Dibalik Layar: Ujian Penelusuran Pustaka (UPP)


Ujian diawali dengan pengundian soal dan alhamdulillah dapet soal Tablet Lovastatin 1000 Tablet. Sediaan ini merupakan sediaan yang menurut saya paling saya kebayang kalaupun nanti harus dibikin. Nama zat aktifnya juga gak terlalu asing ditelinga. Selama 2 hari saya berhasil menulis 52 halaman, mencangkup deskripsi umum, penjelasan farmakologi, metode pembuatan, sampai analisis zat dan sediaannya. Hari pertama saya memang cuma bikin sekira 10-an halaman api hari kedua saya bisa nulis sekira 40-halaman. Semua saya kerjakan sesuai target dan saya merasa bisa tersenyum dengan hasil kerjaan saya. Atur strategi hari pertama mau nulis apa dan hari kedua mau nulis apa. Inti dari UPP adalah kerjakan apa yang bisa kamu tinggal salin dari pustaka di hari pertama dan jangan tidur sebelum bekal untuk hari kedua selesai. Kalau saran saya hari pertama itu kerjakan bab 1 dan bab 5, bisa tambah bab 4 kalau masih ada waktu. Tapi kalau kalian pake partner, sebaiknya sebelum istirahat kalian juga harus punya pertimbangan bagian farmol dan farsetnya biar kerja mereka lebih terarah dan fokus. Misalnya, saat istirahat saya sudah meminta partner farset untuk mebuat dg dosis 20 mg, saya terangkan sifat zat aktif secara umum, dan perkiraan metode pembuatannya seperti apa. Untuk partner farmol berarti menyesuaikan saja dg dosis 20 mg apa yg bisa dicari informasinya, kalau ada dosis yang lebih baik dan lebih luas cakupannya koordinasikan dengan partner farset agar disesuaikan. Saling koordinasikan juga pengaruh eksipien yang digunakan. Contoh kesalahan fatal (bukan untuk lovastatin): obat diabetes tapi eksipien pake laktosa.

Deskripsi umum sebenernya cukup mebingungkan buat saya, terutama bagian penentuan golongan obat. Dalam pasaran obat ini sudah jelas termasuk golongan obat keras tapi tak ada dalam daftar golongan obat keras manapun. Baca aja dijurnal akhirnya saya pakai alesan apa, haha. Kalo mau alternatif bisa tambahin kriteria obat yang bisa diberikan tanpa resep dan bilang bahwa lovastatin gak memenuhinya.

Pustaka zat aktif ini cukup lengkap tapi entah kenapa soal ini termasuk jarang keluar, setau saya 3 kali keluar temasuk saya yang kena. Saya gak terlalu ngeh dengan titik kritis zat aktif ini. Kalo dalam bentuk padatan (serbuknya) dia memang sedikit terhidrolisis, walaupun kata Florey tidak signifikan. Bisa dilihat dalam penyimpanannya yg memerlukan aliran nitrogen. Untuk itu perlu penanganan tertentu dalam pembuatan tabletnya, bisa penambahan antioksidan atau membuat tablet salut atau bahkan gabungan keduanya. Anti oksidan bisa aja di fase dalam atau fase luar ataupun keduanya. Tapi jangan terlalu lebay sih karena memang gak terlalu signifikan hidrolisisnya. Kalo dalam bentuk larutan Lovastatin dipengaruhi pH, jadi perhatikan preparasi sampel dibagian analisisnya (liat dibagian ujian praktek saya).

Tablet di pustakan ada yg konvensional ada yg extended-release. Tinggal pilih mau bikin yg mana dan sesuaikan dengan  dosis, indikasi, dan cara penggunaannya. Awas jangan ketuker-tuker. Satu yg masih mengganjal pikiran saya adalah tablet konvensional lebih baik dimakan sesaat setelah makan dan tablet extended-release lebih baik dikonsumsi saat perut kosong. Dipertanyakan juga oleh praktisi RS pas sidang lisan sih, tp itu yg saya baca dipustaka dan jurnal sebelumnya yg notabene-nya punya anak PF. Kenapa saya pilih tablet konvensional ya karena kalo dibuat di lab bakal lebih mudah.

Dari segi dosis, jumlahnya sangat kecil, jadi gimana dg metode pembuatannya? Kalo ngikutin alur TS tablet ini seharusnya dibikin kempa langsung ataupun granulasi kering. Namun kalo dilihat dari sifat aliran lovastatin yg gak diketahui secara pasti tp kemungkinan jelek (dr pemeriannya), maka pilihannya adalah granulasi dan granulasi yg terbaik adalah granulasi basah. Metode granulasi juga akan mempermudah penggunaan bahan yg umum dan kemungkinan tersedianya di lab sangat tinggi (kalo dapet ujian praktek di solida). Kita sama2 tau kalo kempa langsung butuh pengisi yg bagu dan itu mahal, dari sisi ekonomi (bisnis) tidak menguntungkan. Lalu mengapa saya pilih granulasi kering? Intinya yg terbanyang dibenak saya waktu itu bikin pake metode granulasi saja untuk memperbaiki sifat aliran. Kenapa saya pilih granulasi kering ya karena gak ada data yg menunjukkan dia tahan panas, walaupun pada kenyataannya ada data titik lebur yg cukup tinggi dan dia bisa dianalisis dg kromatografi gas dengan suhu yg lebih tinggi lagi. Intinya 3 metode yg ada bisa menurut digunakan, tinggal pilih aja yg kira2 bakal lebih aman dan lebih mudah dikerjakan di lab serta lebih ekonomis.

Kalo masalah farmakologi tinggal salin dari pustaka. Bedakan mana yg konvensional dan yang extended-release. Awas ketuker! Pahami apa kapan suatu kondisi harus dimasukkan ke kontraindikasi dan kapan harus masuk peringatan. Coba bandingin kelebihan dan kekurangan lovastatin dengan golongan statin lain, kali aja ditanya pas sidang lisan (kayak saya, dan saya hanya terdiam krn tauanya ini lebih jelek).

Kalo masalah analisis sudah sangat lengkap datanya, istilahnya tinggal salin dari pustaka. Oia, kenapa salah milih kromatografi densitometri untuk alternatif kadar? Itu semata-mata strategi aja biar dapet KCKT. Kalo masalah urutan prioritas analsisis, pilih metode termudah atau sesuaikan saja dg tuntunan farmakope.

Pada intinya saya sudah mencantumkan hasil koreksi jurnal saya, walaupun cukup banyak tapi jurnal saya sudah tidak diminta untuk dikonfirmasi oleh dosen. Artinya, tak ada kesalahan substansial (atau mungkin lebih tepatnya gak terjamah oleh dosen, (*tp emang menurut sayy tak ada yang terlalu salah parah sih*). Jurnal saya pun dinyatakan LULUS TANPA PERINGATAN.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: