7 Penyebab Lunturnya Kualitas Lulusan Kampus


Mungkin banyak kampus-kampus yang dirasa telah mulai luntur kualitasnya, ini bukan hanya masalah akademik saja tapi ini dilihat dari segala sudut pandang sehingga diperoleh sebuah pandangan khalayak umum. Mungkin kita banyak mendengar bahwa lulusan kampus tertentu kurang loyal, kurang bisa berkomunikasi, kurang bisa diajak bekerja sama, kurang pandai bergaul atau lain sebagainya. Disini saya mencoba mengeluarkan unek-unek yang ada dibenak saya. Namun ada kemungkinan apa yang saya tulis lebih banyak mengacu pada kampus dimana saya menempuh pendidikan. Berikut adalah 7 penyebab lunturnya kualitas lulusan kampus menurut saya :

Sistem Kuliah Yang Padat

Kuliah memang identik dengan seorang mahasiswa diharpkan lebih aktif menggali ilmu dari segala sumber termasuk membaca berbagai pustaka acuan. Namun terkadang ada banyak waktu yang terlalu dihabiskan untuk membaca slide dari dosen yang jumlahnya terlalu banyak. Mungkin Saya sendiri pernah mengalami harus membaca 500-an slide untuk belajar satu mata kuliah untuk setengah semester. Bahkan terkadang dalam waktu 2 jam kita dipaksa melahap ratusan slide. Hal ini terlihat kurang efektif karena belum tentu semua mahasiswa dapat mengikuti cara dosen dalam menerangkan materi dengan slide sebanya itu. Belum lagi dengan cara mengajar dosen yang monoton, itu akan lebih lagi membuat mahasiswa jenuh sehingga terjadang membuat mahasiswa menjadi menghafal bukan lagi memahami.

Pembatasan Waktu Kelulusan

Dulu kita bisa bertahun-tahun untuk menempuh gelar sarjana, namu sekarang kita bisa lihat paling banter kita hanya boleh menyelesaikan pendidikan sarjana maksimal 6 tahun dengan masa normal 4 tahun. Lebih celakanya lagi orang-orang yang lulus lebih dari 4 tahun dianggap bodoh. Pasti ada positif dan negatifnya dengan adanya pembatasan ini. Mungkin dengan pembatasan tersebut kesempatan orang-orang untuk kuliah akan jauh lebih terbuka, namun itu bukanlah satu-satunya jalan buka? Dengan waktu yang lebih lama mungkin kita bisa lebih banyak melakukan hal-hal penting dikampus baik akademik maupun non akademik yang tentunya menunjang kemampuan hard skill dan soft skill kita.

Pembatasan Pembelajaran Berorganisasi

Semakin ke sini kesempatan belajar organisasi semakin terbatas. Banyak hal yang semakin membatasi, mulai dari kepadatan akademik sampai peraturan-peraturan kampus yang semakin menjepit. Keadaan seperti ini semakin membuat malas para mahasiswa yang terkadang sedang dalam persimpangan antara ingin belajar berorganisasi dan fokus satu hal ke akademik.

Kecenderungan Akan Sikap Sombong dan Individualis

Sikap sombong dan individualis juga turu mempengaruhi kemalasan seseorang dalam hal kualitas. Ketika kita sudah terbiasa menanamkan dua sifat tersebut dalam berorganisasi kita akan menjadi sorotan ketika terjun kedunia luar. Bahkan sekarang ada yang men-cap adanya sikap-sikap tersebut dari lulusan suatu kampus. Kedua sikap tersebut juga tentu membuat pribadi seseorang semakin tak menyenangkan.

Pergeseran Arah Pergerakan Politik Mahasiswa

Sekarng kegiatan mahasiswa semakin beragam tak terkecuali pembentukan komunitas-komunitas atas dasar kesenangan. Komunitas ini biasanya lebih bergerak tanpa adanya ketentuan-ketentuan yang mengikat sehingga secara sekilas akan jauh lebih menyenangkan. Namun demikian, saya merasa ada point positif yang gak akan didapat dalam komunitas-komunitas tersebut. Keajegan dan intregitas dalam organisasi himpunan yang terkait dengan pedoman AD/ART gak akan didapat. Dimana kita gak bisa belajar berpatokan pada satu hal yang cukupn konsisten, sedangkan dalam komunitas seolah-olah kita bisa mengubah arah pedoman semau kita.

Obsesi Mahasiswa Terhadap Jurusan atau Kampus

Obsesi mahasiswa akan suatu jurusan atau kampus akan turut lunturnya kualitas lulusannya dimana orangorang yang masuk gara-gara tahu taktik bukan karena kecerdasannya yang dominan. Obsesi ini juga mengajarkan seseorang untuk terkadang menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu yang di cita-citakan.

Labilnya Dunia Politik Indonesia

Labilnya politik juga berpengaruh dimana akan mempengaruhi dinamika pergerakan mahasiswa. Kadang gejolak yang taj menentu dan terlalu mengada-ada akan memancing mahasiswa bersikap tak menentu juga yang secara tak langsung akan mempengaruhi pembentukan karakter mahasiswa.

About Asyhar


2 responses to “7 Penyebab Lunturnya Kualitas Lulusan Kampus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: