Saya Lebih Labil?


Dulu, pernah ada yang berharap bahwa saya bisa jadi stabilator buat orang – orang ‘labil’ disekitar saya. Namun, melihat sikap – sikap yang saya tunjukkan sampai saat ini, saya merasa saya lah yang seharusnya perlu orang yang bisa menyetabilkan saya terlebih dahulu. Harapan seseorang tersebut sesungguhnya sangat beralasan dan mendasar dengan melihat kondisi saat itu. Sebenarnya bukan mereka (yang perlu distabilkan) yang bermasalah, tapi mungkin saya sendiri yang bermasalah, saya cenderung terbawa arus sehingga terkesan jauh lebih labil dari mereka.

Mungkin sekarang banyak yang memperbincangkan saya bahwa saya lebih labil. Kalaupun itu benar, mungkin itu tak saya pungkiri. Hal ini mungkin saja terjadi karena saya adalah orang baru dengan karakter yang berbeda dari yang lain. Saya merasa saya tak dapat menyatu dengan tetap membawa jati diri, tapi saya cenderu menyatu dengan ikut melebur.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: