Ribut BBM, Beginilah Pendapat dari Temen-Temen Farmasi


Pemerintah berencana menaikkan harga BBM per 1 April 2012. Sebelum itu benar-benar terjadi, apapun keputusan pemerintah sekarang tentunya banyak menyeruakkan pro dan kontra. Tentunya massa yang kontra terlihat lebih bersuara daripada yang pro karena biasanya yang pro itu jarang turun ke jalan. Adanya isu ini tak hanya mengundang analisis-analisis dari para ahlinya juga, mahasiswa dengan pemikiran idealisnya juga turut menyeruakkan pendapat, baik mahasiswa dengan latar belakang pengetahuan BBM ataupun tidak. Hal ini termasuk temen-temen saya dari prodi farmasi. Berikut adalah hasil pemikiran teman-teman, baik analisis maupun tanggapan terhadap isu.

#Andrew : Mahasiswa terkesan selalu protes sama pemerintah. kapan ya kita dukung pemerintah? Mereka pasti udah mikirin matang2 soal kenaikan harga BBM. Jadikan ini tantangan yang memiliki peluang, bukan masalah. :) Mahasiswa harus solutif bukan hanya plan A yang membuat harga BBM tidak jadi naik. Harus ada ide-ide lain.

#Riztqy : gpp sh kalo kata awak dinaekin, emang indonesia APBNnya lgi kacau sm hutang luar negeri pun bejibun, solusi tepat penaikan harga BBM sma penaikan cukai rokok yg imbasnya harga rokok naik. tapi kalo bisa naekin BBMnya continue, jadi pemerintah melakukan stimulasi mulai dari naeknya 500 lalu 1000 lalu 1500, jgan langsung tiba2 1500. masyarakat juga psti kaget dan shock termasuk awak..

#Rizkan : baik BLT maupun menaikkan BBM buat menyelamatkan ekonomi sama2 plolitik pencitraan, BLT diberikan seolah membuat Pemerintah menjadi sang juru selamat yg mbagi2 kan kesenangan k rakyat kecil, menaikkan harga BBM u/ mnyelamatkan ekonomi dengan harapan index ptumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi, sehingga pada akhir pemerintahn sekarang masih bisa bbagngga ini lo ekonomi indonesia tumbuh 6% ptahun, padahal index ekonomi yg d maksud hanya dri segi makro, ekonomi mikro kita mah hancur (daya beli rakyat sedikit, ekonomi ukm jelek). Namun ada yg bpikir ngak ini salah satu skenario pengalihan isu kasus Nadzarudin yg mulai nyeret De**krat dari akar ampe pucuk daun

#Albert : sampai selama ini BBM bersubsidi masih orang2 menengah atas yang menikmati..bukan kalangan yang seharusnya..
spanduk peringatan BBM premium hanya untuk orang tidak mampu juga nggak kita gubris..so sebenarnya subsidi itu juga kan salah sasaran..makanya dikenakan BLT..agar dana yang seharusnya buat subsidi dialihkan jadi untuk rakyat kecil yang benar2 melarat.

Bukankah negara seharusnya menyokong rakyat yang levelnya berada di paling bawah??kalau kita2 ini mungkin tambah sulit namun yakinlah pasti masih bisa bertahan..

apakah kita siap berkomitmen merogoh kocek lebih dalam untuk membantu pemerintah menyokong masyarakat yang sangat sangat miskin??

yang demo2 itu belum tentu mikirin rakyat..mungkin juga merasa takut tekor karena BBM naik..yang ekonominya cukup juga merasa rugi meskipun sebenarnya mereka mampu beli pertamax..

Jadi menurut awak pemerintah sedang berupaya menyelamatkan uang negara dari korupsi2 berkelanjutan..bisalah jadi program kesejahteraan, tapi kan program seperti PNPM mandiri aja masih banyak kok keluarga mampu yang berlagak miskin dan minta dimasukin lewat RT/RW??ya gak???

#Andre : gua cuma ngerti BBM itu seputar pertamax, pertamax+, dan yang bersubsidi (premium, solar, minyak tanah).

dua terdepan harganya ga keru2an, naik turun macem maen enjot2an. dan gua pikir, dua terdepan itu konsumsi kalangan atas, dalam artian mereka yang telah memutuskan untuk mempunyai kendaraan dengan bahan bakar tersebut. jadi mereka telah memerhitungkan semua aspek dalam mempunyai kendaraan.

nah, yang subsidi inilah yang harusnya benar2 berpihak sama kelas bawah. (gua pikir cukup 2 kelas aja, atas dan bawah, buat membagi kelas masyarakat Indonesia).
karena kelas inilah yang gua pikir perlu diperhatikan oleh kita dan negara. karena mereka belum meiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka, apalagi memenuhi kebutuhan komplemennya.

#Hubbi : Ingin memberikan sedikit pandangan tentang isu ini ya. Intinya, saya tidak setuju dengan kenaikan harga BBM, at least not now.

Pertama, kita harus tau dulu kenapa sih Pemerintah mengeluarkan kebijakan ini? Alasan Pemerintah menaikkan harga BBM apa aja?
Yang saya tahu:
– Harga minyak dunia sedang naik (saat ini ada di sekitar $106/barrel; sumber: http://www.livecharts.co.uk/MarketCharts/crude.phpl)
– Di awal tahun ini, harga minyak mentah Indonesia sekitar $120/barrel (sumber: http://www.pnatrade.com/icp.html), padahal harga yang diasumsikan pemerintah di APBN tahun ini maksimal $90/barrel
– Oleh karena itu, subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah kurang karena salah memperkirakan harga minyak mentah
– Subsidi BBM selama ini kurang tepat sasaran karena lebih banyak masyarakat kalangan atas yang menikmatinya

Dapat disimpulkan bahwa Pemerintah menaikkan harga BBM untuk menyelamatkan APBN dan karena subsidi dinilai kurang tepat sasaran.

Kedua, menurut saya Pemerintah cuma menimbang kebijakan ini dari sisi penyelamatan APBN aja, dan ga ada pertimbangan tentang gimana rakyat kecil yang berpenghasilan rendah bisa bertahan hidup. Sekarang aja makan udah susah, apalagi nanti.

Oke,jadi pemerintah ingin menyelamatkan APBN, tapi faktanya di APBN pun masih ada anggaran2 yang gak masuk akal. Beberapa contoh yang mungkin temen2 udah pernah lihat di berita: anggaran gedung DPR, anggaran renovasi gedung DPR, anggaran makanan untuk rapat, anggaran studi banding ke negara lain dll. Kalo Pemerintah serius mau menyelamatkan APBN, kenapa ga kurangi saja anggaran2 yang gak jelas dan gak masuk akal tersebut?

Ketiga, program kompensasi Pemerintah. Kenaikan BBM pernah terjadi dua kali sebelumnya, di 2005 dan 2008. Dan seperti dua kali kejadian sebelumnya, Pemerintah menyiapkan program kompensasi, yaitu Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Program BLSM ini memang ide bagus, ini menunjukkan bahwa Pemerintah ga sama sekali lupa sama rakyat kecil.
Tapi, ada beberapa poin yang harus dicermati. Pertama, program2 sebelumnya yang sejenis (contoh: BLT) sangat tidak efektif. Karena eksekusinya kurang baik, banyak rakyat miskin yang ga dapat BLT, dan banyak terjadi korupsi juga. Kalo misalnya program BLSM ini sama seperti BLT dulu, ya sama aja bohong. (Tapi kalo BLSM dilakukan dengan cara yang berbeda, baguslah. Saya kurang tau.) Kedua, karena anggaran untuk BLSM ini hampir sama dengan anggaran yang terselamatkan karena subsidi dicabut, program BLSM hanya bersifat sementara. Kalo masa berlakunya BLSM sudah habis, rakyat kecil mau diapakan? Tetep aja menderita kan? Menurut saya BLSM ini cuma program pencitraan, biar rakyat ga teriak terlalu keras pas BBM naik.

Memang, Pemerintah gak bisa mengontrol harga minyak dunia. Tapi harusnya Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan dengan lebih bijak. Kalo harga BBM memang harus naik, harus diimbangi dengan kebijakan2 lainnya biar dampak negatif ke masyarakat bawah gak terlalu signifikan.

Oh ya, entah kenapa saya melihat pola yang sama disini. 2008 -> BBM naik di tengah masa bakti kabinet -> menjelang Pemilu Pemerintah menurunkan harga BBM -> Partai yang incumbent menang telak. Sekarang? Entah deh, mungkin saya aja yang terlalu parno, hehe

Keempat, kenaikan BBM akan sangat mempengaruhi ekonomi Indonesia dan kalo kita belum siap menghadapi dampak tersebut masalahnya akan jadi semakin kompleks. BBM merupakan variabel penting dalam kehidupan masyarakat.
Secara umum, dampak ekonomi kenaikan BBM: harga BBM naik -> inflasi -> nilai Rupiah turun -> daya beli masyarakat turun -> susah buat beli kebutuhan pokok. Untuk ekonomi mikro (UKM): harga BBM naik -> pengusaha kecil melakukan penghematan -> kurangi produksi dan/atau pekerja -> pengangguran bertambah.

Jadi intinya menurut saya sekarang belum waktunya untuk menerapkan kebijakan ini. Lebih banyak dampak buruk kepada masyarakat daripada dampak baiknya. Harusnya Pemerintah memikirkan rakyat kecil dalam mengeluarkan kebijakan seperti ini. Karena negara ada untuk rakyat, bukan rakyat ada untuk negara. Masih inget “kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”? “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”?

#Vita : sasaran pemerintah (kalau memang terwujud) barangkali untuk mengurangi kuantitas kendaraan di negara kita ini. kan tadinya mobil2 pribadi itu disuruh pindah ke pertamax, tp banyak bgt kontra dan kontrolnya masih kurang, akhirnya banyak kecurangan (misalnya 1 keluarga punya mobil & motor, keluarga ini beli bensin pake motor supaya bisa diisi premium terus disedot ke mobil pribadinya).  MUNGKIN, tadinya begitu. tapi sayangnya, risk and benefit rationya tidak dipikirkan dan dipertimbangkan secara mendalam jadinya cenderung lebih banyak risknya barangkali🙂 memang menurut saya sama sekali ga efektif. Mau pajak ditinggiin juga toh pajaknya dipake pribadi. Saya sebagai warga negara yg berusaha baik, rutin membayar pajak mobil saya setiap tahun tanpa minta diskon merasa sangat dirugikan, jujur aja. Seperti yg hubbi bilang, emang banyak biaya yg terbuang2 percuma di negara kita ini..

#Rizky : mau tanya dulu nanti BBm naiknya berapa? jadi berapa harganya? hmm kalo buat kalangan elite kyaknya ga gitu masalah ya kalo BBM naik yang paling kerasa dampaknya supir angkot kasian si abang bbm ga naik aja udah sepi dia. lagian kalo BBm naik efeknya seperti domino semua naik nanti sampe barang2 apapun juga naik tiba-tiba dengan alasan BBM naik. semakin kasian si abang angkot nanti semakin sepi dia semakin takut naik angkot lagi nnati semakin stres tindak kriminal di angkutan umum bertamabah lalu kendaraan pribadi bertambah makin macet jadi bbm jangan naik buat supir angkot . kalo gitu jadi takut nanti naik angkot kasian sia bang hehe maaf ya ga jelas mau menyuarakan hati abang angkot hehe🙂
#Ragil : Saya, biar pake motor, meskipun kebetulan motornya agak gede, pakenya selalu pertamax. Kadang kalo lagi berlebih rejeki, fulltank pertamax plus.
Ga pernah premium. Selain emang disubsidi, premium itu ga bagus buat mesin injeksi. Padahal gitu juga sih buat mobil. Inget dulu ada kasus mesin2 bluebird pada jebol? Gara2 premiumnya kotor noh, injektor pada mampet.
Air, sulfur, dll. Makanya IMHO itu orang2 menengah masi ngisi premium itu cari hemat sesaat, baru tau rasa kalo udah mesti turun mesin bongkar seher bersihin kerak :pKalo masalah mau ngurangin jumlah kendaraan, solusi mutlaknya cuma 1:
Transportasi massal yang aman, terjangkau, dan menyeluruh. Harga mati.Kalo gw pribadi ga terlalu paham, dan belom nyampe ilmunya, buat apa ini bbm perlu dinaikin. Mau bilang mending subsidinya dialihin buat sesuatu yg berguna buat rakyat banyak, yakin pasti ga kejadian. Lah sekolah mau ambruk aja masi bertebaran dimana2. Puskesmas minim furnishing dan perangkat fungsional juga masi buanyaaaaakk..
#Tyas : ada kemungkinan skenario partai. Hasil dari kenaikan BBM dikasih ke rakyat miskin sebagai BLT. Nah, nama de**krat bakalan naik lagi.
Permasalahan berikutnya adalah transparansi. Kenapa BBM naik sampe segitu? Kan kita juga perlu tahu berapa bahan bakar yang diimpor dan berapa bahan bakar yang diperoleh dari kilang sendiri. Masalahnya adalah info seperti itu masyarakat nggak tau. Taunya tiba-tiba BBM naik dengan alasan harga dunia juga naik.
Aku nggak berani menjudge setuju atau tidaknya. Aku sih yakin pemerintah pasti udah melakukan kajian mendalam sebelum mengeluarkan kebijakan. Hanya saja latar belakang kebijakan itu keluar, aku nggak tahu.
#Rahel : apapun hslny smoga negara d pemerintah mendpat jalan yg terbaik *kita doakan* Tapi sbg langkah awal dn kcil, marri qta mulai dr diri kita sndiri untk bertindak mendukung pemerintah dn menaati aturan : masyarakat Indonesia yg mampu menggunakan pertamax ato pertamax+ sedangkan premium, solar dll adlh hak rakyat td mampu. sudahkan anda menggunakan bbm non-bersubsidi pd kendaraan msg2 ktika dinilai anda adalah golongan mampu??
Demikian pendapat teman-teman saya, yang saya tangkep, secara pribadi mereka lebih menuntut kejelasan latar belakang dan konsekuensi dari kenaikan BBM jika benar-benar terjadi. Misal kalau latar belakang adalah mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan mengalihkan ke transportasi umum, sudah tentu sektor transportasi umum harus dibenahi. Contoh nyata adalah yang terjadi dan kita ketahui bersama adalah kejahatan didalam angkot. Ini adalah salah satu asalan orang enggan menggunakan transortasi umum. Jika ada alasan lain, tentunya sektor yang menjadi alasan tersebut benar-benra diperhatikan dan sebelum premerintahan yang sekarang turun sudah ada perubahan nyata yang terasa bagi rakyat.
Saya juga berharap ini bukan permainan politik untuk mengalihkan isu-isu politik dinegara ini yang maikin lama makin kayak sinetron. Bukan pula sebuah strategi dari partai sebagai ajang untuk cari popularitas belaka menjelang pemilu yang udah dekat lagi, baik itu partai-partai yang pro terhadap kenaikan BBM maupun kontra terhadap kenaikan BBM. Secara pribadi saya setuju saja kalau ada maksud untuk unjung gigi dari partai juga, tapi yang terpenting adalah tujuan utamanya membela kepentingan rakyat untuk jangka panjang, tidak dalam jangka pendek untuk cari popularitas belaka.

So, apapun keputusannya rakyat tetap berharap dapat ada suatu langkah nyata yang dapat memberikan manfaat yang terasa bagi mereka. Mari kita berdo’a hal tersebutlah yang bakal terjadi . Aamiinn…

Jayalah Indonesiaku

*NOTE : bila ada yang keberatan pendapat-pendapat/analisisnya tercatut, 
saya minta maaf dan mungkin akan saya hilangkan

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: