Diperjelas Gak Sanggup, Gak Diperjelas Bingung


Kehidupan ini banyak aturan, entah itu aturan yang dari Tuhan entah aturan yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Disini saya akan lebih membahas aturan yang dibuat manusia. Sampai sekarang ini banyak pengalaman yang membawa saya mengenal berbagai aturan. Dari berbagai aturan diberbagai sumber ada satu kesamaan yang bisa saya ambil, yaitu ketika aturan semakin diperjelas banyak yang merasa keberatan atau gak sanggup tapi ketika aturan diberikan secara umum banyak yang mempertanyakan kejelasannya. Ini seolah menjadi hal yang kontradiktif tapi ya beginilah realita yang saya pahami. Untuk itu harus ada sepemahaman terlebih dahulu terkait orang-orang yang bersangkutan. Hal ini dimungkinkan karena ada kecenderungan yang membuat aturan belum tentu yang mengawasi peraturan tersebut dan apalagi yang menjalankan aturan tersebut.

Contoh nyata dari pengalaman terbaru yang saya dapat adalah hal yang terkait profesi saya. Dalam hal ini berkaitan dengan CPOB yang merupakan sumber utama berbagai peraturan terkait industri obat di Indonesia. Sepengetahuan saya bahas di CPOB itu dipermudah oleh yang membuatnya tapi seolah-olah malah membuat bingung para pelaku industri, terkhusus kalangan pekerja karena ketika bicara ke level manager, mereka pasti akan bilang mudah dipahami. Banyak dari mereka yang mengeluhkan ketika ada audit dari pihak pemerintah sebagai regulator. Mereka mengeluh bukan karena mereka gak sanggup memenuhi kriteria tapi kebanyakan karena persepsi pemahaman aturan yang berbeda. Seolah-olah pihak audit hanya mau tau apa yang dilakukan oleh pelaku industri ideal sesuai aturan mereka. Di pihak lain para pelaku industri menafsirkan berbeda aturan yang ada. Disini makin terlihat gap antara auditor dengan pelaku industri. Pelaku industri seolah merepresentasikan realita lapangan yang tak dipungkiri banyak faktor x karena memang berhubungan dengan makhluk hidup yang diliputi oleh emosi dan perasaan. Adapun auditor banyak pula dihuni oleh kaum idealis yang masih minim pengalaman, seolah pemahaman mereka hanya sebatas teori tanpa mempertimbangkan faktor x di lapangan.

Ketika saya mencoba menelaah lebih jauh ketika saya mengintip dunia industri, seolah saya tercengang dengan keadaan yang ada. Menurut saya banyak juga dunia hitam yang mereka lakukan, dimana seolah-olah ada kebohongan berantai. Tak bisa dipungkiri ketika kita melakukan sesuatu dalam tekanan yang mengharuskan hasil yang baik akan ada saja ‘penyelewengan’ yang dilakukan. Sebagai contoh, hal ini terjadi karena memang alat yang ada tidak bisa memenuhi ekspetasi namun dipaksakan sehingga menghasilkan data yang gak akan akurat. Padahal disisi lain produk yang dihasilkan tetap memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Hal ini kadang membuat ada angan-angan kesimpulan yang muncul di benak saya. Indonesia seolah-olah ingin perfect dalam segala hal baik proses maupun produk namun ada hal yang terkesan dipaksakan karena memang belum siap. Hal ini mengingatkan saya akan kuliah Distribusi Rantai Pasok bahwa sebenarnya untuk mencapai tingkatan yang perfect ini ada tahapannya. Kita gak bisa langsung perfect dalam aspek proses dan produk. Kita bisa fokus ke pemenuhan produk terlebih dahulu dengan ‘mengabaikan’ proses yang penting produk akhir tetap memenuhi spesifikasi. Kita harapkan hal ini sukses terlebih dahulu secara utuh. Setelah itu baru kita perlahan meningkatkan pengawasan dan perbaikan terhadap proses sehingga proses dan produk bisa perfect sesuai harapan. Indonesia seolah sudah ketinggalan namun tak mau mengejar ketertinggalan itu secara perlahan, seolah mengharapkan hal yang instan tapi gak siap secara persiapan dan sumber daya.

Dengan adanya pengalaman ini semakin memperkuat niat saya untuk konsisten di profesi yang sedang saya pelajari. Saya ingin menambah personil orang-orang yang sepemahaman dengan saya di negara ini sehingga apa yang kami cita-citakan dapat terwujud. Menjadikan profesi kami lebih terasa manfaatnya bagi bangsa Indonesia karena kami yakin kami bisa.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: