Escape from Bandung in Cirebon


Jum’at, 21 Desember 2012, kami melanjutkan perjalanan ke Cirebon yang kami awali dengan menuju terminal Purwokerto terlebih dahulu dengan ongkos 8rb. Setelah tahu jaraknya agak jauh dan lama jadi gak enak juga sih nawarnya terlalu maksa dari 10rb ke 8 ribu, tapi yasudahlah. Seperti biasa nyampai terminal langsung ditarik-tarik ‘preman’ terminal dan akhirnya kami beli tiket bis yang ternyata emang satu-satunya yang tulisannya ke Cirebon. Berangkat setelah maghrib kami sampai sekira jam 11 malam tapi ternyata kami tidak turun di terminal Cirebon yang sebelumnya dijanjikan. Kami diturunkan dipintu keluar tol Ciprena. Untungnya ada yang orang Cirebon, jadi tinggal nunggu jemputan. Jemputan datang kami langsung cabut ke rumah salah satu teman kami, Manda. Ada orang Cirebon berarti menghemat biaya makan dan biaya tinggal.

Waktu sudah malam tapi kami sempatkan menikmati jamuan makan malam sang empunya rumah. Paginya kami mengagendakan kegiatan untuk kondangan ke pernikahan salah satu teman seangkatan kami yang menikah. Teman saya adalah Finna STF’08 yang menikah dengan Anas IF’08. Kebetulan kami bisa menyaksikan akadnya di masjid agung Cirebon dan dilanjutkan resepsi di gedung sebelahnya yaitu gedung Islamic Center. Setelah berfoto angkatan bersama sang mempelai, kami undur diri. Setelah undur diri kami menyusuri kota Cirebon dan menuju kawasan Sunyaragi yang merupakan salah satu bagian dari keraton Pakungwati sekarang bernama keraton Kasepuhan. Kami dipandu seorang pemandu yang katanya keturunan Sunan Kalijaga untuk mengitari bangunan yang didominasi batu karang.

22122012829

Taman Sunyaragi terdiri dari 12 bagian, antara lain: (1)bangsal jinem, tempat sultan memberi wejangan sekaligus melihat prajurit berlatih; (2) goa pengawal, tempat berkumpul par apengawal sultan; (3) kompleks Mande Kemasan (sebagain hancur); (4) goa Pandekemasang, tempat membuat senjata tajam; (5) goa Simanyang, tempat pos penjagaan; (6) goa Langse, tempat bersantai; (7) goa peteng, tempat nyepi untuk kekebalan tubuh; (8) goa Arga Jumud, tempat orang penting keraton; (9) goa Padang Ati, tempat bersemedi; (10) goa Kelanggengan, tempat bersemedi agar langgeng jabatan; (11)goa Lawa, tempat khusus kelelawar; (12) goa pawon, dapur penyimpanan makanan.

22122012830

22122012831

Selesai mengunjungi kawasan Taman Sunyaragi, kami bergegas pulang untuk beristirahat. Saya sendiri cukup capek sehingga tidur lebih awal. Keesokan harinya kami berkala ke kota Cirebon lagi dan tempat yang kami kunjungi adalah kawasan pantainya yang tak berombak. Tempat ini katanya aadalah tempat bongkar muat pasang kapal-kapal barang sehingga banyak kapal yang terlihat dikawasan ini. Selain itu banyak pula dijumpai pemancing dan anak-anak mandi dilaut. Kami berjalan menyusuri tumpukan batu yang membelah lau sambil berfoto-foto sembari melihat ubur-ubur yang cukup banyak ada ditempat ini.

23122012832 23122012833 23122012834 23122012835

Sehabis dari pantai kami mencoba mencicipi yang namanya nasi Jamblang. Menurut saya rasanya gak ada yang istimewa keculai bentuk dan penyajiannya saja yang berbeda. Selesai sarapan nasi jamblang, kami bergegas ke keraton Kasepuhan. Kami berjalan menyusuri semua bangunan dengan didampingi pemandu. Bangunan disini dini didominasi batu bata merah. Banyak hal yang kami jumpai disini, mulai ada lukisan 3 dimensi, sumur yang gak pernah kering, dan tempat-tempat yang masih dipercayai mempunyai daya magis. Selain ke keraton Kasepuhan kami juga mengunjungi keraton Kanoman tapi keraton ini lebih sepi dengan letak yang tak strategis yaitu berada dibelakang pasar. Hal yang menarik dari Keraton di Cirebon adalah adanya piring-piring porselen asli Tiongkok yang menjadi penghias dinding semua keraton di Cirebon. Tak cuma di keraton, piring-piring keramik itu bertebaran hampir di seluruh situs bersejarah di Cirebon. Dan yang tidak kalah penting dari Keraton di Cirebon adalah keraton selalu menghadap ke utara. Dan di halamannya ada patung macan sebagai lambang Prabu Siliwangi. Di depan keraton selalu ada alun alun untuk rakyat berkumpul dan pasar sebagai pusat perekonomian, di sebelah timur keraton selalu ada masjid.

Selesai berjalan-jalan kami menyempatkan diri ke pasar dengan lebih tepatnya yang cowok menemani yang cewek-cewek belanja kain. Saya sendiri sudah sangat lemas dimana selama 5 hari berturut-turut selalu diisi denganjalan kaki yang cukup panjang. Sekira 1 jam dipasar kami menuju mobil untuk pulang dan mampir nge-es campur dipinggir jalan. Sesampainya dirumah kami makan siang, mandi, sholat, dan bersiap untuk balik ke bandung. Kami menuju terminal sekira jam 3 sore dan 6 jam kemudian kami sudah sampai di kota Bandung lagi.

Perjalan Escape from Bandung ini tentunya menjadi pengalaman tersendiri buat saya. Banya cerita, banyak pengalaman, dan banyak pembelajaran yang saya dapat. Selama satu mingggu beromunikasi lebih dekat dengan orang-orang yang sebelumnya gak begitu dekat membuat saya belajar akan karakter oarang lain yang berbeda. Mudah-mudahan ini bisa menjadi modal bagi saya untuk lebih memahami karakter orang lain (terutama cewek) dalam mengarungi kehidupan masa depan.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: