Ujian Penelusuran Pustaka Apoteker: Unpad vs ITB


Tak sengaja, awal minggu ini dimintain bantuan anak apoteker Unpad buat bantu ngerjain-diskusi UPP. Awalnya emang ragu buat bantuin tapi tak ada alasan untuk menolak. Seperti biasa, saya gak terlalu banyak tanya harus bantuin bagian apa ataupun batasan/pedomannya gimana. Dia hanya ngasih format makalah yang dikirim via email, gak ada keterangan lain. Pas hari H dia hanya kasih soal via HP. Kesimpulan saya saat itu sederhana saja, kerjain saja sesuai batasan/pedoman yang saya pahami. Dengan adanya kejadian ini saya sedikit punya gambaran tentang perbedaan UPP versi Unpad dan UPP versi ITB.

#Sejarah: ITB sudah sangat lama sekali (mungkin dari pertama kali ada) mengadakan ujian pake format UPP-Sidang-Praktikum, sedangkan Unpad bisa dibilang ujian format UPP-Sidang masih seumur jagung. Dari dulu sampai sekarang beredar kabar kalo ujian apoteker ITB itu yang tersusah se-Asia Tenggara, faktanya ya tergantung persepsi masing-masing aja karena belum ada yang ngebandingin secara langsung.

#Suasana: Saya pernah ikut bantuin UPP anak ITB dan Unpad, secara subjektif saya ngerasa suasana UPP anak ITB lebih ‘mencengkam’. Mungkin karena ketika saya bantu anak Unpad dg status udah lulus apoteker dan komunikasi ngebantunya hanya via email dan HP, tidak seperti pas bantuin anak ITB yang melihat langsung orang-orang yang ujian.

#Pedoman: Kalo mau ngerjain UPP di ITB kita berasa udah punya guideline tersediri, ibarat sebuah CPOB, anak ITB udah punya buku pedoman petunjuk teknisnya dan tiap tahun pastinya diupdate dan menjadi tanggung jawab masing-masing angkatan yang mau ujian. Kalo di Unpad kayaknya belom ada yang begituan, mereka hanya berpedoman format resmi yang diberikan pihak fakultas.

#WaktuPengerjaan: Kalo UPP di ITB itu hanya punya waktu 2 hari gak lebih gak kurang, sedangkan di Unpad punya waktu 2,5 hari.

#SumberPustaka: Setau saya kalo di ITB lebih pakai sumber pustaka sekunder alias sumber-sumber yang berbentuk buku. Kalo kemarin bantuin anak Unpad saya pakai kombinasi pustaka primer dan sekunder, alias buku dan jurnal.

#Format: Secara sekilas format jurnal/makalah yang dibuat agak mirip, hanya saja poin-poin pedoman di ITB terlihat sudah lebih rinci dan lengkap. Kalo di Unpad formatnya dibedakan jadi 2, ada sediaan obat konvensional dan sediaan obat herbal. Adapun di ITB juga ada 2 tapi lebih ditekankan pada penjurusan yang telah dilakukan, yaitu pelayanan farmasi dan produksi dan pengawasan mutu.

#Kelulusan: Kalo dari kabar yang beredar, sampai saat ini saya gak pernah mendengar ketidaklulusan UPP anak Unpad tapi mungkin saja karena saya gak gahul. Kalo dari ITB dalam sejarah yang saya tahu gak mungkin lulus 100%, pasti ada aja yang gak lulus entah karena kesalahan fatal ataupun sepele. Bahkan yang saya sedih adalah temen-temen angkatan saya masih cukup banyak yang belum lulus.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: