Apa Kabar Kompetensi Apoteker Industri Indonesia?


Kompetensi Apoteker Indonesia

Kompetensi Apoteker Indonesia

Beberapa hari kemarin dapet email dari babeh kantor yang sharing tentang Kompetensi Apoteker Indonesia. Beliau memaparkan bahwa kompetensi Apoteker Indonesia, tidak secara jelas menetapkan kompetensi Apoteker di industri misalnya di bidang Registrasi, Obat hewan, Obat herbal, fitofarmaka, termasuk di Industri farmasi secara umum apalagi di bidang bahan baku, perencanaan, distribusi dan sebagainya. Padahal aspek-aspek tersebut juga kita pelajari pas kuliah apoteker.

Dari sembilan poin kompetensi yang ada bisa dibilang hanya 1 poin yang mengarah ke industri farmasi, yang lain hanya ditujukan di area pelayanan sediaan farmasi dan alkes saja. Mungkin ini juga yang mendasari kebanyakan pelatihan kompetensi Apoteker dari IAI kebanyakan tentang aspek klinis walaupun mengundang peserta dari industri. Kalau induk organisasi tidak memperhatikan nasib komunitasnya yang ada di industri, bisa jadi ruang lingkup pekerjaan akan berkurang. Apakah kompetensi apoteker industri sudah cukup ter-back up hanya dengan poin-poin diatas? Atau memang Apoteker industri sendiri sudah cukup mandiri untuk menjaga dan mengembangkan kompetensi mereka?

Tentunya kita tidak berharap bahwa ini adalah sebuah pengerdilan peran Apoteker Indonesia. Hal ini dikarenakan di lapangan masih dirasa perlu para apoteker untuk mengendalikan hal-hal teknis industri farmasi secara langsung. Tentunya kita tak berharap peran-peran tersebut semakin tergantikan oleh jurusan-jurusan lain, entah teknik industri, kimia, biologi, apalagi sampai jurusan sosial harus pegang hal-hal teknis. Kalau PP 51 dan aturan mengenai distributor tidak menyebutkan harus ada paoteker penanggung jawab di Produksi, QA, dan QC, mungkin saja nantinya para Apoteker pabrik akan seperti apoteker di apotek yaitu hanya sebagai penanggung jawab hanya sebatas tandatangan.

Tentunya kita sebagai apoteker ingin semua aspek yang terkait dengan pekerjaan kita berjalan seiringan, baik temen-temen yang terjun di ranah klinis, industri, distribusi, regulasi, maupun lainnya. Karena memang kita tahu bahwa mutu obat itu harus dijamin dari mulai pembuatan sampai jatuh ke tangan pasien yang tentunya melibatkan semua ranah-ranah tersebut. Mudah-mudahan hal-hal seperti ini menjadi perhatian kita semua untuk memposisikan peran apoteker yang maksimal dan terbaik.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: