Pengemis vs Pengamen


Ketika kita berjalan-jalan tak jarang kita menemui apa yang disebut pengemis dan pengamen. Keduanya juga tak jarang kita temui ketika kita sedang makan dipinggir-pinggir jalan. Mungkin banyak hal yang bisa kita amati dari keduanya. keduanya sama-sama mencari uang. Mungkin banyak hal yang mesti kita telisik lebih dalam antara keduanya.

Pengemis lebih berpenampilan kucel karena kalau berpenampilan rapi tak akan anda sebut pengemis. Mengemis saya rasa sudah menjadi salah satu jenis pekerjaan didunia ini. Sebuah pekerjaan tentunya menawarkan sesuatu, entah barang atau jasa. Pengemis saya rasa lebih menawarkan kesengsaraan mereka untuk untuk memperoleh keibaan dari sang target. Selain memperlihatkan kekucelan mereka menghiasi penampilan mereka dengan atribut-atribut penunjang, misalkan saja membawa anak-anaknya yang masih sangat kecil. Mungkin ada yang melakukannya karena keterpaksaan tapi tak banyak juga yang melakukannya karena kesengajaan. Ada juga yang membawakan penyakit mereka, entah itu cacat permanen atau tidak. Hal tersebut akan menambah keibaan sang target.

Pengamen mungkin lebih terlihat berkelas dibandingkan pengamen karena ada pula pengamen yang berpenampilan rapi. Apa yang mereka jual juga terlihat lebih jelas berupa jasa, entah itu kepiawaian memainkan alat musik atau keindahan suara. Tak jarang pula dipadu dengan jiwa kepengemisan. Liat saja ketika kita melihat pengamen yang membawa anak-anak yang masih kecil atau bernampilan kucel, bahkan mungkin kombinasinya. Namun masih ada kok yang memang benar-benar berkualitas, dalam artian mereka menunjukkan kepiawaian mereka, entah dengan embel-embel atau tidak.

Kesamaan antara pengemis dan pengamen sudah barang tentu sama-sama mencari uang untuk keperluan mereka. Mungkin pengemis terlihat lebih membutuhkan dengan kondisi yang mereka tampilkan atau mungkin pengamen lebih layak kita beri karena apa yang mereka berikan. Terkadang memang kita harus jeli untuk memutuskan ketika memberi uang. Kita tak boleh semerta-merta memberi kepada keduanya dengan alasan sebagai ibadah. Hal tersebut memang benar tapi kita juga harus cerdas melihat efek yang ditimbulkannya. Karena tak jarang pengemis yang telah dikoordidnir oleh kelompok-kelompok tertentu untuk keuntungan mereka. Ada juga pengamen yang mencari uang untuk membeli barang-barang haram seperti minuman keras ataupun berjudi.

Dewasa ini sudah banya himbauan untuk lebih cerdas dalam bertindak mengenai pemberian uang terhadap pengamen atau pengemis. Kalau untuk tujuan beribadah mungkin ada solusi lain dengan menyumbang ke yayasan-yayasan tertentu. Tak bisa dipungkiri kepengemisan juga akan mempengaruhi moral bangsa. Jadi sikap kita juga akan turut serta berpengaruh. Namun demikian kita tak serta merta harus langsung mengambil sikap bahwa kita tak boleh memberi uang kepada pengemis atau pengamen. Yang perlu kita lakukan adalah lihat kondisi dan situasinya kapan kita harus memberi, kapan kitak tak harus memberi dan tentunya apa yang kita beri karena tidak hanya uang saja yang bisa kita beri. Kita bisa saja memberikan barang dalam bentuk makanan, bahkan akan lebih baik kita memberikan sebuah pekerjaan yang lebih layak.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: