Kilas Balik Zaman di Pesantren


Pesantren adalah tempat belajar, khususnya belajar tentang ilmu agama dan tentunya kalian tahu itu. Pesantren tempat saya mengaji adalah Pesantren Al Huda, Jetis, Kutosari, Kebumen. Saya sendiri cukup lama berada di pesantren,kurang lebih sekitar 6 tahun, di mulai sejak masuk SMP sampai tamat SMA. Di pesantren saya hanya belajar agama saja, tidak beserta sekolahnya karena saya sekolah di SMP dan SMA negeri di kota saya, yang kebetulan dekat dengan pesantren. Pesantren pun ketikan saya nyantri disana belum memiliki sekolah formal seperti sekarang ini.

Alasan saya masuk pesantren adalah disuruh orang tua dan saya sendiri tak tahu menahu kenapa memilih pesantren tersebut. Yang saya tahu dulu anak pakde saya nyantri disitu, trus adik bapak saya juga nyantri disitu, dan anak bulek saya juga nyantri disitu. Mungkin karena aasan – alasan itulah saya juga dimasukkan ke pesantren tersebut. Pesantren ini merupakan pesantren terbesar dikota Kebumen. Pesantren ini juga masuk jajaran pesantren terbaik serta terkenal dengan peraturan – peraturan yang ketat. Sebagai contoh, berikut adalah beberapa peraturan dipesantren :

  • Santri lelaki dilarang bertemu santri perempuan kecuali diruang khusus yang telah disediakan.
  • Santri dilarang membawa alat komunikasi.
  • Santri dilarang menonton TV karena memang dipesantren pun gak ada TV.
  • Santri harus selalu menutup aurat, walaupun sedang bersantai ria.
  • Santri harus wajib ikut sholat tahajud dalam malam yang telah ditentukan.
  • Santri yang diperbolehkan merokok hanya santri yang benar – benar nyantri (tidak sambil menempuh pendidikan formal).
  • Santri dilarang menonton segala jenis hiburan dalam bentuk apapun walaupun dalam masa libur (padahal pesantren berada ditengah kota, dekat dengan alun – alun kota).
  • Santri yang hendak pulang harus ijin, biasanya dalam rentang 1 bulan hanya diberi ijin satu hari.
  • Santri harus mengikuti segala bentuk kegiatan.
  • Setiap santri yang keluar pesantren harus ijin dan tetap memakai atribut santri.
  • Santri harus bangun sebelum subuh dan wajib sholat berjamaah dimushola.
  • Setiap pelanggaran dikenakan hukuman.

Kegiatan dipesantren juga terbialng sangat padat, kegiatan dalam sehari dimulai dari pengajian pagi habis shubuh dengan mengaji tartil, dilanjutkan habis ashar dengan pengajian madrasah, dilanjutkan habis maghrib dengan pengajian nahwu, dan dilanjutkan lagi abis ‘isya dengan pengajian shorof. Jadi bisa dibilang dimulai bangun jam 04.00 sampai 22.00. belum lagi dengan diharuskan menghapal semua materi pengajiannya, baik untuk pengajian habis shubuh, habis maghrib, ataupun habis ‘isya.

Dulu ketika saya masih SMP, saya masih sangat mengutamakan pesantren, saya pernah melepas les hanya karena gak sanggup membagi waktu dengan pesantren. Setiap pulang sekolah saya langsung pulang ke pesantren. Seakan – akan saya tak peduli dengan apa yang terjadi disekolah, yang penting datang terus. Ketika mulai SMA saya mulai memperhitungkan sekolah, tapi disini bukan karena sekolah semata tapi lebih karena sudah mengenal lebih jauh karakter pesantren dan karakter orang – orangnya sehingga bila ada kesempatan bisa menghindari kegiatan – kegiatan pesantren bila males.

Selain kegiatan mengaji, masih banyak kegiatan yag bisa dilakukan dipesantren, misal belajar berbicara didepan umum dengan pidato, belajar memasak, olahraga rutin, pengajian triwulan dengan pergi ke daerah lain, khoul pendiri pesantren tiap tahun, sampai khtaman yang dilaksanakan 4 taun sekali. Untuk khataman sendiri saya sudah menjalaninya selama 2 kali, yaitu khataman murodhan dan khataman alfiyah ibnu malik. Khataman alfiyah ibnu malik merupakan khataman tingkat tertinggi yang ada di pesantren.

Banyak suka duka ketika hidup di pesantren, banyak hal positi pula yang bisa diambil. Hal – hal positif tersebuta adalah kita bisa belajar mandirijauh dari orang tua, belajar disiplin dengan ketatnya peraturan, bisa dapat teman dari seluruh Indonesia karena kebetulan pesantren Al Huda sudah punya nama tersendiri, bisa lebih menghargai waktu dan ilmu, dan masih banyak hal lain yang sangat – sangat positi. Tentu saja tak ada yang sempurna di dunia ini, tetap aja ada hal negatif yang didapat. Hal negatif yang saya dapat adalah saya terkadang bersikap apatis ketika tidak sesuai dengan sesuatu yang saya pikirkan. Sebenarnya ini tak negatif – negatif amat karena dengan sikap seperti itu menunjukkan bahwa kita teguh terhadap pendirian kita. Apaun itu, saya tetap bangga pernah menjalani hidup di pesantren.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: