PKPA Apotek: Apa Yang Bisa Dilakukan Seorang Apoteker Untuk Masyarakat?


Dalam rangka Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA), saya berkesempatan melihat secara dekat bagaimana pengelolaan sebuah apotek sebagai salah satu fasilitas layanan kesehatan, khususnya oleh apoteker. Kebetulan saya mendapatkan tempat PKPA di Apotek Kimia Farma (KF) No. 43, Buah Batu, Bandung. Apotek ini merupakan Apotek KF kelas satu dan terbesar kedua di area Bisnis Manager Bandung. Di area apotek terdapat praktek dokter umum, praktek dokter bersama, dan laboratorium klinik dengan perizinan terpisah.

Berada disana selama 23 hari kerja atau 161 jam kerja mungkin tidak cukup untuk menilai apotek tersebut. Namun tentunya saya punya pandangan tersendiri tentang apa yang saya lihat dan saya amati disana. Secara manajemen, apotek ini sudah terkelola dengan baik. Setidaknya apa yang saya ketahui terkait manajemen apotek di perkuliahan dapat saya lihat aplikasinya di apotek ini. Secara bisnis, menurut saya apotek KF memang bisa jadi panutan di negeri ini.

Dari segi layanan mungkin memang masih terbilang biasa-biasa saja kalau dibandingkan apa yang saya ketahui dari teori-teori di perkuliahan. Pelayanan kefarmasian terlihat begitu simpel dalam aplikasinya. Menurut saya hanya perlu keberanian dan pengalaman saja. Hal ini terbukti bahwa justru seorang asisten apoteker pun kadang lebih jago dalam melakukan Pelayanan Informasi Obat (PIO), dibandingkan dengan seorang apoteker. Ini kembali lagi kepada pengakuan masyarakat terhadap profesi apoteker. Kadang banyak orang yang gak tau sebenarnya apa peran apoteker untuk dunia kesehatan. Bahkan tak jarang ketika seorang apoteker sedang melakukan PIO atau konseling kepada pasien, pasien akan memanggil dengan sebutan “dok”. Ya, pada kenyataannya dunia kesehatan di Indonesia memang masih terlalu identik dengan dokter. Apalagi apoteker di Indonesia “ikut-ikutan” pake jas putih.

Lalu apa yang mesti kita lakukan sebagai seorang apoteker untuk masyarakat? Untuk apara apoteker yang nantinya bekerja di apotek, cukup jalankan saja segala aturan terkait apotek, khususnya pedoman-pedoman terkait pelayanan. Pemerintah telah menerbitkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek melalui Kepmenkes No. 1027 tahun 2004. Kita tak perlu terlalu saklek dalam memahami & menjalankan aturan. Hal yang terpenting adalah tujuan dari aturan itu tercapai. Misalnya, dalam Kepmenkes tersebut jelas diatur bahwa apotek harus menyediakan ruangan khusus yang tertutup untuk konseling tapi apakah harus seperti itu dengan melihat kenyataan mengenai peran apoteker yang dilihat masyarakat? Tentu tidak, karena kita bisa mengatur nada bicara untuk konseling dan menjaga privasi pasien.

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Kementrian Kesehatan RI juga telah menerbitkan pedoman Cara Pelayanan Kefarmasian yang Baik. Kita tinggal mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah disediakan oleh organisasi maupun pemerintah. Kita tak perlu takut karena gak siap karena semua itu bisa dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Hal yang terpenting adalah kita mau berbuat baik untuk ikut membenahi kesehatan masyarakat. Dengan dasar yang jelas dan niat yang tulus saya rasa peran farmasi ke depan akan semakin dilihat oleh masyarakat. Banyak hal sepele yang bisa kita lakukan di apotek agar semakin dikenal dan yang paling utama adalah peduli terhadap pasien. Ketika pasien sudah mengenal kita, mereka akan perlahan mengenal juga apa yang bisa kita lakukan untuk mereka.

Saya cukup optimis dengan melihat apa yang terjadi di apotek KF, khususnya KF No. 43, dimana saya menjalani PKPA selama kurang lebih satu bulan. Mereka memang tidak seideal apa yang saya bayangkan dari materi perkuliahan tapi mereka terkelola dengan baik dan terus berupaya menyempurnakan kegiatan mereka dengan mengacu pada pedoman-pedoman pelayanan kefarmasian. Tidak dipungkiri bahwa mitos “dalam dunia bisnis, aspek pelayanan adalah nomor dua setelah keuntungan” masih cukup terasa. Namun aspek pelayanan yang mereka berikan saya rasa sudah cukup sepadan dengan harga yang mereka tawarkan. Mudah-mudahan apotek-apotek seperti KF terus berkembang dan menjadi fasilitas para apoteker untuk menunjukkan peran mereka untuk dunia kesehatan pada masyarakat.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: