Perlukah Penjurusan Profesi Apoteker?


Lima tahun sudah saya mengenal dunia farmasi lewat dunia pendidikan, sekarang tiba saatnya saya mengenal dunia farmasi dalam dunia nyata. Pengamatan saya dalam dunia nyata mungkin memang masih sedikit, tapi ada aspek menarik yang saya soroti. Salah satu aspek yang saya soroti adalah peran ataupun tanggung jawab seorang farmasis/apoteker. Menurut saya dunia farmasi itu terlalu luas, tak hanya terkait produk barang tapi juga produk jasa. Belum lagi dilihat dari sisi marketing maupun hukum. Di dibidang produk barang ada apoteker yang bekerja di industri obat, obat tradisional, alat kesehatan, kosmetik, dan mungkin juga suplemen serta makanan. Dalam bidang jasa ada yang bekerja  di klinik, apotek, maupun rumah sakit. Belum lagi banyak juga temen-temen apoteker yang bekerja di bidang marketing baik dalam bidang distribusi,  industri, maupun asuransi. Masih ada juga yang bergerak dibidang hukum yang biasanya lebih ke arah pengawasan pemerintahan di Kemenkes dan BPOM.

Di Indonesia, sekarang ini hanya butuh 5 tahun untuk meraih gelar apoteker sehingga bisa terjun ke dunia kerja yang beragam. Sebagian besar perguruan tinggi tidak menspesifikasi penjurusan, jadi semua hal diajarkan. Ini bisa menjadi sebuah kelebihan karena dengan menguasai semuanya nantinya lulusannya bebas memilih pekerjaan yang tersedia di lapangan maupun keinginan sang apoteker. Disisi lain banyak hal yang harus dipelajari ketika kuliah yang total hanya 5 tahun atau bahkan di tempat saya dulu belajar bisa dibilang hanya 4 tahun karena 1 tahun pertama hanya dapat kuliah pengantar farmasi. Dengan demikian seorang mahasiswa tidak akan konsen mempelajari satu bidang dan baru akan konsen setelah mereka terjun langsung di dunia kerja. Entah karena mereka kecemplung atau entah karena minat mereka.

Mungkin memang masih banyak perdebatan dalam penjurusan yang spesifik pada jurusan farmasi. Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia tidak melakukan penjurusan dengan alasan memang seorang farmasis/apoteker harus menguasai segalanya sehingga bisa mengontrol secara keseluruhan. Ada yang sudah menjuruskan pada tingkat-tingkat akhir tapi ada juga yang sudah berani menjuruskan secara langsung dengan membuat program studi yang khusus. Kebanyakan pemecahan itu dikelompokkan menjadi prodi klinik dan komunitas farmasi serta prodi sains dan teknologi farmasi. Itu yang terjadi dalam kuliah sarjana, kalau dalam kuliah apoteker hampir dibilang belom ada yang berani membuat penjurusan. Mungkin hanya kampus saya kuliah yang berani. Pada penerapannya sampai saya lulus, itupun sebenarnya hanya tipu-tipu karena materi kuliah dan penjurusannya bertoak belakang. Penjurusan itu hanya untuk menjembatani lulusan sarjananya sendiri sehingga semua aspek kuliah farmasinya tersampaikan. Untuk saja setelah saya selesai kuliah (kurikulum baru yang sekarang berlaku), penjurusan tersebut sudah mulai kembali ke jalan yang benar. Materi kuliah disesuaikan dengan nama penjurusannya.

Menurut saya sangatlah perlu kuliah farmasi di Indonesia dijuruskan lebih spesifik. Mereka akan bisa mendalami suatu bidang sejak kuliah. Setidaknya lebih penting penjurusan di kuliah profesinya (apoteker). Kuliah profesi apoteker akan lebih baik bila dijuruskan berdasarkan bidang kerja yang ada di Indonesia. Minimal bisa dikelompokkan menjadi jurusan industri dan klinik. Kalo bisa ditambah bidang marketing dan hukum. Apalagi katanya apoteker mau 2 tahun, jadi lebih mendalam lagi yang dipelajari. Penjurusan ini juga harus dibarengi dengan mata kuliah yang disesuaikan dengan bidang masing-masing. Karena menurut saya percuma kita banyak-banyak kenyang teori kuliahan tapi tak terpakai didunia kerja. Bahkan banyak orang yang bilang bahwa ilmu kuliah yang kepake didunia kerja gak lebih dari 25%, dengan dijuruskan bisa jadi lebih fokus ke hal-hal yang bakal kepake di dunia kerja.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: