Sisi Lain Karakter Significance


Salah satu karakter saya adalah significance yang dalam bahasa lain bisa diartikan sebagai memiliki kebutuhan untuk menonjol di mata orang lain. Saya akui bahwa ada keinginan untuk dikenal dan dihargai karena sesuatu yang unik dari diri saya. Karakter ini menuntut saya untuk bekerja keras dan membuktikan bahwa saya punya kekuatan unik yang patut dihargai. Kadang inilah yang membuat saya selalu punya target-target yang tinggi akan segala sesuatu yang ingin saya raih. Bagi saya salah satu kepuasan bisa dicapai dengan melakukan proses-proses yang hebat untuk mendapatkan sesuatu ataupun menggapai tujuan.

Sisi lain karakter ini terkadang juga membuat sebuah kekonyolan akan perilaku saya, termasuk ucapan-ucapan aneh menanggapi sesuatu. Kadang ada saja teman-teman saya yang menyebut saya annoying ataupun absurd. Namun demikian, kemudian terlintas beberapa kata yang cukup populer yang pernah saya lontarkan. Terkadang bagi beberapa orang, kata tersebut akan mengarahkan bahwa kata-kata itu identik dengan saya. *Udah cem syahrini aja suka bikin kata-kata yang khas, ckckck…*

#Terasa

Kata ini mungkin berlaku dilingkungan himpunan, khususnya angkatan saya SF 2008 dan orang-orang yang terlibat dan antusias dengan pemilu HMF tahun 2010. Sebenarnya tak ada yang unik dengan kata yang satu ini. Kebetulan kata ini merupakan bagian dari kalimat visi yang saya bawakan untuk HMF. Sampai tak terasa kata tersebut cukup membekas bagi beberapa orang. Saya gak pernah punya niatan untuk menjadikan kata ‘terasa’ sebagai tagline saya, tapi kenyataan lingkungan itu memberikan kesempatan bagi saya untuk membumingkan kata tersebut. Pola pemikiran saya waktu itu simpel, yaitu manfaat itu ada yang terasa ada yang nggak. Adapun mimpi saya hanya membuat manfaat yang kita peroleh harus terasa biar berkesan dan memberikan efek karena ha itulah yang orang cari dalam berorganisasi. Ketika saya berbicara dan mengandung kata ‘terasa’ pasti akan menjadi sesuatu yang beda, entah itu mengejek saya yang terus saja ‘berkampanye’ walaupun sudah kalah atau yang lain. Sampai sekarang saya tetap menjadikan kata ‘terasa’ sebagai patoakan filosofi saya dengan mendeskrispikannya sebagai (T)anggung jawab, (E)legan, (RA)sional, dan (SA)ntun. Kita harus menjadi pribadi yang pribadi yang bertanggung jawab dalam menjalankan amanah dan menjalankannya dengan elegan. Pemikiran-pemikiran yang kita ambil harus rasional sehingga kita bisa bersikap santun terhadap kebijakan yang kita ambil.

#Sip-sip

Kalau kata ini lebih dikenal dilingkungan kos atau anak-anak Perhimak Bandung menyebutnya sebagai asrama. Sebenarnya munculnya kata-kata ini simpel yaitu untuk menghentikan obrolan-obrolan gak penting, debat-debat kusir gak jelas, ataupun omongan-omongan orang lain yang mengganggu ketenangan saya menikmati sesuatu seperti nonton TV. Kata ini menjadi populer ketika orang-orang mulai ikut-ikutan menjadikannya sebagai sarana yang sama dengan tujuan saya.

#Harapmaklum

Kata ini merupakan tanggapan saya tentang sistem per-TU-an kuliah yang gak jelas. Mulai dari fungsi TU yang kurang memenuhi ekspetasi, pelayan yang kurang ramah, sampai penyampaian informasi yang suka mendadak. Sebagai tukang jarkom saya pernah menyelipkan hastag #harapmaklum pada sms yang saya kirim karena adanya jadwal kuliah yang tiba-tiba. Ketika ada jarkom yang menginfokan kejelasan yang mendadak kadang saya juga menyelipkan kata tersebut. Alhasil kata ini menjadi cukup populer dikalangan teman-teman apoteker seangkatan.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: