Dua Hari di Semarang-Pekalongan


Jumat-Sabtu, 30-31 Maret 2012 saya berkesempatan berkunjung untuk mengunjungi dua daerah yang belum saya pernah kunjungi sebelumnya, dimana inilah salah satu alasan saya mengambil job part time ini dan dengan sadar melepas beberapa tanggung jawab saya dalam hal lain. Berawal dari seorang teman saya berangkat dengan 3 orang teman lainnya menggunakan kereta ekskutif menuju stasiun Tawang dari stasiun Bandung.

Konon katanya kerjaan yang saya lakukan adalah perwujudan dari poin ketiga dari tridharma perguruan tinggi yaitu pengambdian masyarakat, dimana saya membantu sebuah try out sebuah perguruan tinggi di Semarang yang diadakan disekitar daerah Pekalongan, tepatnya di kabupaten Batang. Disini saya dan temen-temen dipercaya untuk mengemban tugas mengkoordinir pengkoreksian dan pembuatan soal matematika beserta pembahasannya. Sebenarnya saya kurang tahu motivasi mereka mengundang kami selain karenan ada embel-embel mahasiswa ITB dalam diri kami dan kesamaan unsur daerah Kebumen. Jadi kampus tersebut konon adalah milik sebuah keluarga yang punya ikatan erat dengan kabupaten tempat asal saya yaitu Kebumen. Sebenarnya kerja sama personal ini sudah dirintis dari tahun lalu dan berlanjut untuk kedua kalinya ditahun ini. Entah apa yang akan terjadi tahun berikutnya, itu semua tergantung kepuasan mereka terhadap hasil maksimal yang bisa saya dan temen-temen lakukan disana.

Ada banyak hal yang bisa saya ambil dari perjalanan saya. Pertama, mengenai masalah sistem pendidikan di Indonesia. Kita tahu bersama bahwa mencontek adalah hal yang sangat dilarang dalam sebuah ujian tapi banyak yang tahu juga bahwa pelanggaran tersebut kadang ditolerir karena alasan harga diri dan belas kasihan. Menurut hemat saya sikap-sikap seperti membiarkan percontekan menjadi sebuah hal yang wajar sama saja seperti menyetujui adanya praktek korupsi di negara ini, dimana serang ini katanya Pemerintah sedang berperang dengan korupsi untuk mensejahterakan rakyat. Saya pribadi gak munafik bahwa saya pernah melakukan percontekan, tapi saya yakin apa yang saya lakukan masih dalam batas kewajaran dari seorang yang idealis sekalipun. Pelajran ini memunculkan pandangan buat saya pribadi bahwa pemikiran-pemikiran idealis gak akan menjawab permasalah bangsa secara signifikan dalam waktu dekat, malahn pemikiran tersebut bisa menghancurkan bangsa walaupun mungkin saja setelah hancur bisa terbentuk sistem yang sangat bagus. Namun tahu sendiri kan kalau harus hancur terlebih dahulu apa resiko yang akan terjadi?

Kedua, adalah masalah premanisme yang sudah ada dimana-mana yang mnjalar disemua aspek, salah satunya adalah area parkir. Sebagai contoh kecil adalah parkir suatu angkutan umum, dimana ketika mereka cari penumpang dikawasan tertentu dengan ngetem, mereka harus setor ke seseorang. Tentunya sang pemilik angkutan akan membebankannya ke konsumen / penumpang. Entah apa alasannya ini tentu saja merugikan terutama masyarakat kecil yang harus menggunakan angkutan. Belum lagi kejahatan diangkutan umum menjadi pertimbangan beberapa orang enggan menggunakan angkutan umum. Ini tentunya harus dipertimbangkan pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM dengan salah satu alasan mengurangi subsidi dan mengalihkan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sehingga konsumsi BBM bisa ditekan.

Ketiga adalah masalah koordinasi dan perencanaan yang matang. Ini merupakan bagian dari yang saya kerjakan selama di Semarang-Pekalongan. Saya merasa bahwa apa yang saya kerjakan sebenarnya sangat-sangatlah sederhana, tapi kesederhaan itu pula yang memberantakkan semuanya. Hal ini terjadi karenan adanya beberapa kesalahan teknis dimana hal-hal teknis seperti ini perlu dibenahi hanya lewat perencanaan dan koordinasi yang baik. Pelajaran yang saya ambil dari pembelajaran ini adalah Kadang kerja sekeras apapun tidak akan merubah keadaan secara signifikan karena salah perencanaan, intinya jangan semena-mena kerja kerasnya perhatikan situasi dan kondisi yang mendukung. Perhatikan pantauan dan jangkauan kedepannya agar kerja keras kita efektif dan efisien.

Itu hanya sedikit pelajaran yang bisa sempet saya tulis disini karena sebenarnya masih banyak banget pelajaran lain yang bisa diambil. Mudah-mudahan apa yang saya tulis bisa menjadi sebuah inspirasi buat temen-temen yang sempet membaca tulisan saya ini. Intnya adalah banyak hal yang bisa kita jadikan sumber pembellajaran dari setiap apa yang kita lakukan. Mungkin terlalu munafik untuk bilang jangan pernah mengulangi kesalahan yang sama, tapi mungkin akan jauh lebih bijak kalau kita bilang dan kita lakukan untuk terus menggerus kesalahan yang sama hingga akhirnya kesalahan yang kita lakukan benar-benar minimalis.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: