Sebuah Desa Aja Bisa, Kenapa Kampus Tidak?


Saya tak sengaja menemukan sebuah video yang menurut saya membanggakan, sebuah desa bisa bebas dari asap rokok. Desa Bone Bone yang diinisiasi oleh kepala desanya telah menjelma desa yang sehat. Bahkan apa yang terjadi didesa tersebut telah menginspirasi pejabat-pejabat setempat untuk berhenti merokok juga. Sebuah inisiasi hidup sehat yang membanggakan. Lalu, pertanyaannya adalah bisakah kita sebagai kaum terdidik yang tentunya tahu bahaya merokok bisa berbuat hal demikian.

Sekarang ini merokok adalah fenomena biasa yang sering kita jumpai dilingkungan sekitar. Tidak hanya di tempat – tempat umum seperti terminal dan pasar, bahkan di lingkungan akademik pun banyak ditemukan, tak terkecuali di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Merokok tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa, tapi juga civitas akademik lainnya, termasuk para dosen. Dalam merokok, mereka sudah tidak lagi pilih – pilih tempat, baik di tempat umum maupun dalam ruangan. Sering kita lihat rokok selalu menemani aktivitas mahasiswa baik yang sedang mengadakan rapat dihimpunan masing – masing, sedang berjalan di aera kampus, bahkan didepan kelas sambil menunggu dosen datang. Jelas menurut beberapa orang, ini merupakan pemandangan yang tak mengenakkan. Bahkan merokok dikampus bukan lagi milik kaum pria saja, banyak juga para wanita yang dapat kita temui sedang merokok dikampus.

Perilaku merokok ini terus menjamur di lingkungan kampus yang sekarang – sekarang ini sedang digalakkan sebagai kampus hijau. Kampus hijau ini sedang digalakkan oleh salah satu unit di ITB yaitu Ganesha Hijau “go green”. Kampus yang nyaman dan bersih merupakan impian kita semua. Tanpa lingkungan yang nyaman, berakivitas di kampus pasti terasa tidak enak. Dengan konsep ini seharusnya kita mulai sadar untuk ikut mulai menciptakan lingkungan yang nyaman di kampus. Salah satunya adalah menghindarkan lingkungan kampus dari asap rokok.

Mungkin sebagai sesama kaum terdidik ada yang pesimis dengan gerakan menghilangkan asap rokok dari negara ini. Mereka beranggapan hal tersebut hampir mustahil kecuali menghilangkan sumbernya alias menutup semua pabrik rokok. Hal tersebut tentunya beresiko dengan kemungkinan terjadinya pengangguran besar-besaran. Namun orang-orang yang beranggapan demikian sepertinya kurang jeli dalam memmpelajari kehidupan dan bagaimana hubungannya rokok, ekonomi dan kesehatan yang sebenarnya merugikan. Hal terpenting yang bisa saya katakan adalah jangan pernah pesimis sebelum anda mencobanya seribu kali. Mari mulai bebaskan lingkungan sekitar kita dari asap rokok dan bahayanya. Mulaialah dari diri kita pribadi, kamar kita, keluarga kita, dan kampus kita. Mari wujudkan Indonesia sehat!!!

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: