Hidupkan Identitas, hidupkan Loyalitas


Apa itu identitas? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, identitas berarti ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda. Hal ini juga berlaku untuk sebuah organisasi baik formal atau non formal yang tentunya punya sebuah identitas. Ada banyak identitas yang biasa kita kenal ada kartu anggota, ada lambang, ada bendera, ada jaket, ada jargon, ada lagu-lagu, dan masih banyak hal lainnya. Dari sekian identitas yang ada, beberapa berupa benda yang biasa kita pakai, salah satunya adalah jaket yang biasanya juga berisi identitas lainnya, minimal nama dan lambang.

Di kampus saya setidaknya ada 6 jenis jaket identitas, yaitu jaket (jas) almamater (jamal), jaket himpunan (jahim), jaket unit, jaket angkatan fakultas, jaket angkatan. Setiap jaket mewakili perkumpulan yang memerlukan loyalitas. Gak semua orang punya semuanya, tapi setidaknya mereka punya minimal dua jenis, yaitu jamal dan jahim. Dua identitas tersebutlah yang ingin saya ulas disini. Jamal emang kalah beken dengan jahim, itu udah pasti. Kenapa? Karena gak ada yang bangga memakainya dalam kesehariannya, bandingkan dengan jahim yang akan selalu kita lihat setiap kita ke kampus. Hampir gak ada yang kuliah menggunakan jamal tapi hampir selalu ada yang kuliah pakai jahim. Oia, ini saya fokus ke tahun kedua ke atas karena kondisinya berbeda untuk tahun pertama.

Lalu apa hubungannya dengan loyalitas? Entar dulu, kita liat dulu pengertian loyalitas. Loyalitas berasa dari kata loya yang berati patuh; setia, suka menurut (perintah, dsb); taat (kepada perintah, aturan, dsb), berdisiplin. Ya intinya tentu saja semua orang tahu apa itu loyalitas kan? Sebenarnya disini saya lebih berargumen berdasarkan pengamatan saja sih. Kita tentu sama-sama tahu bagaimana loyalitas mahasiswa kampus kita antara di organisasi terpusat sama di himpunan. Secara umum sangat-sangatlah bertolak belakang, dimana seharusnya organisasi terpusat itu dibentuk oleh himpunan. Hal inilah yang menurut saya sudah tergambar secara identitas. Seperti yang saya utarakan diatas, mana ada orang yang kuliah ke kampus dengan bangganya meggunakan jamal, yang ada mah mereka bangga kuliah dengan menggunakan jahim. Hal ini menurut saya mencerminkan kalau loyalitas mahasiswa itu lebih ke himpunan mereka daripada himpunan mereka.

Mungkin ada salah satu argumen yang beredar bahwa masuk organisasi terpusat itu gak ada usahanya beda dengan masuk himpunan yang kudu bersusah-susah untuk kompak satu angkatan dalam waktu yang cukup lama, dibawah tekanan pula. Menurut saya itu gak sepenuhnya bener karena masuk kampus kita ini juga butuh perjuangan yang gak kalah seru, harus melewati ujian masuk ataupun SNMPTN yang susahnya setengah mati, bahkan ada yang rela menunggu satu-dua tahun untuk menunggu’giliran’ masuk kampus ini. apakah itu bukan sebuah perjuangan yang sulit?

Saya dari setahun lalu, dimana saya lebih mengenal apa itu organisasi tingkat terpusat dan himpunan, berangan-angan untuk menumbuhkan loyalitas dari hal-hal kecil. Salah satu mimpi saya adalah men-JAMAL-kan kampus. Tentu saja ini bukan perkara yang mudah untuk disukseskan dalam satu-dua tahun saja, tapi minimal 4 tahun, itu kalo menurut saya. Ketika kita sudah bangga dengan jamal kita yang merepresentasikan organisasi terpusat dikampus, saya rasa loyalitas yang selama ini kurang akan tumbuh dengan sendirinya. Gak usahlah meributkan masalah sebagian besar orang gak peduli organisasi terpusat karen mengganggap gak memberikan manfaat yang terasa atau pihak petinggi yang idealis malah membalikkan kata-kata menjadi ‘bukan masalah organisasi terpusat mampu memberikan apa, tapi apa yang bisa mahasiswa berikan untuk organisasi terpusat’. Sya rasa perdebatan tersebut hanya akan menjadi perdebatan kusir belaka. Marilah kita mulai dari hal-hal kecil dikampus ini. Buat mahasiswa bangga dengan identitas mereka, buat mereka memahaminya secara perlahan karena loyalitas abadi hanya tumbuh dari diri mereka sendiri bukan karena paksaan.

Selain itu, ada hal lain yang harus kita sadari akan maraknya ‘perpecahan’ identitas yang akan mengganggu kesatuan kita sebagai satu massa kampus. Saya melihat ini dengan maraknya jaket angkata per fakultas. Saya lebih setuju kalau setiap angkatan cukum membuat lambang yang nantinya akan mereka tempatkan dijamal mereka. Ini akan jauh lebih mendukung kecintaan tehadap jamal juga sebagai identitas organisasi terpusat. Ketika jaket angkatan dibiarkan marak dibuat tentunya akan lebih mengkikis mereka untuk memakai identitas-identisatas organisasi terpusat yang tentunya lambat laun akan mengkikis loyalitas mereka menjadi lebih parah lagi dari generasi selanjutnya.

Hidupkan identitas organisasi terpusat, hidupkan loyalitas!!!

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: