Cerita Lewat Kebun Raya Bogor


Sabtu, 1 Maret 2014, saya bersama beberapa teman berkesempatan mengukuhkan tali silaturahmi lagi alias kumpul-kumpul dan jalan-jalan. Tujuan destinasi kali ini adalah Kebun Raya Bogor dengan perjalanan menggunakan kereta dari tempat kumpul di Depok. Saya kira karena dijuluki kota hujan maka Bogor akan bercuaca dingin tapi ternyata super panas. Ada yang dateng dari Bandung dan Cikarang, ada yang emang lagi di Depok, dan ada juga yang emang orang Bogor.

Sesuai rencana awal, salah satu agenda pertama yang dilakukan adalah menikmati kuliner arab pada area DPR beralaskan rerumputan. Kuliner ini disediakan oleh orang arab langsung (tapi beli), mulai dari nasi kebuli (mirip nasi goreng), nasi kapsa (mirip nasi kuning), martabak mesir, roti cane sampai pastel arab (lupa namanya). Karena katanya mau hujan jadi setiap persinggahan hanya cukup sebentar-sebentar saja. Selanjutnya perjalanan bergerak menuju museum zoology, muter-muter kayak anak SMP yang lagi study tour. Karena capek jalan-jalan, kembali merebahkan bada di padang rerumputan. Karena hari makin sore perjalanan dilanjut untuk mencari tempat oleh-oleh makaroni panggang untuk yang mau beli. Sebagai orang yang gak beli oleh-oleh saya dan yang lain nongkrong dulu di taman kencana kota bogor sambil menikmati kacang gratisan. Ngobrol sana-sini sambil diselingi ketawa apalagi dengan salah satu oknum yang dengan pedenya makan kacang bogor sama kulitnya terus bilang kalo kacangnya gak enak (yaiyalah orang yg dimakan kulit kacang).

Perjalanan selanjutnya adalah mencari tempat sekedar ngisi perut ke saung pak ewoke. Nyampe sana langsung disambut hujan (jadi udah afdol ke kota bogornya). Walaupun hujan tetap saja teman-teman lebih memilih menikmati es buah duren sambil ngobrol sana-sini berbagi canda tawa. Seperti biasa seperti jalan-jalan sebelumnya, selalu ada oknum terbully untuk jadi acuan canda tawa. Hari semakin sore tapi hujan pun tak kunjung reda. Akhirnya diteroboslah hujan itu biar gak kemaleman. Menuju rute angkot sambil menikmati hujan, diselingi dengan perjumpaan beragam hewan dari cacing, kalajengking sampai kijang. Tak lupa setelah turun dari angkot disamperin bencong stasiun.

Kemudian sampai Depok lagi dan geng cewek pun berpisah dengan geng cowok. Geng cowok melanjutkan perjalanan ke Jakarta Timur menuju rumah salah satu teman kami untuk sekedar menyapa dan memastikan mukanya tetap sama (halah). Obrolan tentang masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang memang selalu jadi topik utama buat orang-orang seperti kami yang sudah lama tak berjumpa. Akhirnya minggu agak siangan kami berpisah menuju tempat masing-masing.

Terima kasih Hasna, Fitri, Manda dan temannya
Terima kasih Hubbi, Fakar, Fiki, Defri dan Adin
Terima kasih teman-teman
atas waktu luangnya
atas cerita tawanya
atas semuanya
Maafkan bila ada salah-salah
baik ucap maupun tingkah
Ditunggu agenda-agenda selanjutnya
Sukses untuk masing-masing kita semuanya

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: