Pembinaan Organisasi IAI : Anggotanya Masih Apatis


Alhamdulillah, Senin, 7 Oktober 2013, sebanyak 104 calon apoteker dari ITB telah melakukan pembinaan organisasi. IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) merupakan wadah organisasi yang menaungi apoteker di Indonesia. Ini merupakan ajang untuk berkenalan lebih lanjut karena pastinya sebelumnya hampir semua orang tahu apa itu IAI. Dari yang kita tadinya cuma tahu kulitnya, akhirnya kami juga tau tentang mereka lebih dalam dan tentang apa yang mereka perjuangkan untuk organisasinya.

Mulai dari jam 8 pagi sampai sekira jam 3 sore kami dikenalkan apa itu IAI dan lebih lanjut apa saja himpunan keseminatan yang ada. Yang tak kalah peting adalah penyampaian tentang kode etik dan standar kompetensi dari ketua MPEAD secara langsung. Kode etik menjadi penting untuk menjaga martabat profesi apoteker. Satandar kompetensi juga tak kalah penting guna menajalankan dan melindungi pasien sebagai objek pekerjaan kefarmasian.

IAI masih dalam tahap pertumbuhan, mungkin manfaatnya belum akan langsung terasa ketika ada anggota baru seperti kami masuk menjadi anggota. Organisasi ini masih sangat perlu dukungan semua pihak untuk terus tumbuh, bersama-sama menjalankan apa-apa yang ditentukan oleh organisasi. Bukan protes yang dibutuhkan para pengurus tapi dukungan minimal dengan mengikuti aturan profesi yang telah ditentukan. Mungkin profesi ini belum seperti yang kita dengan dari organisasi profesi sebelah karena memang kita belum mencapai tahap itu. Pengurus yang bekerja di IAI bukanlah orang bayaran, tapi dibutuhkan orang yang memang mencintai profesinya sebagai apoteker. Ibarat kata mereka sama dengan kita yang ketika jadi mahasiswa rela membagi waktu untuk menjalankan organisasi kemahasiswaan tanpa pamrih. IAI butuh peran besar dari apotekernya untuk menjadi apa yang anggotanya inginkan karena sesunggunghnya IAI adalah apoteker itu sendiri. Jangan sampai apa yang dikatakan bahwa apoteker apatis terhadap IAI terus terpelihara. IAI butuh apoteker untuk eksistensi apoteker itu sendiri,

Untuk menjamin ketersampaian materi, pihak IAI jawa barat mengadakan pre test dan post test. Hasilnya cukup mencengangkan buat kami semua. Dalam pre test dengan standar nilai lulus 60, hanya terdapat 1 orang yang lulus (dari 104 peserta). Dalam benak saya dan beberapa teman saya hanya terfikir, “sebodoh itukah kami?”. Entahlah tapi itulah kenyataan yang ada. Dengan soal yang sama kami diuji kembali dengan soal yang sama, hasilnya cukup baik tapi tidak memuaskan saya karena belum semuanya lulus, masih ada 24 teman kami yang tertunda kelulusannya. Luar biasa, sampai ada teman kami yang bilang ujian apoteker di ITB itu ada 4 tahap, selain UPP, sidang lisan, dan ujian praktek, masih ada ujian post test dari IAI; karena semuanya harus lulus. Lepas dari semua itu, semoga pembinaan organisasi ini bisa sedikit menggugah para calon anggotanya terhadap organisasinya, aamiin…

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: