Kilas Balik Zaman Pendidikan Apoteker


Apoteker ITB - Angkatan Oktober 2012

Apoteker ITB – Angkatan Oktober 2012

Apa sih tujuan kuliah apoteker? Kalo jujur, alasan utamanya saya ya karena nanggung udah sarjana farmasi. Bukan karena sarjana gak punya lapangan kerja tapi ada sistem yang menuntut harus apoteker. Jadi ya sudah, kalo sudah basah nyebur aja sekalian. Tapi saya juga bangga dengan temen-teman saya yang gak ngelanjutin apoteker karena gak mau terendam dalam kebasahan daripada cuma asal-asalan #apasih. Mungkin tampang dan jiwa saya juga gak terlalu sreg dengan farmasi (khususnya sisi klinisnya), sampai pas awal kuliah ada yang iseng komentar, “Kirain Lo gak lanjut apoteker?”.

Masa pendidikan yang cuma setahun ini, 0ktober 2012 – Oktober 2013, memang belum begitu membentuk kedekatan secara personal. Namun, secara umum selama satu tahun bersama tentunya ada sebuah cerita yang tertanam. Perkuliahan yang padat karena materi satu semester berlangsung selama lebih kurang 2 bulan. Belum lagi setiap mata kuliah selalu saja ada tugas baik individu maupun kelompok (kebanyakan sih kelompok). Kadang pengumuman-pengumuman dari TU yang mendadak dan suka berubah-ubah juga menjadi warna tersendiri dalam menghiasi keberjalanan perkuliahan dan membentuk hastag #harapmaklum.

Perkuliahan apoteker juga memberi warna baru dengan masuknya teman-teman baru baik angkatan atas dari sesama ITB maupun anak yang S1-nya berasal dari luar ITB. Mungkin ada 1-2 orang yang udah cukup familiar karena dulu pernah mengenal mereka du dunia ISMAFARSI. Disini semua membentuk angkatan baru, dimana saya juga menjadi bagian yang ikut-ikutan mengurusi angkatan walaupun peran saya lebih dibalik layar atau penyambung lidah ke angkatan. Pengkoordinasian angkatan juga lebih ditujukan ke masalah akademik dan tidak terlalu fokus dalam hal kekeluargaannya. Hal ini disesuaikan karena padatnya perkuliahan.

Kuliah 30-an sks dengan sistem 2 bulan kuliah –> 2 bulan PKPA –> 2 bulan kuliah lagi –> 2 bulan PKPA lagi, membuat perkuliahan tetap padat. Pagi-siang-sore kuliah dan weekend ngerjain tugas. Kuliah yang udah kayak anak SMA karena kuliah ya disitu-situ aja, untuk gak dibikin jadwal piket. Salah satu hal yang menarik adalah ujian apotekernya yang jadi momok menegangkan, mungkin jadi rangkaian ujian paling menegangkan di kampus atau kata orang-orang paling susah se-Asia Tenggara. Namun semua hanya mitos, toh nyatanya banyak yang lulus dan banyak juga yang tetep ngelanjutin kuliah di ITB. Saya rasa mereka semua bangga jadi lulusan ITB, walaupun tidak semua bangga jadi apoteker, #eh. Paling kata anak-anak adalah “Ujian Apoteker ITB paling menyenangkan untuk dikenang tapi pantang untuk diulang”.

Lalu apa setelah jadi apoteker?

Penandatangan Sumpah Apoteker

Penandatangan Sumpah Apoteker

About Asyhar


2 responses to “Kilas Balik Zaman Pendidikan Apoteker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: