Mereka Berusaha Memberikan Yang Terbaik


Dalam suatu proses pembelajaran tentunya ada pihak yang dinyatakan sebagai pihak yang mengajar (pengajar) dan pihak yang diajar (murid). Setiap pengajar tentunya akan selalu berbuat yang terbaik untuk muridnya. Ada beberapa etika yang harus dipahami oleh keduanya, terutama pihak murid. Etika terpenting adalah saling menghormati.

Selama ini ada beberapa tipe pengajar yang saya kenal, antara lain yaitu :

  • Terkesan bodo amat

Ada seorang pengajar yang menunjukkan kesan bodo amat dalam proses mengajar. Entah ada yang mau tidur, mau gak masuk, atau hal lain yang dilakukan murid, mereka gak peduli. Hal terpenting bagi mereka adalah mereka sudah melaksanakan kewajiban mereka untuk mengajar. Mungkin pengajar-pengajar tipe ini adalah pengajar yang menganggap muridnya sudah dewasa. Oleh karena itu, murid diberi kebebasan untuk menentukan pilihan mereka.

  • Terkesan kejam dan galak

Tak jarang kita mendapati seorang pengajar yang galak dalam mengajar, baik dalam penyampaian ataupun memberikan penilaian. Mungkin pengajar ini lebih menekankan agar para muridnya untuk disiplin dalam proses belajar dengan menyiapkan mental mereka agar kuat dengan keadaan-keadaan tertekan. Mungkin mereka sudah memikirkan bahwa keadaan diluar sana (dunia kerja, dunia sebenarnya), terdapat hal-hal yang lebih kejam.

  • Terkesan gak nyambung jenis jenis pelajaran yang harusnya diberikan

Tak jarang ada pengajar yang terkesan suka ngelantur kemana-mana. Tak heran jika ada pengajar yang memakan waktu lebih dari 15 menit hanya untuk satu slide karena kebanyakan menceritakan hal lain. Entah apa yang disampaikan, terkadang kalau kita dengarkan lebih seksama kita akan menangkap esensinya. Mungkin mereka mengajarkan pola pikir, mungkin mereka mengajarkan sebuah etika karena pola pikir dan etika akan membuat keilmuan yang kita miliki lebih bermanfaat.

  • Terkesan bikin tingkah aneh-aneh

Kadang kita juga gak habis pikir dengan pengajar dengan tingkah aneh-aneh entah dalam cara mengajar ataupun memberikan ujian. Lebih parahnya itu kadang terlihat konyol di mata murid. Hal ini biasanya dilakukan oleh pengajar-pengajar yang berpengalaman, biasanya pengajar muda yang lebih gaul dan lebih memahami perilaku para muridnya. Hal positif yang saya ambil adalah pengajar berusaha menghilangkan segala bentuk tindakan murid yang tidak benar, entah itu membolos ataupun berbuat kecurangan saat ujian.

  • Terkesan gak mau jelasin

Ada juga tipe-tipe pengajar yang lebih suka memberikan umpan balik dan terkesan gak mau ngejelasin lebih lanjut. Hal ini bisa diperparah kalo muridnya adalah tipe yang ‘sekedar’  menerima suapan ilmu. Sebenarnya tipe-tipe pengajar seperti ini akan lebih membuka pikiran muridnya agar lebih berkembang dalam memandang sesuatu, nantinya tugas pengajar lebih mengarahkan. Dengan demikian pemikiran-pemikiran murid tak akan terbatasi dengan apa yang disampaikan oleh pengajar.

  • Terkesan sadis dengan beragam aturan

Banyak pengajar yang dibilang resek karena berbagai aturan yang mereka buat untuk muridnya dalam proses belajar. Entah itu gak boleh telat, gak boleh ke belakang selama pelajaran, gak boleh tidur, harus berpakaian rapi dan bersepatu, atau aturan-aturan lainnya. Para pengajar juga gak segan-segan memberikan sanksi bagi murid yang melanggar, entah itu menyindir, meminta menjawab pertanyaan atau menjelaskan suatu materi, menyuruh mencuci muka, menyuruh meninggalkan ruang belajar, atau lainnya. Tentunya kadang kita sebal jika mendapatkan sanksi, apalagi kalau kita memang sedang ada suatu keperluan sehingga melanggar aturan. Sebenarnya pengajar ini mungkin hanya melatih kita untuk menjunjung suatu aturan atau mengajarkan kita untuk bersikap profesional. Ini juga mengajarkan kepada kita untuk konsisten dan disiplin terhadap sesuatu, apapun kondisi kita.

Itu hanya beberapa tipe yang kepikiran oleh saya saat ini. Tentunya masih banyak tipe-tipe yang lain. Satu hal yang kadang suka dilupakan orang, mencari makna diluar suatu tindakan yang gak biasa. Kita terkadang terlalu berfikir lurus-lurus saja. Menurut saya, hal yang pasti adalah mereka berusaha memberikan yang terbaik. Mereka punya pengalaman-pengalaman yang mungkin belum kita dapat, mereka punya pemikiran yang mungkin gak kita pikirkan, mereka tahu permasalahan yang kita gak sadari, dan mungkin mereka tahu bagaimana mengatasinya. Ada alasan dibalik setiap sesuatu, itu yang harus selalu kita tahu. Dengan demikian kita tahu esensinya sehingga nantinya akan lebih memberikan sesuatu yang bermanfaat dan terasa pula manfaatnya.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: