Tiga Momen Ketidakdewasaan


Di usia yang sudah sudah menginjak dewasa banyak hal yang masih kurang membuat saya puas dengan apa yang saya raih, apalagi ketika melihat teman-teman sebaya bahkan yang yang lebih muda (melihat yang lebih positif tentunya). Setelah dipikir-pikir kadang saya merasa semua itu berawal dari ketakutan saya untuk berubah serta ketakutan mengahadapi suatu hal ‘tak wajar’ jika sedikit keluar dari zona nyaman. Ketakukan itu seolah-olah terus saja menghantui dengan serangkaian yang saya alami sampai sekarang. Kadang saya berfikir bahwa seharusnya ketakutan-ketakutan itu saya lampauinya ketika masih jaman SMP atau setelat-telatnya jaman SMA. Namun kenyataannya puncak semua itu baru saya alami ketika masa kuliah. Bisa dibilang saya terlambat panas.

Dari semua momen yang saya ingat ada 3 momen yang kadang menyisakan penyesalan begitu mendalam. Pertama, ketika saya memang yang melakukan kesalahan dan kesalahan itu membuat saya lari dari kenyataan. Menghindari segala resiko hampir selama 3 tahun yang seharusnya bisa menjadi sebuah masa pendewasaan buat saya. Kedua, ketika kesalahan pihak ketiga seolah-olah membuat saya menjadi orang paling salah. Seolah-olah kalau tak ada saya semua tak akan terjadi. Padahal kondisinya adalah saya hanya sebatas menemani. Momen ini juga membuat saya menghindar. Kejadian ini kembali menunda pendewasaan saya karena saya tak berani mengambil resikonya. Adapun momen ketiga adalah ketikan kondisi saya seharusnya menjadi penyeimbang dua kubu bermasalah. Dengan anggapan yang tinggi kepada saya membuat mereka percaya kepada saya. Namun kenyataannya saya gagal membuktikan ekspetasi itu, seolah-olah saya hanya berpihak di satu sisi sampai akhirnya saya menyadari semua yang saya lakukan itu salah. Parahnya lagi kesadaran itu terlambat datang karena semuanya sudah tak bisa diperbaiki dan sekarang pun saya measih merasa dalam bayang-bayang kegagalan saya. Saya sangat terkesan takut menghadapi segala resiko dan kadang masih sangat terasa tak bisa mengotak-kotakkan masih-masing hal yang berbeda tapi tetap satu jua.

About Asyhar


One response to “Tiga Momen Ketidakdewasaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: