Sebuah Janji Menuju Resolusi


Menghilang mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang akan saya lakukan setelah terlalu mendalami dunia perpolitikan kampus, khususnya di lingkungan himpunan farmasi sendiri. Mungkin pilihan untuk menghilang adalah keputusan seorang pecundang tapi setiap keputusan tentu ada alasan yang melatarbekanginya. Selama berkecimpung didunia perpolitikan himpunan saya cukup sadar diri tentang pandangan massa himpunan secara umum. Mungkin saya punya posisi struktural yang cukup strategis dimata mereka, tapi saya yakin tak terlalu mendapat posisi strategis dihati mereka. Hal ini kemabli ke karakter saya yang cukup keras dan suka meledak-ledak dalam bersikap. Saya tak harus berpikir panjang ketika harus mengkritik ataupun sekedar bergaul, saya tak peduli posisi saya sebagai wakil ketua umum. Saya tetap memposisikan diri sebagai diri pribadi saya sendiri tanpa harus menjadi sosok wakil ketua yang harus menjaga sikap, omongan, dan menunjukkan wibawa.
Keadaan saya tersebutlah yang melatarbelakangi saya untuk mencoba menjauh dari hiruk pikuk politik himpunan. Saya merasa apa yang saya lakukan selama ini juga kurang mendapat respon. Tindakan-tindakan saya juga tak terlalu berpengaruh ke perpolitikan kampus menjadi lebih baik. Belum lagi hal tersebut tak dipungkiri terhadap akademik saya walaupun tak terlalu signifikan atau bisa dibilang bukan masalah nilai akhir. Namun lebih berpengaruh ke dalam prosesnya, bayangkan ketika ada kerjaan kelompok saya juga ada kerjaan himpunan dan tentunya saya lebih memilih kerjaan himpunan. Saya tak tahu kenapa tapi saya memang selalu meletakkan kepentingan kampus diatas. Saya hanya berkeyakinan saya akan menjalankan apa yang telah teman-teman amanahkan kepada saya. Hal ini karena ini adalah amanah pertama yang pernah saya terima selama ini jadi saya hanya mencoba memaksimalkan apa yang bisa saya lakukan. Namun dalam akhirnya saya merasa apa yang saya lakukan belum sesuai dengan harapan saya sehingga saya lebih memilih untuk fokus lagi ke lehidupan pribadi saya sendiri, dengan kata lain mulai menghilang dari dunia perpolitikan kampus serta membatasi pergaulan saya.
Setelah berfikir agak lama, saya memutuskan untuk berjanji saya tak akan terikat lagi dengan ikatan jabatan dikampus, khususnya menjadi Badan Perwakilan Anggota (BPA). Sebenarnya saya pernah berkeinginan untuk memegang peranan lagi di dunia perpolitikan himpunan melalui BPA ini. Namun semua itu harus saya buang jauh-jauh dengan melihat fakta yang ada sekarang dan pilihan saya adalah menghilang. Menghilang disini tidak hanya secara fisik tapi juga secara pemikiran yang langsung, yang saya simpulakan meliputi menghilang dari dunia nyata dan dunia maya.
Menghilang dari dunia nyata menurut saya jauh lebih mudah. hal ini dikarenakan saya sempat melakukannya ketika TPB, dalam artian saya jarang bergaul dengan teman-teman saya selain urusan akademik dan dikelas. Jadi untuk mengulanginya cukyp mudah buat saya, belum lagi dengan karakter saya yang bisa menyendiri. Namun hal itu tidak serta merta bisa saya lakukan dalam dunia maya. Saya sendiri termasuk orang yang doyan ngoceh lewat jejaring sosial di dunia maya. Mungkin kalau sekedar mengoceh tak cukup berarti tapi biasanya ocehan saya cukup menyakitkan untuk didengar walaupun menurut saya itu adalah fakta. Selain karena saya doyan ngoceh, keadaan juga mendukung saya karena adanya layanan internet dikosan yang tak pernah putus. Laptop nyalasama dengan saya terhubung dengan dunia maya. Kalau diluar saya juga masih sering gatel untuk aktif didunia maya dengan modal hp yang bisa untuk internetan dan apabila laptop tak nyalapun saya masih bisa internetan dengan hp menggunakan wi-fi kosan. Jadi menurut saya saya akan lebih sulit lepas dari dunia maya.
Saya hanya berharap saya dapat mengubah keadaan saya, mungkin bisa saya lakukan dengan mengganti hp saya dengan hp dengan teknologi sms dan telpon saja, kalo ada tambahan paling sekedar musik atau radio saja. Saya rasa itu akan cukup mengurangi aktifitas dunia maya saya. Selain itu, saya perlu mengubah kebiasaan saya menyalakan lapotop selama 24 jam non stop yang membuat saya selalu berdunia maya selama mata tak terpejamkan. Saya hanya berharap saya melakukan yang terbaik buat saya. Aamiinn…

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: