56 Tahun Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Berkibar


Hari ini, Kamis, 22 Desember 2011 tepat sudah Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) telah berkibar. ISMAFARSI merupakan sebuah organasasi besar dengan jumlah yang melimpah dari seluruh Indonesia. Dalam perjalanannya yang menginjak usianya yang ke 56 ini banyak hal yang sudah terjadi yang bisa terrangkum dalam sejarahnya. Dari awal sejarahnya terlihat bahwa banyak hal yang telah dilakukan organisasi ini. Salah satunya adalah peran ISMAFARSI yang sangat terasa dalam kesertaannya menentukan nasib dunia kesehatan di Indonesia dimana ISMAFARSI yang dulu bernama MAFARSI diikutkan dalam perencanaan undang – undang dalam bangsa ini. Hal tersebut merupakan suatu bukti bahwa ISMAFARSI merupakan organisasi yang luar biasa.  Sekarang apa yang dilakukan oleh organisasi ini? Itulah pertanyaan yang harus kita jawab. Sudah tentu yang kita pikirkan secara ideal adalah kita bisa berbuat lebih dari apa yang telah dilakukan oleh pendahulu – pendahulu kita.

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang apa yang dilakukan ISMAFARSI dalam perkembangannya menuju usianya yang ke 56 ini ada baiknya kita juga melihat landasan hukum yang ada, yaitu AD/ART. Dalam Anggaran Dasar ISMAFARSI Bab III Tujuan dan Usaha, Pasal 6, tertulis bahwa :

Organisasi ini bertujuan mewujudkan lembaga eksekutif mahasiswa secara khususnya dan mahasiswa farmasi pada umumnya yang bertanggung jawab, sadar dan mampu dalam menjunjung tinggi norma dan etika profesi farmasi.

Dari tujuan yang dianut sekarang jelas terlihat bahwa organisasi ini mempunyai tujuan yang mulia untuk turut serta membentuk kader – kadernya menjadi seorang farmasis yang bertanggung jawab dan beretika profesi. Tentu saja hal ini dibarengi dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan. Ada Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS), Pekan Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (PIMFI), Pra Musyawarah Nasional (PRAMUNAS), dan Musyarah Nasional (MUNAS) yang selalu diagendakan secara rutin, dimana momen – momen tersebut merupakan tempat berkumpulnya kader – kader dari Indonesia. Banyak hal yang dilakukan dalam acara – acara tersebut yang mana selalu diisi dengan pencerdasan diberbagai bidang, hampir bisa dipastikan bahwa setiap acara tersebut menyajikan seminar yang menghadirkan tokoh – tokoh farmasi baik dari Indonesia maupu luar negeri. Selain itu, ada acara PIMFI yang memacu kecerdasan mahasiswa farmasi dengan berbagai lomba yang diadakan. Selebihnya, ada acara Latihan Kepemimpinan tingkat 3 (LK 3) yang disisipkan dalam dalam PRAMUNAS. LK 3 merupakan sebuah rangkaian kaderisasi tingkat nasional dimana diharapkan bisa membentuk kader – kader yang bisa menunjang tercapainya tujuan ISMAFARSI sebagaimana tercantum dalam anggaran dasar ISMAFARSI diatas. Adapun acara RAKERNAS, PRAMUNAS, dan MUNAS lebih digunakan untuk membahas kondisi internal organisasi tersebut, dimana secara tidak langsung hal tersebut juga turut membentuk karakter kader ISMAFARSI melalui berbagai rapat dan pembahasannya yang dilakukan.

Dalam hal keanggotaannya juga diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ISMAFARSI Bab I Keanggotaan, Pasal 1 yang menyatakan bahwa :

Anggota ISMAFARSI adalah Lembaga Mahasiswa Farmasi Strata 1 Perguruan Tinggi di Indonesia yang ditetapkan dalam MUNAS atau Sidang Khusus penetapan anggota yang dilaksanakan dalam setiap kegiatan nasional ISMAFARSI.

Dalam kalimat tersebut jelas dinyatakan bahwa banyak anggota ISMAFARSI yang seharusnya ikut menjadi sasaran dari tujuan organisasi ini. Semua anggota dari lembaga mahasiswa farmasi S1 yang terdaftar harus turut serta terbina oleh ISMAFARSI menjadi Farmasis yang bertanggung jawab dan beretika farmasi.

Namun apakah semua acara yang diadakan rutin secara nasional bisa menjadi terasa untuk seluruh anggota yang jumlahnya ribuan? Tentu saja tidak semudah itu dalam memfasilitasi. Oleh karena itu, dalam Anggaran Rumah Tangga ISMAFARSI Bab VIII Komisariat dan Komisaris, ada pasal – pasal yang mengatur adanya sebuah komisaiat, dimana dinyatakan sebagai berikut :

Pasal 26

Komisariat adalah badan otonom atau badan semiotonom atau merupakan bagian dari Lembaga EksekutifMahasiswa anggota ISMAFARSI yang dipimpin oleh komisaris

Pasal 27

1.  Tugas dan wewenang

1.1  Komisaris merupakan penanggung jawab ISMAFARSI di tingkat komisariat

1.2  Melakukan koordinasi terpadu dengan seluruh komisariat

1.3  Komisaris memiliki otoritas dan otonomi dalam hal kegiatan

1.4  Komisaris bertugas membantu Sekretaris Jendral dalam mengkoordinasikan pelaksanaan GBHO

2.  Pertanggungjawaban

2.1  Komisaris bertanggung jawab kepada Ketua Lembaga Eksekutif Mahasiswa farmasi yang bersangkutan atau mahasiswa farmasi di Institusi tersebut

2.2  Apabila terjadi pergantian komisaris, maka institusi tempat komisaris berasal harus menginformasikan pergantian tersebut kepada korwilnya secara tertulis

Pasal – pasal tersebut cukup memberikan gambaran bagaimana peranan penting dari sebuah komisariat yang ada di masing – masing institusi. Tentunya komisariat juga ikut turut bertanggung jawab dalam mensukseskan tujuan organisasi ini. Lalu bagaimana cara ikut serta komisariat untuk ikut serta dalam menjalankan langkah dalam mencapai tujuan ISMAFSRSI ini? Jawaban paling simpel adalah menjalankan semua instruksi dari ISMAFARSI pusat. Namun kita juga harus melihat secara detail bagaiman bentuk tiap komisariat dalam menjalankan instruksi dan bagaiman instruksi tersebut terjamin terlaksana dan terasa manfaatnya bagi seluruh anggota ISMAFARSI ditiap komisariat. Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa keadaan komisariat disetiap institusi berbeda. Ada yang berupa badan otonom, badan semi otonom, ada yang berupa bagian BEM/lembaga ekskutif dari institusinya masing – masing. Maka dari itu mungkin perlu adanya persamaan konsepsi disetiap wilayah dengan ISMAFARSI pusat untuk sama – sama bekerja dan saling mengintrol secara aktif.

Disini saya akan lebih menyoroti bagaimana peranan komisariat dalam melakukan langkah nyata menunuju ISMAFARSI yang ideal. Hal ini karena peranan wilayah sangat penting dalam mewujudkannya, dimana mereka adalah poros utama dalam pemasok kader – kader yang hebat. Sekarang ini saya lebih melihat bahwa sebagian besar institusi akan lebih bangga dalam mengeksistensikan institusi masing – masing melalui berbagai kegiatan keprofesian masing – masing. Banyak dari mereka yang bilang bahwa mereka lebih suka melakukan tindakan nyata ke masayarakat melalui pengabdian masyarakat mereka. Hal ini bukanlah hal yang salah, karena ini merupakan salah satu cara mengenalkan farmasi kepada masayarakat karena secara tidak langsung meraka pasti akan ditanya jurusan mereka ketika terjun ke masyarakat. Namun saya cukup menyayangkan bahwa mereka tidak ikut serta mengimbanginya dengan gerakan secara vertikal ke pemerintah. Kenapa saya bilang seperti itu? Saya beranggpan bahwa ISMAFARSI merupakan organisasi tingkat nasional yang seharusnya bisa ikut serta menentukan nasib kesehatan bangsa ini dengan pemikiran – pemikiran yang idealis tanpa adanya kepentingan politik. Hal ini dilakukan dengan cara turut serta memberikan pemikiran pemikiran terhadap poin – point pokok tentang pendidikan farmasi di Indonesia dan tentang kebijakan – kebijakan pemerintah. Selain itu, dengan langkah – langkah tersebut bisa turut memberikan suatu bukti nyata kepada pemerintah sehingga payung – payung hukum yang menjamin keprofesian kita diatur secara jelas dan punya tempat tersendiri. Ini bukan hal yang mustahil karena bisa kita lakukan. Contoh konkritnya adalah adanya suatu peran yang dipercayakan kepada pemerintah dahulu kala dalam penyusunan Undang – Undang Pokok Kesehatan dan Pokok Farmasi dahulu kala.

Namun pastinya tidak sedikit orang yang akan bilang bahwa itu tugas pemerintah, itu bukan tugas kita sebagai mahasiswa karena tugas mahasiswa adalah belajar. Belajar memang tugas utama kita sebagai mahasiswa, tapi menurut saya itu bukanlah satu – satunya tugas kita. Belajar sebagai satu – satunya tugas hanya akan berlaku pada siswa bukan mahasiswa, begitulah pandangan saya. Lalu bagaimana dengan Tri Dharma mahasiswa yaitu, pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat? Mungkin memang kita tak menemukan ikatan langsung antara perjuangan kita untuk hal – hal diatas dengan 3 point Tri Dharma tersebut. Namun, secara tidak langsung ada hal – hal yang berikatan. Sebagai contoh, ketika kita dilibatkan dalam penentuan pendidikan farmasi di Indonesia itu akan menentukan kualitas pendidikan kita. Ingat, kita adalah mahasiswa yang bertindak sebagai objek pendidikan, diman kita merasakan apakah sistem yang ada sekarang enak atau tidak. Kalau masih menunggu kita lulus dan kemudian terjun ke pemerintahan untuk ikut merumuskan, ada point diman yang tak bisa terwakilkan, yaitu waktu. Keadaan kita sebagai mahasiswa dan ketika sudah terjun ke pemerintahan sudah tentu saja berbeda karena adanya perkembangan zaman, dimana kita tidak bisa merangkap sebagai objek pendidikan. Oleh karena itu, perlu ada peranan mahasiswa untuk masukan dari segi objek untuk mendapatkan informasi terkini yang sesuai.

Ok, kita kembali ke topik. Kita kembali bagaimana peranan komisariat yang tentunya harus didukung oleh semua anggotanya dengan bantuan lembaga – lembaga ekskutif. Tidak semua ISMAFARSI disetiap komisariat menjadi prioritas dan memang tidak harus selalu diprioritaskan, tapi menurut saya harus selalu berjalan beringingan. Ketika di komisariat hanya menjadi suatu bagian kecil, entah sebagai badan semi otonom maupun lainnya, lembaga terkuat di institusi harus ikut serta mengkondisikan kadernya untuk peduli dengan ISMAFASRI sebagi organisasi yang seharusnya bisa menjembatani mahasiswa ke pemerintah.

Mungkin ini hanyalah sebuah pemikiran dangkal dari saya.

Mungkin ini hanyalah pemikiran ideal dari saya yang juga belum tentu dibarengi tindakan nyata.

Mungkin ini hanya sebuah tulisan yang tak perlu ditanggapi.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita adalah mahasiswa.

Kita harus inisiatif dalam berfikir dan bertindak.

Kita tidak boleh terus – terusan menunggu perintah ataupun diminta untuk berfikir dan bergerak.

Kita tidak harus selalu mengandalkan orang lain tapi harus menjadi andalan.

Janganlah terus mengaharapkan orang lain, tapi jadilah harapan orang lain.

Demikianlah tulisan saya untuk refleksi kita setelah 56 tahun ISMAFARSI berkibar. Mohon maaf bila ada salah – salah kalimat. Maaf juga kalau ada yang tersinggung atau tersanjung. Maaf kalau tindakan saya hanya sebatas tulisan sampah ini. Kita do’akan mudah – mudahan diberikan yang terbaik untuk organisasi kita tercinta ini. Mudah – mudahan ISMAFARSI semakin terintregasi secara utuh dengan istitusi – institusi melalui komisariat sebagai satu kesatuan mahasiswa farmasi Indonesia sehingga memberikan manfaat yang terasa bagi anggotanya.

Jayalah kau selalu ISMAFARSI!

About Asyhar


2 responses to “56 Tahun Ikatan Senat Mahasiswa Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) Berkibar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: