Kontradiksi Dalam Sebuah Idealisme


Berikut merupakan beberapa poin – poin yang terjadi disekitar saya dan menurut saya memperlihatkan adanya kontradiksi antara apa pernyataan dan tindakan. Mungkin disini perlu dipahami secara baik – baik dan ketika menemukan ada kejanggalan dengan apa yang saya tulis. Ini adalah murni hasil pemikiran saya dan mungkin saja dalam penyajiannya kurang enak untuk langsung dipahami walaupun mempunyai maksud yang mungkin akan Anda sadari kemudian. Poin – poin ini berkaitan dengan masalah RA yang sedang terjadi di himpunan tercinta saya.

Di satu sisi sebagian besar orang bilang bahwa mereka gak dateng RA (Rapat Anggota) karena publikasi dan pensuasanaan betapa pentingnya RA (belum tercerdaskan).

Kenyataannya, banyak juga yang bilang bahwa gak ada esensinya dateng RA, mereka bilang, “Ngapain dateng RA? Paling juga cuma duduk dan dengerin orang ngomong doang. kaya gak ada kerjaan lain aja?”

Di satu sisi sebagian besar orang bilang bahwa mereka gak dateng RA (Rapat Anggota) karena publikasi dan pensuasanaan betapa pentingnya RA (belum tercerdaskan).

Kenyataannya, banyak acara besar himpuna yang sudah dipublikasikan secara gencar – gencaran dan tentunya juga dibarengi dengan pencerdasan tentang pentingnya acara tersebut. Sebut saja acara Fardes, PCE, rangkaian Pemilu, dan yang terbaru adalah Farmadays. Apakah kalian semua peduli dengan acara tersebut? Saya masih ingat betul betapa susahnya mencari peserta Fardes, betapa susahnya menjaga komitmen panitia, bahkan seorang kadiv juga rela meninggalkan kerjaannya demi kegiatan lain. Saya ingat betul juga bagaimana susahnya menjaga komitmen panitia Farmadays walaupun setiap ada kesempatan selalu ditekankan esensi acara tersebut. Panitia juga kesusahan menarik massa himpunan untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, walaupun katanya acara tersebut acara himpunan. Saya juga teringat bagaiman PCE tahun kemarin betapa berantakannya karena tak ada kepedulian dari massa kampus maupun patitia. dari acara – acara tersebut hanya ‘aktivis’ doang yang bergerak. Coba Anda pikir sedikit!

Anda bilang kerja keras satu tahun Anda gak dihargai hanya gak dateng RA doang?

Siapa bilang gak dihargai, buktinya hari kedua RA kemarin kami memperhitungkanorang – orang yang gak hadir RA dengan alasan yang jelas untuk diperhitungkan dalam kuorum. Kemarin udah dapet surat undangan? Kemarin udah dapat jarkom? Kemarin udah dapet pemberitahuan lainnya? Konfirm gak? Gak disuruh? Gak tahu harus konfirm ke siapa? Cerdaslah! Sadarlah! Inisiatif!

Anda bilang kita harus lihat REALITA, gak hanya berpatokan ke IDEALIS semata?

Kenyataannya, Anda tahu gak REALITA-nya RA itu kuorumnya 2/3 anggota??? 2/3 memang IDEALIS tapi itu juga REALITA yang ada, kawan! Kalau jadi mahasiswa saja sudah gak IDEALIS, mau dibawa kemana nasib bangsa ini, dimana kalianlah BIBIT – BIBIT pemimpin bangsa ini?

Anda bilang 2/3 anggota sudah gak relevan dengan kondisi sekarang?

Kenyataannya, Anda tahu gak gimanacara ngerubahnya? Dateng RA kan? Yaudah, yuk dateng RA, suarakan pendapat kalian karena RA lah tempat kalian bersuara dan semua hal diputuskan secara tertinggi.

Anda bilang ancaman dan tekanan gak akan bisa merubah keadaan?

Kenyataannya, kalian diperlakuakn dibawah tekanan dan ancaman ketika pekan kaderisasi, Andar sadar kan? Kenyataannya kalian tetep nurut – nurut aja kan?

Mungkin semua pernyataan diatas hanya sebatascerminan untuk kita semua. Jawabannya kembali ke pribadi kita masing – masing. Semua itu hanyalah hasil pemikiran saya pribadi yang tentunya kalian sudah cukup kenal dengan karakter saya. Namun tentunya saya juga punya alasan kuat sampai menulis tulisan ini, jadi ketika ada yang berbeda pendapat mari kita diskusikan bersama!

Semua tulisan diatas berasal dari realita yang ada disekitar saya. Banyak massa himpunan yang menyuarakannya. Apakah apa yang mereka utarakan hanya ‘sebatas’ alasan untuk cari mana? Entahlah, mungkin cuma mereka yang tahu. Namun, yang perlu kita soroti adalah bagaiman cara kita benra – benar mencari alasan logis yang menurut khalayak umum bisa diteriam dengan catatan banyak diterima h=juga oleh masing – maisng pribadi. Menurut pantauan saya, masih banyak alasan yang terlalu mengada – ada, kenapa? Karena saya juga termasuk orang – orang yang suka cari celah untuk mencari alasan logis ketika saya membuat kesalahan. Jadi saya tahu betul bagaimana mekanisme disini yang terjadi.

Mari kawan! Suarakan pendapoat kalian! jangan pernah takut untuk melakukan perubahan! Kita tahu bersama bahwa untuk perubahan perlu pengorbana, jangan sampai kita berani menukar idealisme kita hanya untuk cari pencitraan belaka! 

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: