Semangat Mesin dalam Produksi


Faktor OEE

Faktor OEE

Semangat kualitas dalam produksi sudah terwakili 2 KPI (Key Performance Index), yaitu first pass quality (FPQ) dan complaint rate. Ada beberapa parameter lain yang harus dijaga oleh departemen produksi guna mencapai target untuk memastikan kinerja yang memuaskan. Parameter tersebut antara lain adalah on hand (OH), yield, customer service, overall effectiveness equipment (OEE), cycle time, dan schedule attainment. Beberapa parameter bisa kita kategorikan sebagai kelompok productivity, yaitu overall effectiveness equipment (OEE), cycle time, dan schedule attainment. Overall effectiveness equipment (OEE) adalah sebagai sebuah gambaran seberapa sebuah mesin bekerja secara efektif dalam menghasilkan output. Secara keseluruhan OEE ini didapatkan dari perhitungan perkalian dari faktor 3 faktor, yaitu availability rate, performance rate, dan quality rate.

Availability rate mengukur efektivitas maintenance sebuah dalam kondisi produksi sedang berlangsung yang dapat kita tingkatkan dengan menekan downtime mesin karena proses set up maupun breakdown mesin. Proses set up harus dikontrol sesuai standar waktu yang telah ditentukan. Faktor-faktor seperti changeover produk, keterlambatan material, tidak adanya operator, kemampuan operator, adjustment mesin, warm-up time, dan lain sebagainya harus terencanakan sejak awal untuk kita minimalisir. Breakdown mesin adalah sebuah gambaran kehandalan proses maintenance yang telah dilakukan. Perawatan secara rutin harus dilakukan dengan benar dan stock part-part mesin yang consumable harus tersedia dalam jumlah yang memadai. Dengan demikian, kalaupun terjadi kerusakan yang tidak terprediksi tidak akan membuat downtime loss yang terlalu banyak sehingga tetap menjaga availability rate mesin.

Performance rate mengukur seberapa efektif peralatan produksi yang digunakan yang dapat kita tingkatkan dengan menjaga (atau bahkan meningkatkan) speed mesin sehingga output yang dihasilkan sesuai jumlah teoritisnya. Faktor penting dalam performance rate  adalah small stop dan standar proses per produk/kecepatan mesin. Small stop merupakan minor stoppage yaitu mesin berhenti cukup sering dengan durasi tidak lama, biasanya tidak lebih dari lima menit dan tidak membutuhkan personel maintenance. Hal ini bisa dikarenakan mesin hang sehingga harus reset, adanya pembersihan/pengecekan, terhalangnya sensor, terhalangnya transfer/pengiriman, dan lain sebagainya. Kondisi mesin juga mempengaruhi kecepatan mesin per produk, seperti mesin sudah aus, penggunaan speed di bawah standar karena alasan tertertu, ketidakefisienan/ketidakterampilan operator, dan lain sebagainya.

Quality rate mengukur efektivitas kualitas proses dan hasil produksi yang dapat kita tingkatkan dengan meminimalisir scrap/reject dan  rework. Reject bisa terjdai diawal proses karena adanya kesalahan/ketidaktepatan dalam set up mesin. Selain itu, reject juga dapat terjadi selama proses berlangsung sebagai dampak tidak langsung kerusakan mesin ataupun proses rework.

Dalam aplikasi perhitungan, tempat saya bekerja sedikit memodifikasi dengan membagi faktor sebagai berikut :

  1. Plant operating time (POT): merupakan penjumlahan waktu kerja normal dan overtime (jika ada) dikurangi dengan waktu istirahat dan briefing rutin yang direncanakan.
  2. Planned production time (PPT): merupakan pengurangan POT terhada waktu stop time yang tidak direncanakan, seperti briefing non rutin karena adanya kasus-kasus tertentu, ketersediaan material (packaging material maupun bulk release), downtime karena isu quality material, down time karena problem utilisasi/support kinerja mesin (seperti sistem AHU, compressed air), ketersediaan dokumen produksi, dan lain sebagainya.
  3. Equipment uptime/operating time (OT): merupakan pengurangan PPT terhadap waktu set up dan changeover, problem mesin dan rework.
  4. Productive time : merupakan perbandingan output aktual produk dengan output teroritis produk (OT x speed mesin). Disini dilakukan perhitungan small stop yang tak tercatat dengan cara membandingkan selisih output teroritis dan aktual dengan speed mesin.
  5. Quality rate : merupakan perbandingan total aktual produk yang dihasilkan dengan jumlah produk jadi yang bagus (dikemas). Total aktual produk ini termasuk reject ataupun recheck terhadap produk akhir.

OEE = (% Planned Time) x (% Equipment Up Time) x (% Productive Time) x (% Quality Rate)

Keterangan :

% Planned Time = (Planned Production Time / Plant Operating Time) x 100%

% Equipment Up Time = (Equipment Up Time/Planned Production Time) x 100%

% Productive Time = (Finish Good Aktual/(Equipment Up Time x Speed Machine)) x 100%

% Quality Rate = (Finish Good Aktual/Total Out Put Mesin) x 100%

Perhitungan diatas dilakukan secara harian, bukan per produk, dan per mesin. Perhitungan akan direkap tiap minggu dan tiap bulan. Dari hasil final perhitungan akan dianalisa problem yang terjadi dan pareto-nya. Hal ini akan menjadi pijakan untuk perbaikan kedepan sehingga proses terus berjalan ke arah yang lebih baik. KPI overall effectiveness equipment (OEE) ini memang berorientasi terhadap productivity/quantity, tapi quality rate tetap menjadi faktor yang diperhitungkan. Hal ini menunjukkan bahwa quality tetap menjadi bagian penting dalam semangat mengejar output.

About Asyhar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: