Kilas Balik Setahun Kerja di TPI


TPI Team with Owner from Japan

TPI Team with Owner from Japan

April 2015-April 2016 adalah masa genap setahun saya bekerja di TPI. Terjun di bidang produksi adalah hal yang tidak direncanakan dari awal, tapi apa daya Tuhan berkehendak lain dan sampai sekarang saya masih enjoy menjalaninya. Singkat ceritanya kenapa saya pilih TPI juga karena keadaan saya yang menganggur setelah ambil resiko keluar dari pekerjaan sebelumnya demi alasan ‘idealisme’. Bukan tak ada tawaran kerja lain yang menarik, tapi TPI adalah pilihan terbaik saya saat itu dengan berbagai kondisi dan realita yang ada. Apalagi TPI adalah perusahaan multinasional yang gak mainstream, dalam artian gak familiar buat anak-anak almamater saya #logikaaneh.

Awal-awal pertama masuk saya hanyalah cecupu belaka dalam kumpulan orang-orang menurut saya gila. Kesan awal saya adalah kenapa saya jadi bahan bully-an, kan biasanya saya yang nge-bully. Apalagi memang saya juga ingin sedikit merubah citra saya untuk kembali jadi orang kalem nan lugu dengan tetap saya harus dikenal oleh lingkungan saya. Kalo sampai saat ini misi kedua tercapai tapi tidak untuk yang pertama. Saya tetap jadi ‘pembuat rusuh’ dengan segala tingkah profesional dan non profesional saya. Apalagi saya punya latar belakang almamater yang mungkin paling beda di antara sesama yang lain #inipersepsipribadi.

Urusan pergaulan sesama pekerja, saya tidak menemukan ‘sopan santun’ bawahan terhadap atasan. Dalam arti lain semua dekat, tidak sungkan ngobrol sampai hal gila malakin atasan sudah jadi hal lumrah. Persaingan antar departemen juga tak terlalu sengit, kalo istilah jaman kuliah, #senggolbacok mah tetep ada tapi gak seru kalo buat di adu. Kalo kata orang-orang yang sudah melang-lang buana, di TPI mah orangnya terlalu super supportif dan gak suka konflik. Jadi masalah-masalah yang ada bisa dihadapin dengan senyuman dan musyawarah, bahkan kalo ada yang sok ‘idealis’ malah bakal jadi sasaran bersama.

Ngomongin urusan pekerjaan, satu hal yang pasti adalah bener kata orang-orang pas dulu kala, ilmu-ilmu kuliah mah ke laut aja. Lebih banyak yang kepake adalah logika dan cara berpikir kita. Sebenarnya bukan gak kepake sih, tapi lebih tepatnya bakal lebih spesifik yang kepake. Ujung-ujungnya sebenarnya lebih kepake di pergaulan daripada di kerjaan. Kalo kerjaan mah namanya di produksi gak akan jauh-jauh ngomongin productivity dari namanya cycle time, OEE, yield, improvement dan nge-lead orang. Gak kelewat juga aspek quality tetap jadi tonggak yang harus kokoh, yang intinya gak boleh ada deviasi alias penyimpangan dari segala hal remeh temeh sampai yang fatal. Paling disinilah kadang orang produksi suka berantem sama orang quality. Kalo kata orang produksi, kadang quality itu terlalu tekstual terhadap segala aturan.

Satu tahun bekerja masihlah sangat awam buat saya. Untuk sekedar operasional saya sudah bias menjalankan tugas dan kewajiban saya, sedikit melebarkan sayap pun sudah bisa tinggal dibiasakan untul jadi terbiasa. Gambaran untuk improvement lebih jauh sudah bisa terbayangkan tapi kadang memang realisasi masih blom maksimal dengan segala dan kondisi keterbatasan yang ada, termasuk masalah kewenangan karena kadang namanya hidup ada ewuh pekewuh dimana kita gak boleh melangkah terlalu jauh dari kodrat kita. Masih banyak hal yang harus saya kejar dan pelajari disini, itu yang menjadi salah satu penyemangat saya untuk tetap bertahan. Semoga di tahun kedua ini makin banyak kontribusi yang bisa diberikan, karena bermanfaat adalah salah satu kenikmatan dalam berkehidupan. Semangattt…!!!

Production Team

Production Team

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: