Aplikasi Sederhana Salah Satu Sistem Tubuh Kita : Adaptasi Reseptor


Banyak hal sederhana yang terjadi didalam sistem tubuh kita. Kesederhaan tersebut mungkin tak kita sadari walaupun sebenarnya banyak manfaat yang dapat kita ambil. Mungkin secara singkat kita dapat lihat sistem tubuh kita apakah masih berjalan normal atau tidak. Yuk simak…

Adaptasi terhadap reseptor sentuhan

Apa bukti ini yang menunjukkan bahwa reseptor sentuhan (reseptor Meisner) pada kulit tersebut telah beradaptasi terhadap stimulus yang diberikan? Hal tersebut dapat kita buktikan melaluipercobaan skala laboratorium. Ketika logam diletakkan pada kulit permukaan ventral lengan timbul sensasi sentuhan yang segera hilang setelah beberapa detik kemudian. Setelah sensasi hilang,  diletakkan logam yang sama diatasnya dan sensasi yang timbul lebih cepat menghilang dibandingkan sensasi logam yang pertama.

Adaptasi reseptor ini dinamakan adaptasi sensori, yaitu suatu bentuk penyesuaian diri reseptor tehadap adanya stimulus yang diberikan, sehingga stimulus yang diberikan kembali akan lebih singkat untuk dirasakan. Adaptasi sensori ini berfungsi untuk membantu kulit beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan. Sebagai contoh, pada saat memegang suatu benda, kulit tidak akan merasa sentuhan dan tekanan yang berlarut-larut sehingga membuat kita nyaman (tidak terasa aneh). Dalam hal ini, reseptor yang berperan adalah reseptor Meisner (reseptor sentuh) dan kemudian disusul oleh reseptor pacinian (reseptor tekanan). Stimulus sentuh lebih cepat terasa dibanding dengan stimulus tekanan karena Meisner terletak lebih atas dekat permukaan kulit daripada korpuskel pacinian sehingga Meisner lebih cepat menerima stimulus.

Adaptasi terhadap reseptor suhu

Kita bisa memahami sensasi yang dirasakan oleh jari tangan kanan dan kiri kita. Setelah 2 menit,  jari tangan kiri yang dicelupkan ke dalam air dingin lebih dahulu merasakan kebas (mati rasa) dan nyeri dibandingkan jari tangan kanan yang dicelupkan ke dalam air hangat. Namun, sensasi suhu yang dirasakan oleh jari tangan kanan lebih cepat terasa dibandingkan jari tangan kiri. Hal ini disebabkan karena reseptor panas (ruffini) lebih cepat menerima stimulus daripada reseptor dingin (Krause) dikarenakan letak reseptor panas yang lebih dekat dengan permukaan kulit, sehingga rasa panas lebih dahulu terasa dibandingkan rasa dingin.

Ketika kedua jari dicelupkan ke dalam  air pada suhu ruang, pada awalnya kedua jari sudah tidak merasakan apapun. Hal ini dikarenakan masih ada efek dari tindakan sebelumnya. Namun, setelah beberapa waktu, jari yang awalnya dicelupkan air hangat akan merasakan dingin dan jari yang dicelupkan ke air dingin akan merasakan hangat ketika dicelupkan ke air suhu ruang . Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan sensasi akibat suhu yang dialami kedua jari sebelumnya dan tergantung pada cepatnya kulit memperoleh atau melepas panas serta tergantung pada besar serta arah gradien temperatur.

After image

Apa yang dimaksud dengan after image? Coba kita lakukan dulu hal-hal sederhana sebagai berikut. Letakkan pensil dibelakang telinga seseorang.  Sensasi yang dirasakan pertama kali yaitu sensasi sentuh yang ditangkap oleh reseptor sentuh Meisner. Daerah belakang telinga merupakan bagian yang memiliki banyak reseptor yang menyebabkannya sangat peka bahkan terhadap adanya sedikit sentuhan. Setelah beberapa lama pensil yang diletakkan di belakang telinga praktikan diangkat. Namun, praktikan tersebut masih dapat merasakan adanya sensasi sentuh dari pensil selama beberapa saat. Hal ini disebabkan karena pada saat pensil diangkat stimulus yang telah diberikan masih berjalan ke otak sehingga menyebabkan masih adanya sensasi sentuh pada daerah belakang telinga tersebut.

Referred pain

Sensai yang dirasakan di jari manis dan jari kelingking, ketika daerah siku diberikan stimulus nyeri merupakan peristiwa referred pain atau nyeri acuan. Sensasi nyeri yang dirasakan di jari manis dan jari kelingking terjadi karena adanya saraf ulnar (ulnar nerve) sebagai mediator (penghubung) yang mensarafi jari manis, jari kelingking, dan bagian dalam lengan melewati persendian siku.  Sensasi nyeri diterima oleh ujung-ujung saraf bebas pada daerah siku dan kemudian diteruskan oleh saraf ulnar menuju jari manis dan jari kelingking. Contoh lain dari referred pain adalah rasa nyeri pada daerah dada dan lengan kiri karena serangan jantung (heart attack) dan rasa nyeri pada bahu kanan karena adanya gangguan patologis pada hati atau empedu.

Aplikasi referred pain pada dunia kesehatan adalah digunakan untuk diagnosa penyakit. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami keluhan rasa nyeri pada daerah bahu kiri, memiliki kemungkinan adanya gangguan patologis pada hati atau empedu yang merupakan sumber dari rasa nyeri.

Daya membedakan

Seseorang dapat membedakan kain dengan tekstur yang berbeda dengan kain pertama yang berbeda. Hal ini terjadi karena sensasi sentuhan terhadap tekstur kain yang pertama telah diingat oleh otak. Dalam hal ini, kulit berfungsi sebagai reseptor atau penerima stimulus yang berupa sentuhan, dan kemudian diteruskan menuju sistem saraf pusat di otak. Stimulus lain yang diterima diteruskan untuk dicocokkan dengan sensasi yang telah diterima sebelumnya yang telah tersimpan di otak. Oleh karena itu, pengamat dapat membedakan tekstur tiga kain lainnya. Pada bagian dermis, terdapat korpus Meisner yang berfungsi sebagai reseptor sentuhan.

Pengaturan suhu melalui kulit

Seseorang dapat  merasakan sensasi dingin yang lebih pada kulit yang diusap dengan eter dibandingkan etanol. Hal ini terjadi karena eter lebih menyerap panas tubuh untuk menguap. Eter mudah menguap karena titik didih eter yang relatif rendah (pada suhu mendekati suhu tubuh). Proses penguapan eter ini sejalan dengan proses pengaturan suhu tubuh melalui pengaturan pengeluaran keringat yang terjadi.

Ketika suhu tubuh menurun, thermostat di hipotalamus mengaktifkan mekanisme peningkatan suhu tubuh dengan memerintahkan otot skeletal untuk bergerak memproduksi panas. Selain itu, pembuluh kapiler pada kulit akan berkontraksi (vasoconstriction) untuk mengurangi kehilangan panas melalui permukaan kulit.  Penghambatan aliran darah yang melalui kapiler ini menyebabkan, warna kulit menjadi pucat atau kebiru-biruan pada saat kedinginan. Kemudian, suhu tubuh akan meningkat menuju suhu normal dan thermostat menonaktifkan mekanisme ini.

Jika suhu tubuh meningkat, thermostat di hipotalamus mengaktifkan mekanisme penurunan suhu tubuh dengan memerintahkan pembuluh kapiler pada kulit untuk berdilatasi (vasodilation) agar darah mengalir dan melepaskan panas tubuh. Selain itu, hipotalamus mengaktifkan kelenjar keringat untuk mengekskresikan keringat sehingga panas dilepaskan, suhu tubuh menurun dan menuju suhu normal.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: