Apotek Desa


Peran Apoteker

Peran Apoteker

Kadang suka iseng mikirin profesi yang saya sandang saat ini. Mungkin saya bisa kayak teman-teman saya yang bicara ngalor ngidul terkait suatu obat atau suatu penyakit. Mungkin saya gak sejago temen-temen saya yang ngurusin ini itu di pabrik obat. Ada semacam jiwa sosial dalam diri ini tapi serasa ada saja yang menghambat, entahlah.

Kadang suka keinget jaman SD dulu pas hidup di desa. Rasanya kok komplit sekali fasilitasnya. Misalnya kalo lagi sakit, trus tinggal ke puskesmas deh minta obat pake kartu ASKES sekalian ikut emak pergi ke pasar. Di desa juga ada yang namanya Bidan Desa, waktu itu sih gak tau tugasnya apaan. Intinya kalo adek saya sakit biasanya pergi kesitu buat dikasih obat. Katanya sih itu merupakan program dar Kemkes buat meningkatkan mutu dan pelayanan kesehatan melalui puskesmas dan Posyandu.

Banyak profesi kesehatan yang turun sampe ke pelosok-pelosok tapi ya gak pernah kedengeran ya apoteker. Apoteker butuh dikenal masyarakat sebelum manfaatnya lebih bisa dimaksimalkan. Namun sepertinya harus ada wadah spesifik untuk memfasilitasinya. Jangan ngomongin organisasi profesinya, biarkan mereka memperjuangkan birokrasi ke pemerintah. Apoteker gak mungkin kenalan ke masyarakat tanpa ada yang dibawa, gak mungkin juga mereka sosialisasi ke masyarakat hanya menjual profesi mereka. Menurut saya gak mungkin mempan. Jadi, ada fasilitas yang harus mereka bawa dan yang kepikiran saat ini oleh saya adalah Apotek Desa.

Apa itu Apotek Desa? Sederhana saja, seperti apotek-apotek lainnya. Bedanya mungkin hanya ‘sistem kontrak’ dengan pemerintah Desa saja. Ini bukan kontrak aneh-aneh, intinya kita minta dukungan ke pemerintah desa untuk ngenalin apoteker dan kalo bisa bisa dapet tempat di kantor kepala desa. Itung-itung ngurangin modal. Jadi semacam kita menyediakan fasilitas kesehatan yang bisa dimanfaatkan untuk program kesahatan di desa terkait.

Apotek Desa ini bisa berupa apotek rakyat ataupun apotek normal, tergantung fasilitas kesehatan lain yang ada di didesa tersebut. Kalo desanya masih jarang dokter dan belom bisa menyediakan jasa dokter, mungkin bisa bikin apotek rakyat saja yang lebih simpel dan sederhana. Jadi pada intinya kita berusaha jualan obat dengan fokus di didesa tersebut. Lebih jauhnya kita berusaha mengajak masyarakat untuk lebih tau dan lebih peduli terhadap obat. Karena tidak kita pungkiri kadang suka beli obat oplosan ditoko kelontong, nyimpen obat sembarang tempat, suka gak sadar efek samping obat, dan hal-hal dasar lainnya.

Punya apotek mungkin adalah impian semua apoteker. Itulah yang juga saya rasakan sekarang ini. Suatu hari nanti saya ingin punya apotek sederhana untuk mengisi hari tua nanti. Sebuah apotek yang lebih berfokus ke pelayanan masyarakat guna berbagi sesama. Mudah-mudahan diberi jalan kemudahan untuk ke arah sana, aamiin.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: