Kawah Putih dan Situ Patenggan


Minggu, 30 September 2012 saya berkesempatan berwisata alam ke daerah Ciwidey, tepatnya ke Kawah putih dan danau Situ Patenggang. Saya pergi bersama saudara saya yang kebetulan diajak teman-temannya yang berasal dari Vietnam. Total rombongan ada 18 orang dengan 14 diantaranya orang Vietnam. Sekilas orang Vietnam ini seperti orang Indonesia yang keturunan China. Secara kelakuan mereka juga gak terlalu beda, bahkan hampir semua lagu yang mereka obrolin adalah lagu dangdut.

Kami berangkat sekira jam 07.45 pagi dari Cihampelas dan sampai di Kawah Putih dua jam kemudian. Sesampainya disana yang saya bilang dalam hati adalah “wah fasilitasnya jauh lebih oke dari sekira 3 tahun yang lalu”. Sampai pintu gerbang sebelum naik anak-anak Vietnam sudah icip-icip strawberry. Kali ini kami memanfaatkan angkot terbuka yang disediakan pengelola. Mereka ternyata gak segan-segan untuk teriak-teriak ketika melewati jalan berliku yang menanjak dan menurun. Sesampainya di pusat Kawah Putih tentu saja hal yang dilakukan adalah foto-foto, banyak tempat dan banyak gaya yang mereka peragakan. Itu semua kadang menarik perhatian pengunjung lain apalagi dipadu dengan bahasa candaan yang tentu saja terdengan asing. Sekira jam 12.00 kami turun ke bawah untuk sholat dan makan sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekira 20 menit melanjutkan perjalanan kami sampai ditempat Situ Patenggang. Tak butuh waktu lama kami langsung menyewa perahu untuk mengitari ‘batu cinta’ yang tepat berada ditengah-tengah danau.Tentunya dengan mampir ke seberang untuk sekedar berfoto-foto. Sepanjang perjalanan dengan perahu ini, kami orang-orang Indonesia juga dibuat tertawa dengan polah tingkah teman-tean kami dari Vietnam ini. Mulai dari mereka bercanda sampai mereka bernyanyi dengan bahasa mereka disertai mimik-mimik yang lucu.

Sekira jam 4 sore kami pulang dan sekira 2,5 jam kemudian kami sampai di Bandung lagi. Perjalanan cukup macet mengingat itu adalah hari Minggu dan sore hari.  Semua nampak lelah dengan beberapa tertidur pulas tapi saya mungkin terlihat yang paling menderita. Dengan tanpa sarapan pagi dan makan sekali mual menemani saya selama perjalanan apalagi dapet tempat duduk yang kurang enak dan strategis. Untung saja ada yang berbaik hati menawari tempat duduk yang lebih nyaman untuk saya.

Ini adalah salah satu pengalaman yang berkesan buat saya, dimana saya berbaur dengan orang asing dengan waktu yang cukup lama. Bahkan mungkin ini pertama kalinya buat saya. Walaupun bahasa inggris saya juga kacau tapi setidaknya saya mengerti apa yang mereka bicarakan, secara garis besarnya. Kadang hal-hal seperti ini lebih membuka keberanian saya untuk lebih berani mencoba bergaul dengan orang asing. Selama kuliah di institut terbaik bangsa ini memang bahasa asing yang belum berkembang dan saya merasa itu saya butuhkan untuk keperluan masa depan saya di dunia fana ini.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: