Notulensi Hearing 2 ‘Inovasi dan Struktur Organisasi’ dari Caketum no. 3 – Lugas, tegas, pas…(AsAsAs)


Ini adalah lanjutan post sebelumnya, masih seputar tentang pemilu HMF ‘Arspraeparandi’ ITB, dimana karir saya didunia keorganisasian kampus mulai berkembang.

Struktur Organisasi

Struktur yang kami tawarkan adalah Ketua dengan dibantu 6 bidang sebagai berikut :

  • Kesekjenan

– SekUm :kesekretariatan (surat menyurat)

– Keuangan :bendahara dankoordinator pencarian dana

– BRT :koordinator kenyamanan sekre serta perawatan dan pengadaan aset HMF

  • Internal

– Kerohanian :koordinasi hubungan

– OMG :koordinator acara kekeluargaan, olahraga, minat lain

– Internal Kampus :koordinator hubungan dengan KM, Himp lain, kunjungnan luar

  • Eksternal

– IPSF : koordinator pendelegasian dan peranan aktif anggota

– JMKI : koordinator pendelegasian dan peranan aktif anggota

– Ismafarsi :koordinator pendelegasian dan peranan aktif anggota

– IA :koordinator database, pertemuan alumni, humas ke alumni,

  • Akademik dan Keprofesian

– Farmastudy = akademik :koordinasi tutorial, pengelolaan perpus, PKM, terjemah buku, perwakilan lomba

– Farmashare = koordinasi pengabdian masyarakat :follow up Fardes, pembinaan pantai asuhan

– Farmacare = workshop kefarmasian

  • Komunikasi dan Informasi

Sebagai sarana penginformasian segala informasi dan kegiatan baik dari HMF, SF, Kampus, maupun luar

  • Pengembangan Organisasi

– PSDA = kaderisai

– MSDP = pengkaderan pengurus misal, tapsus

– LitBang = mengkaji masalah mendasar di HMF : kajian AD/ART dan peraturan khusus untuk BS

Inovasi

  • Struktur

– Kesekjenan :sebagai ketua bidang dan wakil

– Keuangan :gabungan bendahara dan BU, bukan penghilangan BU tapi mempermudah koordinasi

– Farmastudy :gabungan Farmastudy dan Farmaristek, kedekatan proker

– Komunikasi dan Informasi :dijadikan bidang agar bisa lebih maksimal

– MSDP :gabungan mandita dan mayapada, kedekata proker

– Litbang :pengganti Inspira

  • Non Struktur

Disini saya lebih menawarkan perubahan secara mendasar, bukan secara struktural. Saya lebih menekankan untuk pembenahan proker2 yang dijalankan ditiap2 bidang maupun divisi. Sebagai contoh saya menginginkan proses kaderisasi yang tidak instan yang lebih memberikan sehingga diharapkan hasilnya juga bertahan lama. Kaderisasi merupakan hal yang sangat mendasar utnuk membangun karakter seseorang dan saya merasa pembangunan karakter yang kuat tidak bisa hanya dilakukan dalam waktu satu / dua minggu saja. Selain itu, untuk menunjang bidang eksternal saya menginginkan pada proses inisiasi sudah ditanamkan informasi – informasi tentang eksternal. Informasi disini buaka informasi tentang keorganisasian di eksterna itu sendiri, tapi informasi yang lebih mengarah ke masalah – masalah keprofesian kita. Dengan demikian mereka akan lebih siap jika nantinya tertarik untuk ikut berperan aktif di eksternal itu sendiri. Lalu, untuk menunjang visi saya ‘satu kesatuan organisasi yang terintregasikan secara untuh’ saya menginginkan adanya penumbuhan loyalitas untuk HMF. Jadi saya menginginkan adanya ketegasan di proses kaderisasi itu sendiri, apakah setiap calon anggota baru itu layak menjadi anggota aktif. Mungkin untuk hal ini banyak orang yang menganggap hal tersebut membatasi peluang seseorang untuk ikut berpartisipsi aktif, tapi disini saya tekankan lagi bahwa mereka semua bisa berperan aktif tanpa harus menjadi anggota aktif ataupun BP. Hal ini dikarenakan kita tidak mengenal adanya non-himp, jadi semua anggota, baik aktif maupun pasif, masih dapat merasakan manfaat yang terasa sesuai proporsi mereka masing – masing.

Mungkin dalam pemaparan di hearing kemari saya kurang menyampaikan. Sebenarnya saya lebih menginginkan teman2 lebih menggali dari saya, tapi kenyataan berkata lain.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Pandangan terhadap keprofesian, peran, posisi, kondisi?sejauh mana minat massa himpunan?

Posisi keprofesian sangatlah penting, dimana hai ini didasarkan pada asas kemahasiswaan dan kefarmasian. Peran keprofesian untuk mengenalkan profesi kita kepada masyarakat, misal dengan adanya pengmas. Kondisi keprofesian sendiri sudah bagus, kita hanya perlu menjaga dan lebih mengoptimalkan SDM yang ada untuk lebih bergerak terutama dengan mengoptimal kan peran Kominfo untuk publikasi.

Yang saya tahu minat massa himpunan sangat besar hal ini saya lihat dari cerita dari teman – teman saya. Selain itu, sebagai contoh di Fardes kemarin banyak yang mengatakan mereka sangat antusias melanjutkan melalui Follow up yang akan dijalankan. Yang saya sayangkan adalah belum semua anggota bisa merasakan manfaat yang terasa dari keprofesian ini. Perkiraan saya adalah tidak semua anggota tahu bahwa kita melaksanakan beberapa program keprofesian, misal adanya pembinaan pantai asuhan. Oleh karena itu, dengan adanya Kominfo yang saya jadikan satu bidang bisa maksimal untuk memberikan informasi.

2. Inovasi pengmas biar bisa diingat, manfaat bagi peserta apa cuma pengalaman doang?Koordinasi Kominfo gmn?

Kalo maslah biar bisa diingat adalah keberlanjutan acara pengmas itu sendiri, keberlanjutan ini berlanjut sampai adnya perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan awal. Disini yang lebih dicari adalah bukan hanya pengalaman saja. Hal ini bisa dilihat dari salah satu pengmas yang sudah kita lakukan sebelumnya, yaitu Fardes dimana kita memberikan materi yang akan disampaikan yang tentunya bermanfaat juga bagi peserta. Selain itu, mereka langsung terjun dan tinggal di desa sehingga bisa merasakan sebagai rakyat biasa, sebagai rakyat biasa, dimana apabila kita nantinya menjadi seoarang pemimpin, seorang petinggi ataupun pejabat pemerintah kita bisa memberikan kebijakan2 yang baik dan bijaksana.

Untuk koordinasi kominfo dari divisi lain dilakukan dengan koordinasi dulu dengan ketua bidangnya yang kemudian ketua bidangnya itu menyampaikan ke bidang kominfo. Kalo untuk koordinasi ke ketua bisa dilakuakn langsung. Hal ini berlaku untuk hubungn informasi keluar dan ke dalam.

3. Dasar penyusunan struktur apa? Bagaimana koordinasinya dg promotor dan tim sukses?peran kesekjenan?

Penyusunan ini berdasarkan pembelajaran dr struktur sebelumnya dan disesuaikan dg visi yang saya bawa serta sedikit dari himp lain, dan dikoordinasikan dg promotor dan tim sukses.

Kesekjenan berfungsi sebagai ketua bidang dan wakil ketua jika ketua berhalangan.

4. Keprofesian dan potensi penting gak?pendataan skill, pelatihan?

Keprofesian sangatlah penting sebagai jati diri kita, begitu jg potensi juga mrpkn hal yg penting krn salah satu fungsi keorganisasian sbg wadah menumbuhkan dan mengaplikasikan potensi seseorang. Pendataan potensi sebenarnya sudah ada, misal pendataan dari amerta di kaderisasi PABA tapi pemaksimalannya data trsbt yang belum terlalu terlihat. Masalah pelatihan saya rasa sudah bisa ditampung dengan oleh divisi yang ada, misal di bidang keprofesian, seperti adanya TKP untuk persiapan PCE, olahraga yang dengan ada OMG, kewirausahaan dg adanya div keuangan.

5. Pendelegasian penting gak?internalisasi eksternal gmn?dananya gmn?

Pendelegasian mrpkn hal yg sangat penting, karena dg adanya pendelegasian ini kita bisa mendapatkan informasi yg berkembang diluar terutama masalah keprofesian. Selain itu kita jg bisa belajar keorganisasian yang berkembang diluar. Disini saya jg menekankan bkn hanya pendelegasian tapi jg peranan kita dengan adanya pendelegasian itu.

Eksternalisasi yg dilakukan dg audiensi mungkin memang belum berjalan optimal. Oleh krn itu saya jg menekankan bahwa pendelegasian itu bukan hanya milik eksternal, tp milik kita semua, semua anggota HMF sehingga bisa lebih menyeluruh. Selain itu, kita bisa memaksimalkan berbagai media baik itu slebaran, mading, dunia maya maupun informasi dari mulut ke mulut.

Salh satu kendala pendelegasian mungkin mslh dana, disini mungkin bisa kita alokasikan dana dari himp yang bisa berasal dana mandiri, sponsor, ataupun SF, yang nantinya bisa dimaksimalkan lagi. Mungkin kita lebih memberikan informasi ttg kemanfaatan pendelegasian terhadap pihak –pihak yang terkait.

7. pertanyaan sisa dengan jawaban singkat

a. apakah setuju dengan sentralisasi dana? setuju

b. Klo tidak menang mau apa? berkontribusi, membawa perbhn untuk 1 tujuan, HMF yg lebih baik

c. arahan kaderisasi? tidak instan, penerapan karakter berdasarkan 4 asas HMF

d. inkam padat, bgmn klo ada pembagian kerja? setuju

e. setujukah dengan aksi demo? tergantung bentuk demonya, kekerasan tidak setuju

f. Kahim itu apa? pemimpin dan panutan, uswatun hasanah

g.image HMF di kampus?banyak wanita, baik, berbasis kesehatan –> tonjolkan kita sbg mahasiswa berbasis kesehatan

h. PCE diperebutkan, bgmn tanggapannya? biarkan saja, tunjukkan dan berikan yang terbaik saja.

Saya maju berdiri disini bukan untuk menjadi pemenang.

Saya berdiri disini meluruskan niat, hanya memaksimalkan usaha dan ikhtiar.

Usaha dan ikhtiar untuk memberikan gambaran.

Gambaran Visi Misi untuk satu tujuan.

HMF yang lebih baik!!!!

Jika kalian merasa saya layak untuk memimpin, pilihlah saya!

Setelah diri kalian yakin, jangan ragu untuk menyakinkan teman kalian!

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: