Pengangguran dan Orientasi Kerja


Sudah hampir 2 bulan jadi pengangguran kalau dihitung sejak dinyatakan lulus pendidikan profesi. Apalagi setelah resmi jadi pengangguran uang jajan dari orang tua juga distop. Tabungan yang tadinya bisa untuk berkehidupan beberapa bulan pun ludes karena berbagai alasan. Pengangguran kadang juga menjadi istilah yang tak mengenakkan. Apalagi kalo sampai harus disebut “Katanya dari perguruan tinggi ternama, kok belum kerja”. Apalagi juga kalo melihat teman-teman yang lain udah keterima kerja atau paling tidak ngelamar kerja sana-sini. Apapun itu saya mencoba untuk menjadi diri saya sendiri. Sejauh ini bisa dibilang saya hanya sedang mengikuti satu proses perekrutan kerja. Saya masih menunggu dan rela menjadi pengangguran walaupun prosesnya cukup lama.

Saya tak mau ikut-ikutan ngelamar kerja sana-sini seperti teman saya kebanyakan. Saya gak mau kalau tetiba keterima ngelamar kerja tapi saya masih menunggu pengumuman yang akan tetep jadi prioritas. Saya gak mau ketika saya baru kerja 1-2 bulan terus harus resign karena keterima kerja ditempat yang lebih menguntungkan. Hidup ini memang pilihan tapi saya juga gak mau terlalu menciptakan pilihan menjadi lebih rumit. Selesaikan terlebih dulu apa yang ada didepan mata. Kita masih boleh mendua asal jangan sampai menduakan komitmen. Bagi saya ini prinsip.

Milih pekerjaan juga penting dan gak asal comat-comot. Jangan sampai ada penyesalan karena hanya tuntutan kita pengin cepet-cepet kerja. Idealnya kita kerja sesuai keinginan; tempat nyaman, kerjaan enak, gaji tinggi, dan lain sebagainya. Kalau bagi saya sampai sekarang ini, kerja bukan masalah gaji tapi tentang apa yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan kita. Saya senantiasa berdo’a agar kiranya ilmu dan kemampuan saya dapat menjadi berkah dan bermanfaat, tentunya lewat pekerjaan yang nantinya saya lakukan. Dengan pemikiran terbaik yang saya lakukan sampai saat ini saya lebih memprioritaskan pekerjaan sesuai latar belakang pendidikan saya. Saya juga lebih memprioritaskan pekerjaan di area pemerintahan ataupun BUMN/PMDN. Kalaupun nantinya Alloh menakdirkan lain, semata-mata itulah yang lebih baik buat saya karena keterbatasan pemikiran saya saat ini. Semoga usaha-usaha yang saya lakukan sampai saat ini terus diridhoi dan dimudahkan menembus tirai takdir-Nya, aamiin.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: