‘Indahnya’ Fresh Graduate Menyiapkan Sarana Fresh Graduate


Dua bulan yang lalu saya begitu terlena akan jelasnya, lancarnya dan simpelnya kerjaan satu tahun ke depan. Satu bulan pertama saya manfaatkan untuk fokus menyiapkan SOP dengan menomorduakan masalah RIP beserta perdokumenannya karena menurut pemahaman saya dari sang bos adalah “gampang, bisa diatur”. SOP secara umum selesai dalam satu bulan, walaupun gak pake pedoman POP CPOTB karena kata atasan suruh ngikutin yg ada aja dulu. Selesai SOP mulai ambil alih masalah RIP, terutama per-gambar-an denah, site plan, dan sistem AHU sesuai kemampuan saya dan pengetahuan jangkauan referensi serta  koneksi yang saya tau. Referensi yang saya pakai lebih mengacu ke keadaan dan sisa-sisa ilmu kuliah karena bangunan sudah ada 70 persen dan sistem AHU sudah siap instalasi (tapi secara prinsip blom dikonsultasikan ke BPOM, yasudah ikuti alurnya saja dulu).

Mulai konsultasi maka mulai pula saya belajar lagi. Awalnya inisiatif beli POP COPTB masih terhalang masalah harga. Sampai akhirnya saya dapet Juknis Saran Kritis Industri Farmasi, setelah laporan ke atasan dan bos akhirnya disuruh cepet-cepet deh beli buku POP CPOTB. Ini muncul juga karena argumen2 pemahaman saya yang masih lemah dan menyatakan ada yang salah dengan instalasi AHU yang sudah terpasang, semua seperti kebakaran jenggot. Bos bilang denah dan sistem AHU sudah sesuai arahan ahlinya sebelum saya datang tapi apa daya itu masih belum sesuai ketentuan ideal BPOM (menurut pemahaman saya). Jadi untuk meyakinkan pendapat dan pemahaman, bukti otentik tulisan di buku pedoman harus segera ditunjukkan.

Belum lagi masalah administrasi. Dulu bos bilang gampang dan saya iya-iya aja tanpa ngecek yang remeh-remeh. Akhirnya saya menyiapkan semuanya dan sesuai Permenkes terbaru. Ternyata apa daya, hasil konsul hari ini membuat saya terbelalak lagi ketika ada persyaratan administrasi turunan yang ternyata lebih ribet dan saya belum menemukan kelogisannya. Dalam pengajuan persetujuan denah harus mencantumkan dokumen perizinan IOT, padahal saya mengajukan persetujuan denah itu untuk melengkapi berkas persetujuan prinsip. Persetujuan prinsip itu buat melakukan ijin mulai pembangunan yang nantinya digunakan untuk perizinan IOT #sayagagalpaham. Kemudian, belum lagi masalah rekomendasi dari BPPT yang harus mencantumkan Rekomendasi Pemenuhan CPOTB, padahal rekomendasi dari BPPT ini untuk mendapatkan sertifikat Pemenuhan CPOTB #masihgagalpaham. Ketika konsultasi dan mau menanyakan hal-hal ‘remeh’ macam beginian saya sudah ditodong untuk baca pedoman yang ada. Saya memang belum baca sih tapi kadang ada sesuatu yang secara nalar menjadi tidak mungkin. Namun mungkin memang saya yang harus baca karena kalaupun saya benar dan berargumen tanpa bukti otentik akan terasa sia-sia dengan status fresh graduate ini. Apalagi kalau sampai saya yang memang belum paham tentang aturan yang dan ataupun saya salah baca. Jadi mari terus belajar karena kami harus long life learner.

Disini memang ada teman sejawat tapi punya tanggung jawab yang berbeda karena konsen pada produk yang berbeda. Jadi pengalamannya tak mungkin saya jadikan referensi acuan. Sang bos pun seorang bisnismen dengan latar belakang teknik. Mereka tentunya tak akan percaya begitu saja dengan argumen-argumen remeh-remeh saya, belum lagi teknik penyampaian informasi saya masih kacau dan belum efektif. Seminggu terakhir ini saya seperti mengacaukan keadaan yang sudah ada. AHU sudah terpasang sesuai informasi yang bos peroleh tapi ternyata salah instalasi menurut yang saya pahami. Saya baru ngecek perdokumenan secara detail dan ternyata masih ribet termasuk pengurusan nama PT yang belum ada kabarnya. Berdasarkan info terbaru, perijinan belum bisa gerak sama sekali sebelum dokumen pendirian PT lengkap. Belum lagi perizinan TDI, SIUP, HO dan NPWP. Jadi kesimpulan hari ini kerjaan perizinan akan mandeg dorman dulu. Sembari itu saya harus lebih inisiatif korek-korek peraturan yang ada untuk siap-siap adu argumen baik dengan atasan, bos, maupun pihak BPOM. Merasa sangat belajar walau kadang merasa harus mandiri banget. Namun kadang merasa gak guna selama 2 bulan terakhir. Bukan mau membela diri tapi dari awal saya sudah tekankan belum bisa ngasih sesuatu perubahan langsung karena status saya fresh graduate. Bukan juga mau membela diri kalu selama ini saya tak merasa punya teman diskusi yang berpengalaman. Mudah-mudahan saya tidak terlalu terlambat membuat ‘kekacauan’ ini. Mudah-mudahan ini jadi titik balik untuk lebih banyak diskusi lagi. Ini kerjaan besar yang terlalu riskan untuk saya kerjakan sendiri. Bismillah semoga kedepannya makin lancar, walau mimpi satu tahun kedepan sayang saya bayangkan mungkin harus saya geser (kalo saya tetep bertahan).

Tidak cukup Permenkes 06/2012
Tidak cukup CPOTB 2011
Tidak cukup Farmakope Herbal
Tidak cukup pengalaman dari APJ Kosmetik
Tidak cukup peratuaran BPPT
Tidak cukup arahan bos
Tidak cukup aliran ulang info dari para ahli tanpa diskusi langsung

Selamat datang Juknis SPK-01/CPOB/2013
Selamat datang PerKa BPOM No. 39/2013
Selamat datang POP CPOTB
dan mungkin Selamat datang (lagi) untuk peraturan2 terselip
dan mungkin Seamat datang (juga) diskusi dengan para alhli

About Asyhar


3 responses to “‘Indahnya’ Fresh Graduate Menyiapkan Sarana Fresh Graduate

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: