Titik Pijakan yang Pertama


pijakan pertama

Entah kenapa saya sampai ke tempat ini? Itulah pertanyaaan saya sendiri dan sebagian teman-teman saya (mungkin). Tempat ini merupakan tempat tak bernama. Memang Tuhan selalu punya cara menjawab, termasuk dengan cara-cara yang tak disangka-sangka.

Kesan pertama kali datang ke tempat kerja adalah “gini amat ya?”. Namun semua itu menjadi sebuah tantangan untuk membangun sistem dari nol. Tiga bulan pertama mencoba mengenal lingkungan selanjutnya harus berani mengambil tindakan-tindakan tertentu. Maklum masih fresh, kadang masih kurang pede. Apalagi tanpa adanya bimbingan yang memadai dari personel yang kompeten karena saya masih satu-satunya apoteker yang diarahkan ke bagian ini.

Sebenarnya banyak banget orang-orang hebat yang terlibat dalam proyek ini. Saya kebanyakan masih sekedar memberikan teori tanpa terjun ke lapangan. Adapun orang yang terjun ke lapangan hampir semuanya tanpa basic ilmu kefarmasian. Ada orang yang udah lama di PMA dan banyak pelaku lama industri-industri beken nasional. Hampir bisa dibilang semua komplit hanya untuk sekedar membangun industri yang kecil ini. Bahkan tim kita pun sudah jago dalam hal mekanisasi mesin. Mesin full otomatis untuk filling serbuk pun bisa diakali jadi filling cairan. Mould untuk softgel yang biasanya harus import ke pabrikan asal pun bisa kita buat sendiri dengan biaya hanya 1/10 nya.  Semua yang kata orang gak mungkin, disini jadi mungkin.

Teknologi sediaan yang kita pakai pun sebenarnya masih sederhana. Hanya bentuk kapsul biasa. Mungkin yang agak sulit hanya pembuatan softgel. Itu pun bisa kita akali dengan fasilitas sederhana dengan pengalaman nol hanya dalam 2 bulan dengan kondisi mesin yang mengenaskan karena rusak-rusak mulu.

Awalnya saya terjun ke produksi secara menyeluruh tapi lambat laun saya menarik diri ke arah pembentukan dan pembangunan sistem dengan tak melepas area produksi. Kadang seolang-olang saya terlihat mengcover semuanya. Ya tuntutan kerjaan yang menanti terlalu banyak, sistem perencanaan produksi dan inventory control juga gak bisa begitu saja diserahkan keorang lama karena gak ada yg bisa fokus pegang penuh. Proses produksi pun gak ada yang mau pegang kendali penuh. Sistem mutu belum ada yang paham, mau gak mau saya yang pegang. Kontrol mutu masih dijalankan sebisanya karena memang kekurangan personel. Terkait produk dan pesanan barang pun harus pimpin komunikasinya dengan konsumen. Kadang ngerasa kayak superman.

Tantangan lain adalah transfer ilmu ke orang-orang baru lulus yang gak kenal dunia industri sama sekali. Saya belum bisa transfer pengalaman karena saya pun belum pengalaman. Kadang mengajar itu terlihat mudah, pas kita nerangin mereka manggut-manggut tapi sering juga setelah disuruh mengerjakan mereka hanya terpaku dan terpana tak tahu mau apa. Membangun kebiasan bersih, rapih, patuh juga gak gampang. Apalagi kalu belum tahu esensinya kadang semua terliha sepele. Namanya juga berinteraksi dengan orang kadang ada yang cari-cari perhatian, ada yang sebel-sebelan, ada yang iri-irian. Ketawa, sedih, marah, malu, bangga, males, semangat adalah rekasi-reaksi yang muncul tanpa beraturan.

Dua-tiga bulan terakhir merasa apa yang harus saya pelajari disini sudah cukup. Ada tempat lain yang harus saya gapai guna membangun karir. Disini kadang saya mencoba berfikir. Saya gak mau setelah saya tinggal sistem yang mulai dibangun masih terlalu berantakan. Saya mencoba mentransfer beberapa konsep sistem yang saya bangun ke personel yang ada. Hal paling penting menurut saya adalah inventarisasi barang karena aspek lain hanya perlu kontrol kepatuhan menjalankannya. Karena sumber duitnya adalah di pencatatan barang masuk dan keluar. Sesuatu yang sangat simpel tapi terlalu disepelekan. Konsep inventory control terkait pencatatan barang masuk dan keluar, stok opname barang coba saya ajarkan dengan aplikasi sederhana yang saya buat sendiri.

Secara umum saya puas dengan apa yang saya pelajari disini. Saya juga bangga dengan apa yangbisa saya berikan. Diluar itu, saya harus terus melangkah kedepan dan merangkak naik ke atas. Setelah saya tinggal, saya tidak berharap mereka sudah punya sistem yang baik tapi setidaknya saya berharap mereka sudah punya konsep dasar. Sebuah konsep untuk lebih berani bertindak dan belajar mengembangkan sistem yang lebih baik. Terima kasih atas pengalaman satu tahunnya, semoga apa yang saya tinggalkan memberikan dasar manfaat untuk keberlansungan kedepannya.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: