapi kelemahan juga akan muncul karena jika pengawasan tak dilakuakn secara utuh. Hal ini juga terlihat bagaimana sistem itu berjala. Namun sistem ini sebenarnya tetep bisa berjalan dengan baik jika pengawasan dilakukan dengan baik pula dari divisi terkait dan tentunya dari sang jenderal.

Adapun urusan eksternal nasioanal mungkin ada sedikit unik karena saya lihat ada yang diperankan oleh staf ahli (semacam divisi) dan ada pula yang diperankan oleh divisi lain yang terkait. Mungkin apa yang saya tahu ini tak sepenuhnya benar karena saya hanya sebagai pemantau yang tak tahu secara langsung.

Ketiga, saya ingin berbicara mengenai HMF, disini dalam beberapa tahun terakhir dikenal adanya Bidang Eksternal yang tentunya mengurusi urusan eksternalnya mulai dari urusan alumni sampai organisasi – organisasi yang diikuti (ISMAFARSI, JMKI, IPSF). Adapun eksternal kampus terbilang tak menentu, dalam 2 tahun terakhir masuk dalam internal sedangkan 1 tahun sebelumnya lagi termasuk dalam bidang sendiri. Saya rasa banyak pertimbangan yang saya tak tahu tapi menurut saya ada yang perlu diubah karena dalam beberapa tahun ini yang saya tahu masalahnya tetap sama, tak pernah ditemukan titik temunya, yaitu internalisasi eksternal.

Masalah internal yang pertama adalah eksternal yang berhubungan dengan luar kampus. Selama ini pernyataan yang berlaku adalah “SEMUA ANGGOTA HMF ADALAH ANGGOTA ISMAFARSI,JMKI, DAN IPSF”.  Secara ideal kita punya massa yang banyak untuk menjalankan peran disitu, tapi nyatanya tak kan pernah ideal. Mungkin beberapa anak sudah mulai merasa ada yang salah dengan sistem ini, bahkan mulai ada yang mewacanakan terbentuknya Badan Semi Otonom (BSO) untuk bidang eksternal. Seperti yang ada dalam beberapa universitas, sehingga diharapkan memiliki basis massa yang kuat. Ketika wacana ini muncul. Saya adalah orang yang termasuk menentangnya secara langsung. Kenapa saya menolak, karena saya berfikir itu bukan solusi karena BSO di HMF bisa dibilang seperti organisasi lain, HMF sendiri terlihat gak mau ambil bagian dan tak mau mengurusinya. Mungkin memang seperti itu, mungkin saya gak tahu mekanismenya. Apapun itu. Saya rasa untuk saat ini tak mungkin itu dilakukan.

Saya menolak tentunya saya juga menawarkan solusi. Solusi ini bisa dibilang ditengah – tengah antara BSO dan sistem terdahulu. Saya ingin ada orang – orang loyal dan saya pun ingin semua massa HMF ambil peran dalam bidang eksternal. Tentunya ini diikuti dengan perubahan struktur, semua divisi Ismafarsi, JMKI, IPSF saya lebur jadi satu divisi. Mungkin hal pertama yang terlintas dalam benak teman – teman adalah makin berkurang dong yang berkontribusi, kan selama ini berasal dari anggota divisi, apakah anggotanya bakal dilebihkan? Benar, itu yang selama ini terjadi, tapi saya tak berharap itu terjadi lagi. Saya pengin buat sesuatu yang beda, selama ini mungkin agak terjadi kesenjangan divisi, saya mencoba untuk menyamaratakannya. Selain itu, sistem semi BSO saya terapkan disini, semua anggota HMF akan saya bagi dalam 3 organisasi tersebut dipimpin 3-4 orang dalam dari divisi.

Itulah gambaran saya mengenai beberapa pemikiran tentang eksternal yang pada awalnya ingin saya jadikan prioritas. Sebenarnya tak rumit, hanya sistem lama yang dipersempit secara struktural dan diperluas dengan jelas secara basis massa. Sebenarnya ini juga tak akan berhasil kalau tak ada dukungan, tapi setidaknya ini akan lebih bisa memetakan basis massa sehingga orang bisa fokus terhadap apa yang mereka minati.

 

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: